Turunnya Wahyu yang Kedua kepada Nabi Muhammad saw.

1
19807

BincangSyariah.Com – Setelah menerima wahyu yang pertama kalinya di gua Hira’, Rasulullah saw. tidak menerima kembali wahyu yang kedua selama empat puluh hari. Padahal, beliau sangat rindu sekali dan sangat ingin menerima kembali wahyu yang berikutnya.

Lalu, ketika Rasulullah saw. sedang berjalan-jalan, tiba-tiba beliau mendengar suara dari langit. Lalu, beliau mengangkat wajahnya ke langit. Beliau melihat malaikat yang pernah mendatanginya saat di Gua Hira. Malaikat itu sedang duduk di antara langit dan bumi.

Rasulullah saw. kembali merasa takut mengingat perlakuan malaikat itu kepada dirinya saat menyampaikan wahyu yang pertama di Gua Hira’. Beliau pun kembali ke rumah dan berkata kepada keluarganya, “Selimutilah aku, selimutilah aku.”

Kemudian, Allah swt. menurunkan wahyu yang kedua, yakni surah Al-Muddatstsir sebagai berikut.

يٰٓاَيُّهَا الْمُدَّثِّرُۙ (1) قُمْ فَاَنْذِرْۖ (2)

Wahai orang yang berkemul (berselimut)! bangunlah, lalu berilah peringatan!

Penjelasan ayat: Berilah peringatan umat manusia dengan azab Allah jika mereka tidak mau juga kembali dari kesesatan dan penyembahan berhala seperti apa yang dilakukan oleh nenek moyang mereka.

وَرَبَّكَ فَكَبِّرْۖ (3)

dan agungkanlah Tuhanmu,

Penjelasan ayat: Khususkanlah Dia dengan pengagunganmu terhadap-Nya, dan janganlah kamu menyekutukan-Nya dengan selainnya.

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْۖ (4)

dan bersihkanlah pakaianmu,

Penjelasan ayat: Bersihkanlah pakaianmu agar kamu benar-benar menyiapkan diri untuk berdiri di hadapan Allah swt., karena tidak pantas bagi seorang mu’min melakukan hal itu (beribadah) dalam keadaan kotor dan berpakaian yang najis.

وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْۖ (5)

dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji,

Penjelasan ayat: Tinggalkanlah hal-hal yang menyebabkan datangnya azab, yaitu dengan cara taat kepada Allah swt. dan melaksanakan perintah-Nya.

وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُۖ (6)

dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.

Penjelasan ayat: Janganlah kamu memberi kepada seseorang suatu pemberian, sedangkan kamu mempunyai maksud untuk mendapat balasan yang lebih banyak dari apa yang telah kamu berikan kepadanya. Sebab, hal itu bukanlah termasuk sifat orang yang dermawan.

Baca Juga :  Belajar Tauhid; Cara Kita Mengimani Sifat Sama’ Allah Swt.

وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْۗ  (7)

Dan karena Tuhanmu, bersabarlah.

Penjelasan ayat: Kamu harus bersabar atas apa yang akan menimpa dirimu, yakni akibat dari perlakuan kaummu yang menyakitkan ketika kamu menyeru mereka untuk menyembah Allah swt.

Sumber: kitab Nurul Yaqin Fii Siirati Sayyidil Mursalin karya Syekh Muhammad Al-Khudhari Bek

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here