Yasir bin Amir: Sahabat Renta Yang Disiksa Hingga Wafat

0
299

BincangSyariah.Com – Perjuangan Nabi Muhammad Saw bersama para sahabat ketika masa-masa awal dakwah sangatlah berat. Tidak semua pengikut Nabi pada masa awal itu berasal dari kalangan keluarga terpandang, banyak di antara mereka adalah budak dan bekas budak. Mereka inilah yang menjadi bulan-bulanan kafir quraisy untuk disiksa habis-habisan. Dengan lapang dada, para sahabat menerima siksaan demi memperjuangkan keyakinan mereka. Satu di antara sahabat tersebut bernama Yasir bin Amir.

Tidak banyak catatan mengenai Yasir bin Amir. Yasir adalah sahabat yang gugur di masa-masa sulit. Dengan usianya yang tidak lagi muda, siksaan yang menimpanya dapat berlipat ganda dirasakan olehnya karena ketahanan tubuhnya yang teramat lemah. Bagiamana kisah Yasir bin Amir? Artikel ini akan mengulasnya lebih lanjut.

Sebelum Masa Islam

Ditulis oleh Ibnu Sa’ad dalam Thabaqat al-Kubra bahwasanya Yasir bin Amir bukanlah asli penduduk Kota Mekah. Yasir adalah pendatang yang berasal dari Yaman. Yasir bin Amir datang ke Mekah adalah untuk mencari saudaranya yang hilang. Tidak ada keterangan siapa nama saudara yang hilang itu. Hanya saja diceritakan bahwa Yasir bersama dua saudaranya yang lain bernama Malik dan Harits menempuh perjalanan dari Yaman menuju Mekah.

Sesampainya di Mekah, ternyata tiga bersaudara itu tidak dapat menemukan keberadaan saudaranya dan juga tidak mendapatkan informasi yang cukup untuk melanjutkan perjalanan. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke Yaman. Ketika Malik dan Harits memutuskan untuk pulang, ternyata Yasir berubah pikiran. Yasir ingin tetap tinggal di Mekah karena telah merasa nyaman hidup di Mekah.

Pada masa itu berlaku aturan seorang pendatang yang ingin menetap di Mekah harus berbaiat kepada satu kabilah besar agar harta dan jiwanya dapat terjamin keamanannya. Ibnu Sa’ad menulis bahwa Yasir bin Amir berbaiat kepada Abu Hudzaifah, pembesar dari kabilah Makhzum dan bergabung dengannya.

Baca Juga :  Ubadalah: Empat Sahabat Nabi saw. yang Bernama Abdullah

Karena loyalitas Yasir, Abu Hudzaifah kemudian menikahkan Yasir dengan budak perempuannya bernama Sumayyah. Tidak lama kemudian Sumayyah dimerdekakan oleh Abu Hudzaifah. Dari pasangan Yasir dan Sumayyah lahirlah Ammar, salah seorang sahabat yang gigih memperjuangkan Islam. Sesuai aturan perbudakan yang berlaku ketika itu, Ammar otomatis berstatus budak Abu Hudzaifah, meskipun pada akhirnya Ammar dimerdekakan Abu Hudzaifah. Keluarga Yasir ini terus ikut Abu Hudzaifah hingga ia wafat.

Kisah Masuk Islam dan Gugur di Masa Sulit

Ibnu al-Atsir dalam bukunya al-Kamil fi al-Tarikh mencatat bahwa keluarga Yasir masuk Islam di tahun ke-5 masa Kenabian (bi’tsah). Kemungkinan besar Yasir yang paling akhir menyatakan masuk Islam dibandingkan dengan Ammar dan Sumayyah dalam keluarga tersebut. Hal ini sesuai dengan catatan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab al-Ishabah fi Tamyiz al-Shahabah yang menuliskan bahwa Ammar dan Sumayyah adalah termasuk dalam tujuh orang yang paling pertama masuk Islam, Ammar yang keenam dan Sumayyah yang ketujuh. Sedangkan Yasir, dalam hitungan Ibnu Hajar, berada dalam bilangan tiga puluhan.

Keislaman keluarga Yasir ini sangatlah mahal bagi kabilah Bani Makhzum. Disebabkan dahulu mereka adalah bekas budak Bani Makhzum, maka bisa dikatakan mereka disiksa secara semena-mena oleh para pembesar Bani Makhzum. Termasuk di antara yang paling keras terhadap keluarga ini adalah Abu Jahal, sepupu Abu Hudzaifah.

Abu Jahal menyiksa keluarga Yasir dengan berbagai siksaan agar mereka keluar dari Islam. Para pembesar Bani Makhzum juga ikut menyiksa keluarga Yasir. Berbagai siksaan fisik dan mental tidak menyulutkan kedua pasangan Yasir dan Sumayyah meskipun mereka sudah sangat renta. Yasir bin Amir pada akhirnya meregang nyawa akibat siksaan yang teramat berat dan bertubi-tubi.

Baca Juga :  Sejarah Sahabat Nabi: Abu Ubaidah bin al-Jarrah, Sahabat Nabi Kepercayaan Umat

Tidak ada keterangan  pada usia berapa Yasir bin Ammar wafat. Bila ditelusuri dari catatan Ibnu al-Atsir dalam al-Kamil fi al-Tarikh terkait usia Ammar bin Yasir ketika wafat di tahun 37 H pada usia 94 tahun, bisa dihitung bahwa Ammar berusia 44 tahun ketika pada masa kenabian. Bila Yasir terpaut misalnya 20 tahun atau 30 tahun dengan usia Ammar, bisa dikatakan bahwa pada saat itu Yasir bin Amir berusia sekitar 60 – 70 tahun atau bahkan lebih. Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here