Ummu Rafi’ Salma; Perawat Perempuan Keluarga Rasulullah

0
565

BincangSyariah.Com – Nama lengkapnya Ummu Rafi’ Salma. Beliau adalah istri Abu Rafi’ khadim Rasulullah. Beliau diangkat menjadi pelayan perempuan di keluarga Rasul bersama suaminya. Tak hanya itu beliau juga sebelumnya pernah menjadi seorang budak dan dimerdekakan oleh Rasulullah. (Baca: Ummu Sulaim binti Milhan: Ibunda Sahabat Anas bin Malik)

Dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa “Saya pernah melayani Rasulullah bersama Khadrah, Ridhwa dan Maimunah binti Sa’ad. Dan Rasulullah membebaskan kita semua.” Dari sini mulai terjadi hubungan kedekatan Salma dengan keluarga Rasulullah.

Salma termasuk sahabat perempuan yang meriwayatkan hadis dari nabi. Bahkan Beliau juga berguru dengan beberapa keluarga Rasulullah. Salah satunya adalah Fatimah Az-Zahra. Dalam kitab Al-Isti’ab disebutkan mengenai periwayatan Salma dari Rasulullah.

Rasulullah pernah berwasiat mengenai kucing dan beliau berkata: perempuan disiksa karena telah menyakiti seekor kucing dengan diikat kucing tersebut bahkan tidak diberi makan serta tidak diperbolehkan makan rumput.”

Perjalanan Salma dengan keluarga Rasulullah dimulai ketika beliau menjadi budak dari Shafiyyah bibi Rasulullah, beliau dimerdekakan oleh nabi dan berhasil masuk Islam. Awal keislamannya, beliau banyak menyaksikan kejadian penyiksaan Nabi oleh Abu Jahal. Bahkan beliau melihat perlakuan yang tidak sepantasnya diberikan kepada Nabi.

Akhirnya beliau mendatangi Hamzah dan mengadu apa yang yang telah dilakukan Abu Jahal kepada nabi. Hamzah pun mendatangi Abu Jahal dan menanyakan maksud dari Abu Jahal menyiksa nabi. Abu Jahal tidak memberikan jawaban terkait pertanyaan yang diberikah oleh Hamzah.

Hamzah menghunuskan anak panahnya ke arah kepala Abu Jahal hingga kepalanya terluka dan mengeluarkan darah. Hamzah berkata dengan lantang, “Kau telah menghina dan berlaku buruk kepada Muhammad, kau tidak tahu bahwa aku telah memeluk agama yang dibawanya? Aku telah mengucapkan kalimat yang dia ucapkan.”

Baca Juga :  Tafsir Surah al-Sajdah Ayat 25; Allah Akan Memutuskan Perselisihan Hamba-Nya

Setelah mengetahui bahwa Nabi Muhammad telah memiliki pelindung yang kuat berada di barisan kaum muslimin, gangguan dan penindasan dari orang-orang musyrik Mekah berkurang drastis.

Hamzah masuk Islam ketika Nabi diperintahkan untuk memulai dakwah secara terang-terangan, yaitu ketika Nabi Muhamamd mengumpulkan keluarga dekatnya dan mengajak mereka masuk Islam, disitulah Hamzah menyatakan diri masuk Islam. Atas izin Allah, Pertemunnya dengan Salma ini membuka hati untuk masuk Islam.

Beberapa kejadian dialami oleh Salma yang menunjukkan kedekatannya dengan keluarga Rasulullah. Beliau masyhur sebagai seorang pelayan medis keluarga Rasulullah. Contohnya menjelang kelahiran anak Khadijah, beliau membantu proses kelahirannya. Bahkan tak hanya itu, beliau senantiasa memberikan beberapa kebutuhan yang harus disiapkan sebelum proses kelahiran.

Selain itu, beliau juga membantu proses kelahiran Mariyah. Saat kelahiran anak Mariyah, Salma memberi kabar terhadap suaminya terkait kelahiran istri Rasulullah. Kemudian Abu Rafi’ langsung memberi kabar gembiranya kepada Rasulullah. Tak hanya itu, Salma juga memberikan peran medis saat menjelang wafatnya Fatimah. Beliau menjadi sosok sahabat perempuan yang mendapatkan kesempatan memandikan Fatimah putri Rasulullah.

Pengabdiannya terhadap keluarga Rasulullah tidak hanya dilakukannya dalam perihal medis. Beliau termasuk pelayan dapur keluarga Rasulullah. Dalam kitab An-Nisa’ Min Ashr An-Nubuwwah disebutkan mengenai pengabdiannya pada keluarga Rasulullah.

Beliau salah satu pelayan yang bertugas menyediakan makanan keluarga Rasulullah. Suatu ketika Ja’far bin Abi Thalib gugur dalam perang Mu’tah, Salma membantu menyajikan makanan untuk keluarganya.

Disebutkan juga bahwa beliau menyajikan gandum yang diolah dan dicampur dengan minyak Zaitun serta ditaburi tambahan kacang diatasnya. Makanan ini disajikan dengan penuh rasa hormat. Inilah bentuk pengabdian Salma terhadap Rasulullah.

Dalam kitab Hayat As-Shahabah disebutkan mengenai pertanyaan sahabat kepada Salma terkait makanan yang disukai oleh Rasulullah

Baca Juga :  Khawarij, Kaum Ekstrimis pada Masa Awal Islam

Suatu ketika Ali Hasan bin Ali, Abdullah bin Ja’far dan Abdullah bin Abbas berkata: Hidangkanlah kami masakan yang menjadi kesukaan nabi. Maka Salma berkata : Wahai anakku, saya akan menghidangkannya. Salma mengambil gandum, menggilingnya dan mengayak gandum tersebut. Kemudian beliau menjadikannya roti dan dicampur dengan minyak Zaitun. Pada tahap terakhir beliau memberikan taburan kacang diatasnya. Setelah itu beliau baru menghidangkan kepada para sahabat. Salma berkata : Ini adalah makanan yang disukai oleh Rasulullah.”

Inilah kisah perjalanan Ummu Rafi’ Salma dalam kehidupannya bersama keluarga Rasulullah. Beliau hidup hingga akhir masa Khulafaurrasyidin.

Wallahu A’lam Bisshawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here