Universitas King Abdulaziz, Salah Satu Universitas Terbaik Dunia

1
15

BincangSyariah.Com – King Abdulaziz University (KAU) atau Universitas King Abdulaziz adalah universitas negeri di Jeddah, Arab Saudi. Universitas ini didirikan pada 1967 sebagai universitas swasta oleh sekelompok pengusaha yang dipimpin oleh Muhammad Abu Bakr Bakhashab, termasuk seorang penulis bernama Hamza Bogary.

Pada 1974, status Universitas King Abdulaziz diubah menjadi universitas negeri berdasarkan keputusan Dewan Menteri Arab Saudi di bawah perintah Raja Faisal. Pada 2021, universitas ini menempati peringkat universitas Arab No.1 oleh Times Higher Education. Universitas ini berhasil menjadi 200 universitas teratas di dunia.

Sejarah Universitas

Universitas King Abdulaziz muncul dari rahim masyarakat, di mana didirikan atas inisiatif sekelompok pejabat dan pengusaha, dipimpin oleh Sheikh Muhammad Abu Bakr Bakhashab Pasha yang menyumbangkan sejumlah satu juta riyl sebagai angsuran pertama universitas pada 24 Juli 1964.

Dilansir dari situs resminya, www.kau.edu.sa, universitas ini membawa nama pendiri Arab Saudi. Universitas ini didirikan pada tahun 1387 H atau 1967 M sebagai universitas nasional yang bertujuan untuk menyebarkan pendidikan tinggi di wilayah barat Arab Saudi.

Anggota panitia pemrakarsa kemudian berkesempatan untuk bertemu dengan Raja Faisal Bin Abdulaziz yang mendukung penuh ide tersebut. Panitia pembentukan dibentuk dan dipimpin oleh Menteri Pendidikan saat itu yang bernama Syekh Hasan Bin Abdullah Al-Sheikh.

Universitas ini kemudian memulai tahun ajaran pertamanya atau 1388 H/1968 M dengan meresmikan program studi persiapan dengan jumlah mahasiswa yang berjumlah 68 mahasiswa laki-laki dan 30 mahasiswa perempuan. Setahun kemudian, universitas meresmikan fakultas pertamanya yakni Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Tahun berikutnya didirikan Sekolah Tinggi Seni dan Ilmu Pengetahuan Manusia.

Pada 1974, Dewan Menteri Arab Saudi memutuskan untuk menggabungkan universitas dengan pemerintah dan mengubah King Abdulaziz University menjadi universitas negeri. Keputusan besar ini mendorong transformasi yang mengesankan ke posisi universitas saat ini. Universitas ini telah menyaksikan kemajuan kuantitatif dan kualitatif yang luar biasa dalam hal pendaftaran dan keragaman program akademik.

Setelah resolusi kehormatan Dewan Menteri dikeluarkan pada 1394 H/1974 M dengan memasukkan universitas dalam pemerintahan, maka universitas swasta pun diubah menjadi universitas negeri dan keputusan lain dikeluarkan pada saat yang sama dengan memasukkan Kolese Syariat dan Perguruan Tinggi Pendidikan Tinggi yang sudah didirikan pada 1369 H/1949 M di Mekkah.

Dukungan yang terus menerus memiliki pengaruh besar dalam mengubah Universitas King Abdulaziz menjadi universitas modern dengan jumlah mahasiswa yang sekarang berjumlah 77.095 yang terdiri dari mahasiswa laki-laki dan perempuan. Universitas juga menempati tempat yang berbeda diantara institusi pendidikan tinggi di Kerajaan.

Universitas ini mencakup dua kampus terpisah menurut peraturan Islam, satu untuk laki-laki dan satu lagi untuk perempuan. Masing-masing kampus dilengkapi dengan semua fasilitas budaya, rekreasi, dan atletik, selain perpustakaan besar yang dilengkapi teknologi terkini untuk melayani siswa dan staf pengajar.

Dalam empat dekade, universitas ini menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di tingkat lokal dan internasional. Universitas ini menawarkan program pendidikan untuk mempersiapkan para lulusan melakukan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.

Perkembangan Universitas

Pada 1964, ide pendirian universitas swasta di kota Jeddah pada awalnya dikemukakan oleh Mohammed Ali Hafiz. Pada tahun yang sama, dibentuk pula panitia persiapan yang terdiri dari enam anggota, termasuk Mohamed Ali Hafiz dan Muhammad Abu Bakr Bakhashab. Tak lama kemudian, Putra Mahkota Faisal secara resmi menyetujui gagasan tersebut.

Pada 1965, komite eksekutif universitas dibentuk. Pada 1966, universitas ini mengadakan kompetisi untuk mendesain logo mereka. Desain pemenang diserahkan oleh Abdul-Halim Radwi, seniman lokal dari Jeddah. Pada 1967, universitas ini resmi didirikan sebagai universitas swasta, dengan tujuan untuk menyebarkan pendidikan tinggi di wilayah barat Arab Saudi.

Sebelum tanggal ini, tidak ada institusi pendidikan tinggi di Jeddah. Sasaran-sasaran ini dicapai melalui upaya para pebisnis papan atas dan tokoh-tokoh Saudi terkemuka; dan sebagai tambahan dengan bantuan dorongan dan dukungan finansial Raja Faisal.

Universitas memulai tahun akademik pertamanya pada tahun 1968, dengan jumlah siswa yang relatif kecil yakni 68 laki-laki dan 30 perempuan. Pada tahun 1969 didirikan fakultas pertama yakni Fakultas Ekonomi dan Administrasi. Pada tahun 1970, Fakultas Seni dan Humaniora pun turut didirikan.

