Usia Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Dikhitan?

9
22833

BincangSyariah.Com – Khitan atau sunat adalah tindakan memotong ujung atau menghilangkan sebagian kulit kemaluan pria atau perempuan. Adapun bagian kulit yang dipotong tersebut disebut quluf, yaitu bagian ujung dari kulit kemaluan.

Ulama sepakat bahwa khitan disyariatkan dalam Islam, bagi laki-laki maupun perempuan. Hanya saja ulama berbeda pendapat terkait hukum khitan apakah wajib atau tidak. Ulama Syafiiyah mengatakan bahwa khitan hukumnya wajib baik bagi laki-laki maupun perempuan. Sedangkan menurut Imam Ahmad, khitan wajib bagi laki-laki, sementara bagi perempuan tidak wajib tetapi sangat baik dan mulia dilakukan.

Pada umumnya, perempuan dikhitan pada saat masih bayi, sementara pada anak laki-laki di masing-masing daerah berbeda-beda. Ada anak laki-laki dikhitan pada usia 3-5 tahun, ada juga pada usia 10-15 tahun, ada pula yang sudah dikhitan ketika sudah dewasa. Namun di Indonesia pada umumnya anak laki-laki dikhitan pada usia sekitar 3-7 tahun.

Pada usia berapa sebaiknya anak laki-laki dikhitan? Adakah ketentuan usia tertentu dalam Islam yang sebaiknya anak laki-laki dikhitan?.

Pada dasarnya, Islam tidak memberikan ketentuan khusus terkait usia ideal dan terbaik bagi anak laki-laki untuk dikhitan. Hanya saja bila anak laki-laki sudah mencapai usia baligh, maka hukumnya wajib untuk dikhitan karena pada usia tersebut dia sudah berkewajiban untuk melakukan perintah agama seperti shalat dan lain sebagainya.

Dalam kitab Alfiqhul Islami Wa Adillatuhu, Syaikh Wahbah Azzuhaili mengatakan bahwa dimakruhkan mengkhitan anak pada saat baru lahir dan pada usia tujuh hari. Menurut Imam Almawardi, usia terbaik yang disunahkan untuk khitan adalah pada saat anak laki-laki belum baligh. Sementara ketika sudah baligh, maka hukumnya sudah wajib dikhitan.
Ulama Malikiyah, sebagaimana disebutkan Syaikh Wahbah Azzuhaili, menganjurkan agar khitan bagi anak laki-laki dilakukan pada saat sudah wajib diperintah untuk melakasanakan shalat, yaitu pada saat usia sekitar 7-10 tahun.

Baca Juga :  Runtuhnya Bani al-Afthos dan Ulama Berpengaruh di Eranya

ويستحب ان يؤخر عند المالكية حتى يؤمر الصبي بالصلاة و ذلك من السبع الى العشر

Menurut ulama Malikiyah, dianjurkan menunda khitan hingga anak sudah wajib diperintah melakukan shalat, yaitu pada usia 7-10 tahun.

9 KOMENTAR

  1. […] Allohumma haadzihii sunnatuka wa sunnatu nabiyyika, sholawaatuka ‘alaihi wa aalihi, wattibaaun minnaa li nabiyyika bi masyiiatika wa irodatika wa qodhoo-ika li amrin arodtahuu wa qodhoo-in hatamtahuu wa amrin anfadztahuu wa azaqtahuu harrol hadiid fii khitaanihii wa hijaamatihii bi amrin anta anrofu bihii minnii. Allohumma fa thohhirhu minadz dzunuubi wa zid fi ‘umrihii wadfa’il aafaati ‘an badanihii wal awjaa-‘i ‘an jasmihii wa zidhu minal ghinaa wadfa’ ‘anhul faqro fa innaka ta’lamu wa laa na’lamu. (Baca: Usia Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Dikhitan?) […]

  2. Assalamualaikum…
    Saya mau bertanya boleh kh bayi laki-laki di sunat saat usia masih 2 bulan.. mohon pencerahannya jazakumullah…

  3. Terima kasih do’a ketika anak sunat sangat membantu kami, semoga Allah SWT dengan kebaikan yang berlimpah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here