Usia Nabi Muhammad Saat Abu Thalib Meninggal

1
52

BincangSyariah.Com – Nama asli Abu Thalib adalah Abdu Manaf bin Abdul Muththalib bin Hasyim. Namun kemudian lebih dikenal dengan nama Abu Thalib karena anak pertamanya adalah Thalib. Selain Thalib, ia masih memiliki anak yang lain, yaitu Ja’far bin Abi Thalib, Ali bin Abi Thalib, Aqil bin Abi Thalib, Fakhtihah binti Abi Thalib, dan Jumanah binti Abi Thalib.

Selain mengurus anak-anaknya, ia juga mengurus dan merawat Nabi Saw setelah Abdul Muththalib meninggal. Ia mengurus Nabi Saw hingga Nabi Saw dewasa, dan setelah beliau diutus menjadi nabi dan rasul, ia menjadi pelindung dan pendukung utama dakwah beliau.

Dalam kitab-kitab sirah disebutkan bahwa Abu Thalib meninggal pada tahun kesepuluh dari kenabian atau sepuluh tahun sejak Nabi Muhammad diutus menjadi nabi. Menurut kebanyakan para ulama, Nabi Saw diutus menjadi nabi pada usia empat puluh tahun. Dengan demikian, usia Nabi Saw pada saat Abu Thalib meninggal adalah lima puluh tahun (50). (Baca: Hikmah di Balik Siti Khadijah dan Abu Thalib yang Wafat di Tahun yang Sama)

Adapun usia Abu Thalib sendiri, para ulama berbeda pendapat. Dalam kitab Al-Ishabah disebutkan bahwa menurut Ibnu Hajar, ia meninggal dalam usia 80 tahun. Sementara menurut sebagian ulama, ia meninggal dalam usia 90 tahun.

Abu Thalib banyak membela Nabi Saw dan mencegah siapapun yang akan menyakiti dan mengganggu beliau. Namun begitu, ia masih tetap berpegang teguh pada agama kaumnya hingga ajal menjemputnya. Hanya Hamzah dan Al-Abbas yang masuk Islam dari paman-paman Nabi Saw, sementara lainnya termasuk Abu Thalib tidak masuk Islam.

Ini sebagaimana dikisahkan dalam hadis riwayat Imam Ahmad, dari Abu Hurairah, dia berkata;

Baca Juga :  Addas; Budak Nasrani dari Irak yang Terpesona Ucapan Nabi

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لعمِّهِ: قُلْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، أَشْهَدُ لَكَ بِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ: لَوْلَا أَنْ تُعَيِّرَنِي قُرَيْشٌ يَقُولُونَ: إِنَّمَا حَمَلَهُ عَلَى ذَلِكَ الْجَزَعُ لأَقْرَرْتُ بِهَا عَيْنَكَ فَأَنْزَلَ اللهُ: إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ

Rasulullah Saw berkata kepada pamannya; Ucapkanlah ‘Laa ilaaha illallah’, dengannya aku akan bersaksi untukmu pada hari kiamat. Ia menjawab; Sekiranya orang-orang Quraisy tidak mencelaku, dengan mengatakan ‘Yang menjadikan ia masuk Islam adalah rasa takut semata’, sungguh aku akan mengakui syahadatmu di depanmu. Lalu Allah menurunkan ayat; Sesungguhnya kamu tidak bisa memberi petunjuk kepada siapa saja yang kamu sukai.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here