Apakah Perempuan Haid Tetap Dianjurkan Mandi Sunah Idulfitri?

0
7246

BincangSyariah.Com – Idulfitri adalah salah satu hari raya umat Islam yang dirayakan sebagai momen atas purnanya ibadah puasa di bulan Ramadan. Idulfitri ini dirayakan dengan melaksanakan salat dua rakaat di masjid atau tanah lapang dengan berjamaah. Selain itu, Idulfitri juga dirayakan dengan saling bermaaf-maafan dan saling berkunjung antarsaudara, kerabat atau sahabat dan menyantap hidangan bersama-sama.

Melihat momentum Idulfitri yang tidak lepas dari berkumpul dengan orang banyak tersebut, maka disunahkan bagi umat Muslim untuk mandi terlebih dahulu. Mandi ini dilakukan sebelum keluar rumah untuk melaksanakan salat Idulfitri. Adapun dasar disyariatkannya mandi ini adalah hadis riwayat Imam Malik di dalam kitab Muwatha’ berikut ini:

أن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما كان يغتسل يوم الفطر، قبل أن يغدو إلى المصلى.

Bahwasanya Abdullah bin Umar ra. selalu mandi di hari Idulfitri sebelum ia berangkat ke musala.

Aktivitas sahabat Abdullah bin Umar tersebut berpedoman pada kesunahan mandi di saat hendak salat Jumat, di mana disunnahkan dalam keadaan bersih sebelum berkumpul dengan banyak orang. Dan perlu diketahui bahwa sahabat Abdullah bin Umar adalah sahabat yang paling banyak mencontoh perilaku Nabi Saw.

Mandi Idulfitri ini juga disunahkan bagi perempuan. Meskipun ia dalam keadaan menstruasi/haid. Karena perempuan haid juga tetap disyariatkan menghadiri salat Idulfitri. Sebagaimana hadis Nabi Saw.

عن أم عطية قالت أمرنا أن نخرج العواتق والحيض في العيدين يشهدن الخير ودعوة المسلمين، ويعتزل الحيض المصلى. متفق عليه

Dari Ummi Athiyyah berkata: Kami diperintahkan untuk mengeluarkan gadis-gadis yang mendekati baligh dan wanita-wanita haid di dua hari raya, agar mereka dapat menyaksikan kebaikan dan doanya orang-orang Muslim, dan wanita-wanita haid tersebut agak menjauh dari tempat dilaksanakannya salat.Muttafaqun ‘alaih.

Dan perlu ditekankan lagi bahwa Idulfitri adalah hari berhias dan berkumpul dengan orang banyak, maka disunahkan mandi di hari ini. Baik bagi laki-laki maupun perempuan, dan baik bagi orang yang akan menghadiri salat ataupun tidak. Tetapi bagi wanita haid, harus memperhatikan niatnya, yakni tidak boleh diniatkan bersuci dari haid. Karena jika ia meniatkan bersuci, maka mandinya haram, disebabkan salah satu hal yang tidak boleh dikerjakan bagi wanita haid adalah bersuci dari hadas besar, karena dianggap mempermainkan ibadah.

Baca Juga :  Seharusnya Sudah Haid, Tapi Tertunda karena Konsumsi Obat Penunda Haid, Bolehkah Tetap Berpuasa?

Adapun niat mandi sunah Idulfitri adalah sebagai berikut:

نويت الغسل سنة لعيد الفطر لله تعالى

Nawaitul ghusla sunnatan li ‘idil fithri lillahi ta’ala

“Saya niat mandi sunah untuk Idulfitri karena Allah ta’ala.”

Kebolehan mandi Idulfitri bagi wanita haid ini telah diterangkan dalam kitab Risalah Haidl, Nifas dan Istihadlah karya KH. Muhammad Ardani bin Ahmad (hal. 25) yang mengutip kitab al Jamal.

Beliau mengatakan bahwa orang yang haid atau nifas diharamkan mandi untuk ibadah misalnya mandi Jumat. Kecuali beberapa mandinya haji dan yang serupa seperti mandi hari raya dan mandi untuk mendatangi perkumpulan, itu tidak haram.

Oleh karena itu, bagi wanita haid di hari raya Idulfitri tetap dianjurkan untuk mandi sunah serta menghadiri pelaksanaan salat Idulfitri. Karena Idulfitri adalah momentum berkumpulnya orang banyak, sehingga agar tidak mengganggu kenyamanan orang banyak dengan bau yang tidak sedap yang berasal dari tubuh kita, maka hendaknya mandi terlebih dahulu.

Demikianlah agama ini, tidak hanya menyuruh membersihkan hati, tetapi juga harus memperhatikan kebersihan badannya. Jadi, marilah kita sambut hari raya ini dengan kebersihan diri, baik dari luar maupun dalamnya.

Wa Allahu a’lam bis shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here