Ulama dalam Perumpamaan Pohon

0
681

BincangSyariah.Com – Siapakah yang disebut ulama? Para ahli mendefinisikan kata ini dengan caranya masing-masing. Salah seorang ulama terkemuka sekaligus seorang sufi Persia terbesar, yakni Jalaluddin Rumi, menjelaskan dengan cara yang menarik sekali.

Suatu hari ia ditanya santrinya: “Siapakah yang disebut ulama?” Ia tak mendefinisikannya sebagaimana para teoritikus tetapi memberikan perumpamaan yang amat menarik tentang siapa orang alim (orang berilmu) itu. Cara memberikan pengertian kepada publik melalui perumpamaan atau contoh adalah ciri khas Maulana Rumi.

Kata Rumi, “Ulama itu bagaikan pohon yang ditanam di tanah yang subur. Tanah itu menjadikan pohon tersebut berdiri kukuh dan kuat dengan daun-daun yang menghijau dan merimbun. Lalu ia mengeluarkan bunga dan menghasilkan buah yang lebat. Meski dialah yang menghasilkan bunga dan buah itu, tetapi ia sendiri tak mengambil buah itu. Buah itu untuk orang lain atau diambil mereka, bukan untuk diri sendiri. Jika manusia bisa memahami bahasa pohon itu, maka ia sesungguhnya berkata:

عَلَّمَنَا اللهُ اَنْ نُعْطِى وَلَا اَنْ نَاْخُذَ

 Allah mengajari kami untuk memberi, bukan untuk meminta.

Penyair Persia termasyhur, Sa’di Syirazi, menyampaikan pandangan yang sangat indah tentang siapa ulama bijak bestari atau sufi. Ia mengatakan:

اَنّ الْعارِفَ أَوْ الصُّوفِى هُوَ الَّذِى يَخْدُمَ النَّاسَ لَا الّذِى يَخْتَارُ الْعُزْلَةَ وَالْاِعْتِكَافَ

Seorang bijak bestari atau sufi adalah dia yang melayani manusia, bukan yang memilih mengasingkan diri dari hiruk-pikuk dunia dan duduk-duduk saja di masjid (itikaf).[]

[Tulisan ini disadur dari buku Lawaamii’ al-Hikmah ‘Pendar-pendar Kebijaksanaan’]

Baca Juga :  Menapaki Jalan Ridha Atas Puisi Jalaluddin Rumi


BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here