Wasiat Pertama Nabi Ketika di Madinah

0
1482

BincangSyariah.Com – Ketika Nabi Saw hijrah ke Madinah bersama Abu Bakar, para penduduk Madinah menyambut Nabi Saw dengan suka cita dan gembira. Mulai dari laki-laki, perempuan, anak-anak, tua dan muda, semuanya menyambut kedatangan Nabi Saw.

Pada saat penyambutan itu, Nabi Saw berwasiat mengenai beberapa hal kepada seluruh penduduk Madinah. Berikut adalah wasiat beliau, sebagaiaman disebutkan dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Abdullah bin Salam, dia berkisah;

لَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المدينة انْجَفَلَ النَّاسُ إليه، فجِئْتُ في النَّاسِ لأَنْظرَ فيه، فلمَّا استبنت وجْه رسول الله صلى الله عليه وسلم عرَفتُ أَنَّ وَجْهَهُ لَيْسَ بِوَجْهِ كَذَّابٍ، فكان أوَّلُ ما تَكَلَّمَ بِهِ أَنْ قَالَ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا الأَرْحَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلامٍ

Ketika Rasulullah Saw datang ke Madinah, orang-orang segera pergi menuju beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam (karena ingin melihatnya). Ada yang mengatakan: Rasulullah Saw telah datang, lalu aku mendatanginya di tengah kerumunan banyak orang untuk melihatnya. Ketika aku melihat wajah Rasulullah Saw, aku mengetahui bahwa wajahnya bukanlah wajah pembohong.

Dan yang pertama kali beliau ucapkan adalah; ‘Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikan makan, sambunglah silaturrahim, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang tertidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.

Pertama dan kedua, menyebarkan salam dan memberikan makanan. Wasiat ini adalah sebaik-baik tanda keislaman seseorang. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Abdullah bin Umar, dia berkata;

أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ الإِسْلاَمِ خَيْرٌ؟ قَالَ: تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ

Baca Juga :  Telaah Kasus Tuti Tursilawati: Penerapan Pidana Islam yang Keliru

Seseorang pernah bertanya kepada Nabi Saw. “Islam seperti apakah yang terbaik?”. Beliau menjawab, “Berilah makan (orang lain) dan ucapkanlah salam kepada yang engkau kenal dan tidak engkau kenal.

Ketiga, menyambung silaturahim. Selain dapat memperlancar rizeki, menyambung silaturahim juga bisa memasukkan ke dalam surga. Sebaliknya, memutus silaurahim dapat memasukkan ke dalam neraka. Ini sebagaimana hadis riwayat Imam Muslim, Nabi Saw bersabda;

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ

Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan silaturahim.

Keempat, melakukan shalat malam. Shalat malam, baik shalat tahajud, shalat hajat, shalat witir, dan lainnya, bisa mengangkat derajat seseorang di hadapan Allah dan di hadapan manusia. Allah berfirman dalam surah Al-Isra’ ayat 79;

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَى أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَاماً مَّحْمُوداً

Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat ke tempat yang terpuji.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here