Wajibkah Mengetahui Nasab Rasulullah?

0
2927

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, mengetahui nasab Rasulullah Saw apakah wajib?

Ketika kita membaca shalawat kepada Rasulullah Saw, maka kita dianjurkan juga untuk membaca shalawat kepada keluarganya. Bahkan menurut para ulama mencintai keluarga Nabi Saw adalah wajib sebagaimana kita wajib mencintai Rasulullah Saw. Dan tentu sebagian keluarga Nabi Saw adalah orang tua dan para leluhurnya. Karena itu, mengetahui nasab Rasulullah Saw adalah wajib.

Jalur nasab Rasulullah Saw, baik dari pihak ayah dan ibunya, wajib untuk diketahui oleh setiap Muslim. Jalur Naasab Rasulullah Saw dari jalur ayahnya yang wajib diketahui setiap Muslim adalah sebagai berikut; Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthallib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin al-Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.

Adapun dari jalur ibunya adalah sebagai berikut; Sayidina Muhammad binti Aminah binti Wahhab bin ‘Abdi Manaf bin Zuhroh bin Kilab.

Kewajiban mengetahui nasab Rasulullah Saw ini telah disebutkan dalam kitab Nurudz Dzolam berikut;

يجب على كل مكلف معرفة نسبه صلى الله عليه سلم من جهة ابيه الى عدنان فقط ومن جهة امه الى كلاب فقط اذ ما بعده يشترك فيه نسب ابيه و امه

“Wajib bagi setiap orang mukallaf mengetahui nasab Rasulullah Saw dari jalur ayahnya hingga Adnan saja, dan dari jalur ibunya hingga Kilab saja, karena nasab keduanya setelah itu adalah sama.”

Dalam kitab Tijanud Darori juga disebutkan sebagai berikut;

يجب على الشخص اى الذكر و الانثى ان يعرف نسبه صلى الله عليه و سلم من جهة ابيه و من جهة امه الى عدنان فقط اما ما بعده فلا يجب معرفته بلا خلاف بل كرهه مالك

Baca Juga :  Panduan Memberi Nama Anak dalam Islam

“Wajib bagi setiap orang, baik laki-laki dan perempuan, untuk mengetahui nasab Rasulullah Saw dari jalur ayah dan ibunya sampai Adnan saja. Adapun nasab sesudah Adnan tidak wajib untuk mengetahuinya menurut kesepakatan para ulama tanpa adanya perbedaan. Hanya saja Imam malik menghukumi makruh bila tidak mengetahui nasab sesudah Adnan.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here