Batasan Aurat Muslimah Dihadapan Perempuan Non Muslim

0
1605

BincangSyariah.Com – Sering kita mendengar sebuah tausyiah dari seorang ustadz yang menjelaskan bahwa batasan aurat perempuan muslimah dihadapan perempuan non Muslim itu sama dengan dihadapan laki-laki, yaitu semua badan kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Benarkah demikian?

Dalam kitab-kitab fiqih, keterangan sebagaimana disebutkan tidak ditemukan. Yang ada hanya keterangan bahwa batasan aurat perempuan Muslimah ketika dihadapan perempuan non Muslim adalah semua badannya kecuali anggota tubuh yang biasa tampak ketika perempuan melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga.

Hal ini sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab Nihayatuz Zain berikut;

ثالثتها جميع البدن إلا ما يظهر عند المهنة وهي عورتها عند النساء الكافرات

“Ketiga (dari batasan aurat perempuan), semua badan kecuali anggota yang tampak ketika bekerja. Ini adalah batasan aurat perempuan dihadapan perempuan non Muslim.”

Dengan demikian, batasan aurat perempuan Muslimah dihadapan perempuan non Muslim lebih longgar dibanding ketika dihadapan laki-laki. Jika dihadapan laki-laki semua badan perempuan kecuali wajah dan telapak adalah aurat, maka tidak demikian ketika dihadapan perempuan non Muslim. Ketika dihadapan perempuan non Muslim, ia boleh menampakkkan lengan, betis atau anggota lain yang biasa terbuka ketika ia mengerjakan pekerjaan rumah.

Selain itu, menurut ulama Hanabilah, batasan aurat perempuan Muslimah dihadapan perempuan non Muslim itu sama dengan dihadapan laki-laki yang mahram, yaitu antara pusar dan lutut. Jika mengikuti pendapat ini, maka perempuan Muslimah boleh menampakkan rambut, atau anggota lain selain anggota yang berada di wilayah antara pusar dan lutut kepada perempuan non Muslim.

Hal ini sebagaimana telah disebutkan oleh Syaikh Wahbah Azzuhaili dalam kitab al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu beriktu;

وَعَوْرَةٌ المُسْلِمَةِ اَمَامَ الكَافِرَةِ: عَوْرَةُ الْمُسْلِمَةِ اَمَامَ الْكَافِرَةِ عِنْدَ الْحَنَابَلَةِ كَاالرَّجُلِ الْمُحْرِمِ: مَابَيْنَ السُّرَّةِ وَالُّركْبَةِ. وَقَالَ الْجُمْهُوْرُ: جَمِيْعُ الْبَدَنِ مَاعَدَامَاظَهَرَ عِنْدَ الْمِهْنَةِ اَيِ الاَسْغَالِ الْمَنْزِلِيَّةِ.

Baca Juga :  Kapan saja Muslimah Harus Memakai Jilbab?

“Batasan aurat perempuan Muslimah dihadapan perempuan non Muslim; aurat perempuan Muslimah dihadapan perempuan non Muslim seperti dihadapan laki-laki mahram, yaitu antara pusar dan lutut. Menurut kebanyakan ulama, semua badan kecuali anggota yang tampak ketika bekerja, yaitu bekerja pekerjaan-pekerjaan rumah.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here