Ulasan Ibnu Arabi tentang Kehadiran Imam Mahdi

0
456

BincangSyariah.Com –Sang Ratu Adil, Messiah atau Imam Mahdi merupakan sosok yang memiliki arti penting dalam ajaran Yahudi, Kristen dan Islam. Konon, sebenarnya Islam tidak memiliki ide genuine tentang Imam Mahdi ini. Ide ini justru diadopsi dari pemikiran-pemikiran politik Yahudi di masa itu seperti Ka’ab al-Ahbar, Ibnu Saba’ dan lain-lain.

Dari merekalah, banyak orang syiah yang menimba inspirasinya untuk membangun sistem teologi mereka, terutama tentang teologi imamah. Istilah-istilah seperti al-washiyy, al-hulul, al-mahdiy dan seterusnya menurut sebagian pemikir Islam bukanlah istilah yang islami. Istilah itu, kata al-Jabiri dalam Naqd al-Aql as-Siyasi al-Arabi, diambil dari konsep-konsep politik orang-orang Yahudi.

Jika dalam dunia Tafsir, Hadis dan Sejarah, banyak sekali umat Islam, terutama di kalangan sahabat besar saat itu yang terpengaruh oleh kisah-kisah yang disampaikan oleh Ka’ab al-Ahbar dan Wahab bin Munabbih, maka dalam dunia politik, terutama di masa Uthman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib sebagian umat Islam saat itu banyak terpengaruh oleh gagasan-gagasan politiknya Ibnu Saba.

Menariknya tiga tokoh Yahudi yang masuk Islam ini semuanya berasal dari Yaman dan Yaman saat itu merupakan representas Arab selatan yang bersaing dengan wilayah Arab utara yang didominasi Quraisy.

Namun terlepas dari soal adanya pengaruh Yahudi soal Imam Mahdi ini, Ibnu Arabi dalam kitabnya Anqa’ Maghrib fi Khatmil Awliya wa Syamsil Maghrib membicarakan satu bab khusus di akhir kitabnya tentang prediksi kapan imam al-Mahdi akan muncul. Ulasan yang dikemukakannya memang penuh dengan bahasa-bahasa simbolis.

Seperti yang menjadi kebiasaannya dalam menulis kitab Futuhat Makkiyah, ulasan Ibnu Arabi tentang imam al-Mahdiy juga penuh dengan huruf-huruf dan angka-angka yang penuh misteri. Kata Ibnu Arabi, bagi orang yang tidak sesuai dengan madzhabnya dalam tasawwuf tidak akan dapat memahami huruf-huruf tersebut dengan baik.

Baca Juga :  Memahami Asmaul Husna ala Ibnu Arabi  

Ibnu Arabi menegaskan bahwa Imam Mahdi akan hadir setelah huruf kha’, fa dan jim yang dimulai dari masa kenabian.

Lalu apa makna di balik simbol huruf kha, fa dan jim? Ibnu Abi Wathil – salah satu murid Ibnu Arabi yang terkenal dan yang terbiasa membaca simbol-simbol dalam bentuk huruf dan angka dan melalui pembacaannya terhadap Anqa Maghrib karya Ibnu Arabi, Khal’un Na’lain karya Ibnu Qasi dan beberapa karya Ibnu Sab’in – menjelaskan bahwa kha adalah simbol dari angka 600, fa merupakan simbol dari angka 80 sedangkan jim ialah simbol dari angka 3. Jadi jika dihitung secara keseluruhan, Imam Mahdi menurut Ibnu Arabi akan muncul di tahun 683 hijriyyah dan itu artinya muncul di abad ketujuh.

Namun ketika waktu yang ditunggu-tunggu Imam Mahdi tak kunjung muncul juga, sebagian sufi yang mengikuti garis pemikiran Ibnu Arabi mencoba menafsirkan kembali maksud dari 683 hijriyyah. Mereka berpandangan bahwa di tahun itu, imam Mahdi tidaklah muncul melainkan baru terlahir di dunia ini.

Kemunculan Imam Mahdi, seperti yang dikutip Ibnu Khaldun dalam kitab al-Muqaddimah, akan terjadi setelah tahun 710 hijriyyah dan Imam Mahdi akan muncul di wilayah Maghrib atau Maroko.  Menurut Ibnu Abi Wathil, jika benar pandangan Ibnu Arabi yang mengklaim Imam Mahdi terlahir di tahun 683, berarti ia akan muncul di umurnya yang ke-26 tahun.

Sayangnya prediksi para sufi, termasuk di antaranya Ibnu Arabi, Ibnu Qasi, Ibnu Sab’in dan Ibnu Abi Wathil tentang kemunculan Imam Mahdi berdasarkan mukasyafah mereka meleset dan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Malah Imam Mahdi ini menjadi objek perebutan klaim. Banyak yang mengklaim diri sebagai Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu. Karena itu, kata Ibnu Khaldun, Imam Mahdi tidak akan mungkin muncul kembali. Klaim mukasyafah kaum sufi, termasuk yang sekaliber Ibnu Arabi pun patut dipertanyakan kebenarannya. Allahu A’lam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here