Wakaf Utsman bin Affan, Dari Sumur Jadi Hotel Bintang Lima di Madinah

0
482

BincangSyariah.Com – Saat ini luas keseluruhan data tanah wakaf Indonesia mencapai 4,1 miliar meter persegi, angka yang cukup besar dan sayang jika tidak dimanfaatkan dengan baik.

Imam Teguh Saptono, Wakil Ketua Pelaksana Badan Wakaf Indonesia berharap wakaf tidak bergerak ini bisa dikelola menjadi aset produktif sehingga manfaatnya akan dirasakan masyarakat luas. Ia kemudian menyebutkan seperti wakaf sumur sahabat Utsman bin Affan yang sekarang berkembang menjadi hotel bintang lima di Madinah.

“Jika kita bisa mengelolanya dengan packaging yang baik, maka wakaf tanah yang ada di Indonesia bisa dijadikan wakaf produktif yang keuntungannya dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan umat. Seperti wakaf Utsman bin Affan” ujar Imam pada acara Halal Bi Halal dan Bincang Wakaf di Hotel Aone, Jakarta Pusat, pada Selasa (09/07/19).

Sebagaimana diketahui, Utsman bin Affan merupakan sahabat Nabi yang kaya dan sangat dermawan. Seluruh harta yang beliau miliki didedikasikan untuk kepentingan umat Islam. Seperti pada 1400 tahun yang lalu, Utsman bin Affan membeli sumur dari seorang Yahudi, pemilik satu-satunya sumur yang mengalir ketika musim kemarau waktu itu.

Menurut Imam, dulu sahabat Utsman membeli ½ sumur Yahudi dan mewakafkannya. Namun akhirnya Utsman membeli sisanya, total menjadi 38.000 dirham dan mewakafkannya. Sumur tersebut adalah sumur yang tetap mengalir manfaatnya hingga saat ini bagi umat Islam.

Aset wakaf berkembang, terbelilah kebun kurma. Kebun terus dirawat dibawah kelolaan kementrian wakaf mulai masa Turki Utsmanu hingga saat ini, dengan 1550 pohon. ½ hasil kebun diserahkan fakir miskin dan yatim piatu. Sisanya diakumulasika oleh nadzir

Terbelilah sebidang tanah di daerah markaziyah, di kawasan mesjid Nabawi. Terbangun hotel bintang 5 yang secara keseluruhan bersumberkan aset wakaf. Hasil pengelolaan hotel ½ digunakan untuk mauquf alaih dan ½ lagi diakumulasikan kembali. Keseluruhan aset itu menggunakan rekening atas nama Utsman bin Affan.

Baca Juga :  Prof. Dr. K.H. Muhammad Tolhah Hasan: Wafatnya "Imam Ghazali Indonesia"

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here