UU Pesantren Disahkan, Anggota DPR Bershalawat

0
138

BincangSyariah.Com – DPR akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Pesantren menjadi Undang-undang. Tepuk tangan dan lantunan shalawat terdengar sayup-sayup usai palu diketukkan oleh wakil ketua DPR Fahri Hamza yang memimpin rapat tersebut.

Disahkannya RUU menjadi UU pesantren merupakan keputusan yang diambil melalui Rapat Paripurna ke-10 tahun sidang 2019-2020 tentang UU Pesantren yang digelar di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Selasa (24/9).

Pada akhir sidang, terlihat Fahri meminta persetujuan kepada seluruh anggota sidang dari seluruh fraksi yang hadir saat itu untuk mengesahkan RUU tersebut menjadi UU Pesantren.

“Apakah pembicaraan tingkat II pengambilan keputusan terhadap Rancangan Undang-undang tentang Pesantren dapat disetujui dan dapat disahkan sebagai UU?” Tanya Fahri sebagaimana dilansir dari CNNIndonesia.ComCNNIndonesia.Com

Ketika akhirnya Fahri mengetukkan palu sebagai tanda pengesahan RUU Pesantren, disambut dengan teriakan setuju dari para para wakil rakyat yang hadir. Ketokan palu tersebut secara resmi mengesahkan UU tentang Pesantren yang dinilai menghapus diskriminasi di dunia pendidikan.

“Tok!” suara menggema di ruangan. Sontak, para dewan rakyat bertepuk tangan dan melantunkan shalawat. Suara riuh shalawat juga terdengar dari arah balkon ruang rapat yang berasal dari para santri dan staf politik yang juga mengawal berjalannya pengesahan UU Pesantren. Seluruh peserta Rapat Paripurna tampak menyembut meriah pengesahan tersebut.

Menurut Wakil Ketua Komisi VIII Ali Taher, sebelum disahkan penyusunan RUU Pesantren telah dilakukan secara dinamis meliputi ketentuan umum, asas tujuan dan ruang lingkup, pengelolaan dana, partisipasi masyarakat hingga penutup.

“(dalam prosesnya) Kami telah mengundang asosiasi pesantren dan pesantren se-Indonesia. PBNU, Muhammadiyah dan lainnya dan menampung seluruh aspirasi dan memasukkannya ke dalam usulan UU, juga aspirasi Muhammadiyah,” ujar Ali.

Baca Juga :  Mengambil Pelajaran dari Lebah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here