Apakah Aborsi Bisa Mengakhiri Masa Iddah Nikah?

0
161

BincangSyariah.Com – Di suatu daerah pernah kejadian seorang perempuan melakukan aborsi setelah suaminya wafat. Ia nekat menggugurkan kandungannya melalui aborsi karena hendak mengakhiri masa iddahnya dengan cepat. Tentu tindakan aborsi demikian dilarang dalam Islam. Namun, apakah benar tindakan aborsi bisa mengakhiri masa iddah perempuan yang ditinggal wafat oleh suaminya?

Jika seorang perempuan ditinggal wafat oleh suaminya dan ia dalam keadaan sedang hamil, maka ia harus menjalani masa iddah hingga ia melahirkan. Jika sudah melahirkan, maka masa iddahnya berakhir dan selesai.

Hal ini berdasarkan firman Allah dalam surah Al-Thalaq ayat 65 berikut;

وَأُوْلَاتُ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَن يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ

Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya.

Berdasarkan ayat ini, masa iddah perempuan yang hamil setelah ditinggal suaminya bisa berakhir setelah ia melahirkan kandungannya. Menurut Imam Al-Bajuri, masa iddah bisa berakhir meskipun ia melahirkan dengan menggunakan obat sehingga keguguran. Beliau berkata dalam Hasyiyatu al-Bajuri sebagai berikut;

ولاتنقضي العدة الا بوضعه ولو بدواء

Dan masa iddah tidak berakhir (selesai) kecuali melahirkan kanduangannya, meskipun dengan obat.

Dengan demikian, seorang perempuan yang menggugurkan kandungannya melalui aborsi, minum obat, atau lainnya, maka masa iddahnya selesai. Hal ini karena tujuan menjalani masa iddah adalah untuk memastikan bahwa rahim perempuan tersebut kosong dari janin. Dan tujuan ini sudah bisa dicapai dengan cara melahirkan meskipun melalui aborsi, minum obat, keguguran.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Sulaiman Al-Jamal dalam kitab Hasyiyatul Jamal berikut;

وَلِأَنَّ الْقَصْدَ مِنْ الْعِدَّةِ بَرَاءَةُ الرَّحِمِ وَهِيَ حَاصِلَةٌ بِوَضْعِ الْحَمْلِ وَلَوْ كَانَ مَيِّتًا أَوْ مُضْغَةً تُتَصَوَّرُ

Dan tujuan iddah adalah terbebasnya rahim dari janin dan itu bisa diperoleh dengan melahirkan, meskipun janinnya mati atau berupa bentuk daging.

Meskipun masa iddah bisa berakhir melalui aborsi, namun hal itu termasuk perbuatan tercela sehingga harus dihindari. Bahkan dalam Islam hal itu termasuk perbuatan jarimah atau criminal.

Baca Juga :  Bolehkah Menolak Perjodohan Orangtua?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here