Asma binti Yazid: Orator Ulung dari Kalangan Sahabat Wanita

0
194

BincangSyariah.Com – Asma binti Yazid, sahabat wanita yang mulia, dan beriman. Sosok wanita yang cerdas, taat beragama, memiliki kekuatan ilmu fashahah, dan balaghah. Nama lengkapnya adalah Asma binti Yazid ibn Assakan ibn Rafi ibn Umru Alqais ibn Abdul Asyhal ibn Haris Alanshariyyah Alausiyyah Alasyhaliyyah. Asma binti Yazid ra. adalah sosok sahabat perempuan yang memiliki kelebihan berupa perasaan dan emosi yang peka dan cerdas. Demikian pula, ia adalah perawi hadis yang mulia dan pejuang fi sabilillah. Ialah salah seorang wanita yang memiliki kekuatan akal, agama dan retorika sempurna hingga mendapat julukan “Orator Wanita”.

Sebagaimana gadis-gadis Islam lainnya, Asma binti Yazid adalah lulusan madrasah nubuwah yang mulia. Wanita yang menyerap langsung berbagai ajaran Islam dari sumbernya yang telah pasti kebenarannya. Wanita yang tak mengenal kata tunduk, penurunan derajat, dan kelemahan serta kehinaan. Asma bint Yazid adalah seorang gadis pemberani, teguh dan seorang pejuang yang berhasil mempersembahkan teladan yang luar biasa dalam berbagai bidang untuk gadis-gadis seperti dirinya.

Asma binti Yazid mendatangi Rasulullah Saw. pada tahun pertama sesudah hijrah, lalu menyatakan baiat Islam. Saat itu Rasulullah Saw. telah membaiat para wanita berdasarkan ayat-ayat mulia yang termaktub dalam surah Almumtahanah ayat 12:Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Asma binti Yazid menceritakan saat ia mendatangi Rasulullah Saw. untuk menyatakan baiat. Ia berkata: “Aku datang kepada Rasulullah Saw. untuk membaiat beliau. Aku mendekat dengan mengenakan dua gelang besar di tanganku yang terbuat dari emas. Rasulullah Saw. melihat kedua gelang itu lalu bersabda: “Lepaskan kedua gelangmu wahai Asma, tidakkah engkau takut jika Allah memagarimu dengan api?” Asma bergegas dan tanpa keraguan atau membantah sedikitpun segera melaksanakan perintah Rasulullah Saw. Ia lepas kedua gelang itu dan mencampakkannya. Kamipun tidak tahu siapa yang mengambil kedua gelang itu.”

Baca Juga :  Inilah Keluarga Istri yang Haram Dinikahi Selamanya

Semenjak itu, sang sahabat agung ini banyak mendengarkan berbagai hadis Rasulullah Saw. dan menyerap ajaran-ajaran nubuwah secara jelas. Acapkali ia bertanya detail-detail persoalan dan permasalahan hingga berhasil mendalami ajaran agama. Ialah wanita yang pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang cara bersuci dari haid bagi wanita. Ia menganggap hal ini sebagai hak dan kesucian, tanpa perlu malu untuk menanyakannya. Karena itu, Ibnu Abdil Barr mengatakan tentangnya “Asma binti Yazid adalah salah seorang wanita yang memiliki kelebihan akal dan agama.”

Suatu ketika, Asma binti Yazid mewakili para wanita muslim untuk berbicara kepada Rasulullah Saw. berkaitan dengan persoalan yang khusus bagi wanita. Ia datangi Rasulullah Saw. dan berkata: “Wahai Rasulullah, aku adalah seorang utusan yang mewakili sejumlah wanita muslimah. Semuanya mengatakan apa yang aku katakan dan mengikuti pendapatku. Sesungguhnya Allah telah mengutusmu kepada laki-laki maupun wanita secara keseluruhan. Kami beriman kepadamu dan mengikutimu. Namun, kami adalah kaum wanita yang terbatas dan lemah.

Para wanita selalu duduk di rumah, menjadi objek syahwat para laki-laki, dan mengandung anak-anak mereka. Para laki-laki memiliki kelebihan karena bisa menunaikan shalat Jumat, menghadiri jenazah, dan jihad fi sabilillah. Jika mereka pergi untuk jihad, kami bekerja untuk menjaga harta mereka, kami asuh anak-anak mereka, dan kami jahit baju-baju mereka. Wahai Rasulullah Saw. apakah kami bisa bersekutu dalam pahala mereka?

Rasulullah Saw. menoleh kepada para sahabat kemudian bertanya:“Apakah kalian pernah mendengar kata-kata seorang wanita yang lebih baik dalam menanyakan agamanya dibandingkan dengan wanita ini?” Mereka menjawab: “Tidak wahai Rasulullah”. Rasulullah kemudian bersabda kepada Asma binti Yazid: “Pergilah wahai Asma beritahukanlah para wanita yang ada di belakangmu bahwa jika salah seorang dari kalian menjadi istri yang baik bagi suaminya, mencari ridhanya, dan mengikuti apa yang sejalan dengan suaminya adalah sebanding dengan semua yang engkau tuturkan tentang para laki-laki.”

Asma binti Yazid pun pergi dengan bahagia. Ia berjalan sambil mengucapkan tahlil dan takbir, karena bahagia atas apa yang disabdakan Rasulullah padanya.

Baca Juga :  Siapa Sajakah Mahram Kita?

Asma binti Yazid pun dikenal sebagai muslimah yang ikut andil dalam perang Yarmuk. Asma berusaha keras untuk menyediakan senjata dan memberi air minum, mengobati luka dan menguatkan semangat para pasukan muslim.

Bahkan imam Ibnu Kasir mengatakan tentangnya di dalam Albidayah wa an Nihayah “Ia adalah Asma bint Yazid ibn Assakan, wanita yang ikut hadir dalam perang Yarmuk. Hari itu ia membunuh sembilan tentara Romawi menggunakan tiang tendanya. Setelah itu, ia hidup hingga waktu yang panjang.”

Asma binti Yazid juga merupakan salah satu sahabat perempuan yang meriwayatkan hadis Nabi Saw. 81 hadis telah berhasil ia riwayatkan kepada murid-muridnya seperti Mahmud ibn Amr Alanshari (keponakannya), Abu Sufyan (budak Ibnu Ahmad), Abdurrahman bin Abdurrahman ibn Tsabit Assamit Alanshari, Mujahid ibn Jubair dan lain-lain. Ulama hadis yang meriwayatkan dari Asma binti Yazid adalah Abu Daud, Attirmidzi, Annasai, Ibnu Majah, Muhajir bin Abu Muslim dan Syahr ibn Hausyab.

Allah Swt. memberi umur panjang kepada sahabat wanita yang beriman dan mulia ini hingga tahun 30 H., yaitu tujuh belas tahun setelah ia berjihad dalam Perang Yarmuk. Sosoknya telah banyak memberi teladan dan contoh terbaik tentang wanita salehah, beriman dan pejuang bagi Umat Islam. Wa Allahu A’lam bis Shawab. (disarikan dengan sedikit perubahan dari buku Biografi 39 Tokoh Wanita Pengukir Sejarah Islam karya Dr. Bassam Muhammad Hamami, Jakarta: Qisthi Press, 2015, h. 292-296).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.