Begini Cara Perempuan Haid Qiyamul Lail (Ibadah Malam) Ramadan

0
1092

BincangSyariah.Com – Dalam surah al-Qadr, Allah SWT menjelaskan, pada malam inilah Alquran sebagai hidayah bagi umat manusia diturunkan. Beribadah pada malam ini lebih baik daripada beribadah seribu bulan.

Para malaikat bersama malaikat Jibril turun pada malam ini dengan membawa rahmat dan berkah. Malam ini penuh kedamaian dan kesejahteraan bagi orang-orang beriman.

Selain itu, malaikat pun memberikan salam kepada orang beriman sampai terbit fajar. Ada banyak aktivitas ibadah yang dapat dilakukan perempuan yang sedang haid pada malam-malam 10 terakhir Ramadan.

Pada dasarnya perempuan yang haid dibolehkan melakukan semua bentuk ibadah kecuali salat, puasa dan thawaf di Ka’bah serta iktikaf di dalam masjid.

Menghidupkan malam tidak hanya terbatas menunaikan salat, tapi mencakup semua ketaatan. Inilah yang ditafsirkan oleh para ulama. Al-Hafidz berkata, (Menghidupkan malamnya) maksudnya begadang dengan melakukan ketaatan. An-Nawawi berkata: “Yaitu larut dengan begadang dalam salat dan (ibadah) lainnya.” Dalam kitab Aunul Ma’bud dikatakan: “Yaitu dengan shalat, zikir dan mambaca Al-Qur’an.”

Juwaibir mengatakan bahwa dia pernah bertanya pada Adh-Dhahak. “Bagaimana pendapatmu tentang wanita nifas, haid, musafir, dan orang yang tidur? Apakah mereka bisa mendapatkan bagian dari lailatul qadar?” Adh-Dhahak pun menjawab, “Iya, mereka tetap bisa mendapatkan bagian. Setiap orang yang Allah terima amalannya akan mendapatkan bagian lailatul qadar.”

Keterangan ini menunjukkan bahwa wanita haid, nifas dan musafir tetap bisa mendapatkan bagian lailatul qadar. Hanya saja, wanita haid dan nifas tidak boleh melaksanakan salat. Untuk bisa mendapatkan banyak pahala ketika lailatul qadr, wanita haid atau nifas masih memiliki banyak kesempatan ibadah.

Di antara bentuk ibadah yang bisa dilakukan seperti membaca Alquran, kemudian berzikir, seperti tasbih (mengucapkan subhanallah), tahlil (lailaha illallah), tahmid (alhamdulillah) dan yang semisal dari itu. Maka perbanyak mengucapkan, subhanallah, wal hamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar, wa subhanallah wa bihamdihi, wa subhanallahu al’adzim.

Baca Juga :  Bolehkah Dokter Melihat Kemaluan Perempuan untuk Keperluan Pengobatan?

Selain itu, bagi perempuan haid juga beristigfar, maka perbanyak mengucapkan astagfirullah.

Ibadah lain yang bisa dilakukan perempuan yang sedang haid adalah berdoa. Maka, perbanyak berdoalah kepada Allah dan memohon kebaikan dunia dan akhirat.  Karena doa adalah ibadah yang terbaik. Sampai Rasulullah Saw. bersabda: “Doa adalah ibadah.” (HR. Tirmizi disahihkan oleh Al-Albany dalam sahih Tirmizi)



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here