Setelah berdiri, universitas memasukkan cabang untuk universitas lain seperti Universitas Teeba di Al-Madina Al-Monawarah yang menjadi universitas mandiri pada 1424 H/ 2003 M. Cabang Universitas Tabouk dan Universitas Jasan dari universitas ini kemudian menjadi universitas mandiri.

Universitas ini kemudian terus berkembang dalam kualitas dan kuantitas terbaik sejak didirikan hingga menjadi salah satu universitas terkemuka dalam hal jumlah mahasiswa, jumlah bidang studi ilmiah dan teoritis serta eksklusivitas spesialisasi tertentu seperti Ilmu Kelautan, Geologi, Teknik Nuklir, Teknik Medis, Meteorologi, dan Penerbangan dan Mineralisasi.

Universitas ini tidak hanya memiliki program mahasiswa reguler, tapi juga memiliki program eksternal untuk memudahkan semua mahasiswa mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu, dibentuk pula Dekan Pengajaran Jarak Jauh yang ditugaskan untuk mengatasi perkembangan teknologi pembelajaran dan pengajaran.

Universitas Terbaik Dunia

Saat ini, Universitas King Abdulaziz diakui sebagai universitas kelas dunia karena jangkauan dan kolaborasi internasional dalam penelitian, inovasi, akreditasi, dan pemeringkatan. Hal ini dilakukan sembari terus mempertahankan komitmen tradisional untuk memberikan pendidikan dan layanan masyarakat yang luar biasa.

Pada 2017, universitas ini memiliki hampir 31.000 siswa yang 28% diantaranya adalah internasional, dan dianggap sebagai salah satu universitas terbaik di dunia Arab. Konstruksi bangunan tersebut dirancang oleh arsitek Bangladesh-Amerika bernama Fazlur Rahman Khan.

Pada 2018, universitas ini menduduki peringkat universitas Arab pertama oleh Times Higher Education karena dampak yang sangat kuat dan pandangan internasional yang tinggi. Universitas ini juga berada di peringkat pertama dalam persentase dari total publikasi dengan kolaborasi internasional menurut peringkat US News.

Antara 2004 sampai 2014, King Abdulaziz University memberlakukan program untuk menarik komunitas internasional dan berhasil berkolaborasi dengan hampir 150 penelitian atau berbagai disiplin ilmu. Universitas telah mengembangkan mitra penelitian internasional, termasuk di Maroko di mana ia telah mengembangkan program penelitian bulan bersama dengan Observatorium Astronomi Oukaïmeden.

Universitas ini memiliki 13 pusat penelitian yang berbeda, terutama di bidang kedokteran khususnya genom medis dan osteoperosis, lingkungan dan energi, perubahan iklim, dan desalinasi. Pusat penelitian ziarah ke Mekkah atau Pusat Penelitian Haji yang diidirikan pada 1970-an oleh Sami Angawi melakukan serangkaian pekerjaan seputar acara keagamaan, terutama pada aspek logistik seputar ibadah haji.

King Abdulaziz University berada di peringkat antara 101-150 sejak 2020 menurut Peringkat Akademik Universitas Dunia. Selain itu, menurut US News dan World Report Peringkat Universitas Global Terbaik, Universitas King Abdulaziz berada di peringkat 51 pada 2020. Sementara itu, menurut QS World University Rankings, King Abdulaziz University juga berada di peringkat 143 pada 2021.

Alumni yang Terkenal

  1. Nahed Taher, pendiri Saudi dan CEO Gulf One Investment Bank, yang berkantor pusat di Bahrain. Pada tahun 2006, majalah Forbes menempatkan Taher ke-72 dalam daftar 100 PerempuanPaling Kuat di Dunia.
  2. Sulaiman Abdul Aziz Al Rajhi, ekonom miliarder Saudi, pemilik Al Rajhi Bank, orang terkaya ke-38 di dunia.
  3. Adel Fakeih, insinyur miliarderArab Saudi dan mantan walikota Jeddah.
  4. Manal al-Sharif, aktivis hak-hak perempuan Arab
  5. Osama Bin Laden, pemimpin al-Qaeda.
  6. Abdallah Bin Bayyah, sarjana Muslim, mengajar di universitas; Bin Bayyah memiliki kewarganegaraan Mauritania
  7. Adel Al-Hussain, BS, gelar Sarjana Akuntansi dengan pujian.
  8. Amr Dabbagh, ekonom dan pengusaha Saudi. Anggota Forum Ekonomi Dunia dan pendiri Forum Ekonomi Jeddah.
  9. Shalimar Sharbatly, seniman abstrak.
  10. Said Aqil Siradj, pemimpin Nahdlatul Ulama, organisasi Islam terbesar di dunia yang berada di Indonesia.

Universitas Terbaik Lainnya

Universitas Islam di Timur Tengah yang paling banyak dikenal orang adalah Universitas Al-Azhar di Mesir. Padahal, selain Al-Azhar, ada banyak universitas lain di Timur Tengah selain di negara Mesir yang juga memiliki kualitas internasional. Salah satunya adalah Universitas King Abdulaziz di Saudi Arabia. Selain universitas ini, ada banyak universitas terbaik dunia lainnya yang berada di Timur Tengah yang akan penulis bahas di artikel-artikel selanjutnya.[]

Baca: K.H. Said Aqil Siradj dan Kepakarannya dalam Pemikiran Islam yang Kurang Terdengar

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here