Kota Valencia; Lumbung Pertanian Masyarakat Muslim Spanyol

0
126

BincangSyariah.Com – Valencia termasuk wilayah yang kaya akan hasil pertanian. Karena dianugerahi tanah  subur yang ditunjang dengan intensitas air yang cukup memadai.  Hal ini dimanfaatkan betul oleh pemerintahan Muslim pada abad pertengahan untuk mengembangkan sektor pertanian dengan menerapkan  ilmu pengetahuan serta teknologi modern.

Menurut Kamal Sayyid Mustafa dalam karyanya Tarikh Madinah Balansiyah Fil Asr al-Islami, kekayaan hasil pertanian bumi Valencia dipicu oleh empat faktor penting yaitu persediaan air yang melimpah, kesuburan tanah, iklim sedang, dan sumber daya manusia (petani).

Persediaan air di Valencia didapat dari dua sumber utama yaitu air hujan dan air sungai. Letak Valencia secara geografis berada di pesisir Timur Spanyol, sehingga sebagian besar wilayahnya mendapat cukup  air hujan. Adapun area-area yang memiliki intensitas air hujan rendah, masyarakat tetap dapat mengairi lahannya dengan memanfaatkan beberapa aliran sungai seperti Sungai Abyad, Jucar, Mijares dan Serpis. (Baca: Jejak Islam di Spanyol Selama Tujuh Abad)

Infrastruktur Pengairan Semi Modern

Tanah subur, iklim sedang, serta melimpahnya air secara tidak langsung mendorong masyarakat dalam mengembangkan beberapa infrastruktur penunjang pertanian. Maka dibangunlah saluran air, kincir air, depot dan lainnya agar seluruh lahan khususnya yang berada jauh dari sungai dapat terairi dengan baik. Pemerintah juga membangun jembatan di sekitar sungai untuk memudahkan transportasi.

Fasilitas – fasilitas ini tidak hanya difungsikan untuk lahan pertanian, tetapi digunakan juga untuk memasok persedian air untuk berbagai kebutuhan seperti pemandian umum, air minum warga dan kebutuhan rumah tangga.

Pemerintah Muslim Valencia menaruh perhatian besar terhadap pengelolaan pengairan ini khususnya saat dipimipin dua pemuda, Mubarak dan Mudzaffar. Di masa mereka, infrastruktur pengairan diperkuat dengan menyediakan berbagai fasilitas di pinggiran sungai.

Baca Juga :  Sejarah Kesultanan di Aceh

Muslim Valencia juga mampu menciptakan sejumlah inovasi baru guna mempermudah pendistribusian air. Oleh karenanya, mereka dikenal dengan kepiawaiannya dalam mengatur pasokan air menggunakan berbagai macam alat.

Penggagas Pengadilan Air

Sistem pengelolaan distribusi air yang digagas oleh umat Islam ini diadopsi oleh generasi masyarakat Valencia selanjutnya.

Seperti adanya pengadilan air (Mahkamah Miyah) sejenis lembaga yang mengatur pengairan warga khususnya irigasi. Instansi ini beranggotakan para petani dan ahli hukum yang membuat kebijakan – kebijakan agar distribusi air tidak disalah gunakan. Kala itu, penyaluran air lewat kanal – kanal masih terbatas sehingga persedian air tidak boleh di sia-siakan.

Hal ini menyerupai pengadilan air di era Muluk Thawaif. Bedanya di era Muslim persidangan di gelar setiap hari Kamis di depan pintu masjid sementara di era selanjutnya digelar di depan pintu gereja.

Meskipun kebijakan yang dibuat mengandung banyak aturan ketat, namun semua pihak sepakat bahwa air tidak boleh diperjual belikan. Dengan landasan ini, baik pemerintah maupun individu tidak boleh memanfaatkan sistem pengairan untuk dijadikan bisnis.

Saat Muslim menduduki Valencia, sistem pengairan yang cukup rumit telah dilakukan. Seperti yang diterapkan di sungai Abyad. Dari utara, air sungai ini dialirkan melalui saluran air yang kini dikenal dengan Acequiade Moncada, Tormos, Mastalla, dan Rascana.

Sedangkan dari selatan disalurkan melalui saluran air Cuart, Mistala, Favara dan Rovella.
Saluran air utama ini, disambung dengan pipa – pipa kecil hingga sampai ke lahan warga.

Madinah Turab (Kota Tanah)

Valencia dijuluki sebagai Madinah Turab karena memiliki kondisi tanah yang subur. Hal ini disebabkan  sebagian besar wilayahnya terbentuk dari hasil endapan sungai.
Untuk lebih menyuburkan kualitas tanah, masyarakat pada saat itu memiliki cara tersendiri, diantarnya dengan pemanfaatan pupuk hewan dan kotoran manusia.

Baca Juga :  Penjelasan tentang Zakat untuk Hasil Pertanian

Selain ketersediaan air dan tanah yang subur wilayah timur Spanyol itu diuntungkan dengan mendapat cukup banyak sinar matahari setiap bulannya. Sehingga sangat cocok untuk dijadikan lahan pertanian.

Terlebih untuk jenis tumbuhan seperti gandum, beras, dan buah – buahan dimana tanaman ini dapat tumbuh dengan baik jika mendapat cukup sinar matahari. Dengan kondisi seperti ini, Valencia mampu memproduksi hasil tani yang cukup melmelimpah.

Pasca menyebarluasnya fitnah di beberapa wilayah Islam, sejumlah petani memilih untuk berpindah ke Valencia karena kondisinya masih stabil dan aman. Kedatangan para imigran ini membuat sektor pertanian Valencia kian berkembang khususnya di area sekitar sungai yang menjadi tempat tinggal sebagian masyarakat.

Dalam perjalanannya, aktifitas para petani ini tidak selalu berjalan mulus. Saat Campedor mengalahkan Valencia, para petani sempat mendapat tekanan besar karena harus membayar pajak kepada kerajaan Kastila. Beruntung, peristiwa ini tidak berlangsung lama sehingga tidak membuat perekonomian Valencia hancur.

Muthayyib Andalus (Andalus yang Harum)

Berkat kondisi alam serta kemajuan teknologi, Valencia mendapat hasil pertanian yang melimpah pada setiap masa panennya. Hasil produksinya tidak hanya didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Valencia saja tapi juga dikirim ke berbagai wilayah di Spanyol.

Setiap tahunnya, Valencia dapat menghasilkan berbagai jenis hasil tani seperti beras, jewawut, gandum, linen, kunyit, zaitun, dan tin. Adapun buah yang paling banyak dihasilkan adalah buah jeruk. Selain sayur dan buah – buahan, tanaman bunga pun tumbuh lebat di Valencia, oleh karenanya wilayah ini disebut juga Muthayyib Andalus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here