Benarkah Cincin Tunangan Bid’ah dan Haram?

2
1738

BincangSyariah.Com – Cincin tunangan dan cincin kawin memiliki kisah yang sangat panjang sejak beribu-ribu tahun yang lalu. Dikatakan bahwa awal mulanya hal ini dilakukan oleh para Fir’aun kemudian muncul pada masyarakat Yunani kuno.

Pendapat lainnya mengatakan bahwa hal tersebut diambil dari adat istiadat terdahulu, dimana ketika prosesi lamaran, tangan pemuda diletakkan pada tangan pemudi kemudian diikat dengan tali dari besi ketika keluar dari rumah ayah perempuan. Kemudian pemuda ini dinaikkan ke atas kudanya sedangkan si perempuan berjalan kaki di belakangnya dengan ikatan ini hingga keduanya sampai ke rumah pernikahan, terkadang jarak antara kedua rumah ini sangat jauh hingga menghabiskan beberapa hari. Setelah itu adat cincin ini turut diterapkan di seluruh dunia.

Menurut adat yang berlaku, cincin ini dipakaikan di jari manis pada tangan kiri karena diambil dari kepercayaan Yunani Kuno bahwa urat jantung melewati jari ini. Mereka memakaikannya pada kedua pihak dan akan menganggap sebagai pertanda buruk jika cincin itu dilepas atau dipakai tidak pada tempatnya.

Bagaimana agama Islam memandang adat ini? Sedangkan diterima atau tidak, kita juga mengikuti adat yang berlaku tersebut? Apakah kita dipandang mengikuti kebiasaan dan tradisi kaum kafir?

Memakai cincin pada dasarnya adalah boleh karena tidak ada nash yang menyatakan haram. Kecuali memakai cincin emas, maka bagi laki-laki adalah haram karena Nabi saw melarangnya:

نهى صلى الله عليه وسلم عن خاتم الذهب

“Nabi saw melarang cincin emas (bagi laki-laki)” (H.R Bukhari Muslim)

Dari hadis ini, sebagaimana disampaikan Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, penggunaan emas bagi kaum laki-laki hukumnya haram berdasarkan Ijma’ ulama. Hal tersebut karena emas termasuk perhiasan untuk memperindah dan menghiasi seseorang, sedangkan laki-laki seharusnya tidak menyempurnakan dan disempurnakan dengan sesuatu yang di luar dari dirinya, melainkan sempurna dengan sesuatu yang terdapat di dalam dirinya.

Baca Juga :  Empat Tuntunan Rasulullah dalam Melamar Wanita yang Kita Cintai

Alasan lainnya,……. ( selengkapnya baca di BincangMuslimah.Com)

2 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Menikah merupakan yang disunnahkan dalam Islam, khususnya bagi orang yang sudah cukup usia dan dirasa mampu memberikan nafkah. Sebelum prosesi pernikahan, adat yang berlaku di kalangan masyarakat adalah melakukan proses lamaran (khitbah). Sebenarnya, tujuan utama dari proses lamaran adalah melakukan nadhrah (melihat sang calon), sehingga bisa menghadirkan rasa untuk segera menikahinya. (Baca: Benarkah Cincin Tunangan Bid’ah dan Haram?) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here