Tujuh Fakta Sejarah Arsitektur Masjid Agung Uqbah bin Nafi di Tunisia

1
1450

BincangSyariah.Com – Masjid Agung Kairouan atau dikenal dengan Masjid Uqbah bin Nafi merupakan salah satu masjid tertua di Afrika Utara. Didirikan oleh Uqbah bin Nafi pada tahun 50 H di pusat kota Kairouan, Tunisia. Sejak awal didirikan, masjid ini sudah memiliki area yang cukup luas serta dibangun dengan arsitektur modern.  Sehingga masjid ini menjadi kiblat bagi masjid-masjid lainnya di Afrika Utara. Najwa Utsman dalam Masajid al-Qairouan memiliki banyak keunikan. Ini tujuh fakta di antaranya.

Pertama, mihrab dari abad 1 Hijriah. Sejak didirikannya, masjid Uqbah bin Nafi telah mengalami banyak perbaikan dan perluasan. Seperti yang dilakukan oleh Hasan bin Numan (80 H) , Basyar bin Sofwan (105 H), Yazid bin Hatim (155 H) dan Ziyadatullah bin Aghlab (221 H). Uniknya, semua perombakan tersebut dilakukan tanpa mengubah mihrab masjid yang dikenal dengan Mihrab Uqbah. Mihrab ini dibangun oleh Uqbah bin Nafi’ pada tahun 50 H dan masih bertahan sampai sekarang.  Hal tersebut untuk mengenang jasa – jasa  Uqbah terutama saat pertama kali menentukan arah kiblat masjid tersebut. (Islam Tak Membatasi Bentuk Arsitektur Masjid)

Kedua, kubah dengan arsitektur terbaru. Kubah yang terletak di atas mihrab didirikan pada tahun 221 H, ketika Ziyadatullah bin Aghlab merenovasi bangunan masjid. Kubah ini diperkirakan sebagai kubah tertua yang menggunakan arsitektur terbaru dalam  dunia Islam. Kubah ini berbentuk setengah lingkaran yang dikombinasikan dengan bangunan berbentuk persegi empat.

Ketiga, kubah di atas pintu masuk masjid.  Selain kubah yang terletak di atas mihrab, masjid ini memiliki kubah di atas pintu masuk masjid atau yang dikenal dengan Qubbat al-Bahwi, kubah ini dapat dilihat dengan jelas dari halaman masjid. Kubah tersebut mengarah ke arah kiblat sejajar lurus dengan kubah mihrab. Pembangunan kubah ini erat kaitannya dengan perluasan masjid yang kala itu sudah tidak mampu menampung para jamaah. Para sejarawan berpendapat bahwa kubah ini dibangun pada masa Ibrahim bin Ahmad bin Aghlab tahun 261 H. Namun pendapat lainnya mengatakan dibangun pada masa Abu Ibrahim Ahmad bin Aghlab yang berkuasa di tahun 242 H  – 249 H. Sejak saat itu, masjid – masjid besar di Ifriqiya mempunyai ciri khas dengan memiliki dua kubah seperti yang terdapat di Masjid Zaitunah dan Masjid Sfax.

Baca Juga :  Meneropong Tradisi Halal bi Halal di Indonesia

Keempat, menara masjid dibangun di atas sumur. Masjid Uqbah memiliki menara dengan tinggi lebih dari 30 meter yang disinyalir sebagai menara masjid tertua di Afrika Utara. Menara tersebut berfungsi sebagai tempat untuk mengumandangkan adzan dan mengintai pergerakan musuh. Berbentuk persegi empat layaknya menara masjid yang banyak dijumpai di masa Dinasti Umawiyah. Permukaan bagian bawahnya berukuran lebih besar. Oleh karena itu semakin ke atas, area menara semakin mengkerucut. Selain itu, bentuknya mirip dengan menara pengawas yang biasa ditempati oleh para pemanah, dengan beberapa jendela yang mengarah ke barat dan utara. Hal tersebut dikarenakan pada saat itu Kairouan merupakan ibukota wilayah Islam bagian barat yang harus dijaga ketat. Para sejarawan berpendapat bahwa menara ini dibangun oleh Basyar bin Sofwan sekitar tahun 105 H –  110 H, namun ada juga yang berpendapat menara dibangun oleh Ziyadatulloh bin Aghlab pada tahun 221 H. Selain itu uniknya, menara ini dibangun di atas sumur.

Kelima, terdapat dekorasi berbau Romawi. Banyak ditemukan ukiran – ukiran ala Romawi seperti tulisan latin yang berada di benteng masjid. Kemudian di bagian tiang – tiang masjid terdapat ukiran berbentuk burung, yang disinyalir terinspirasi dari peradaban Romawi yang terkenal dengan keindahan seninya.

Keenam, mimbar dengan perpaduan seni Baghdad dan Kairouan. Mimbar masjid Uqbah dibuat pada masa Abu Ibrahim Ahmad bin Aghlab. Mimbar ini dibuat dari bahan – bahan berkualitas yang berasal dari berbagai wilayah termasuk Baghdad. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian khalifah Abbasyiah terhadap masyarakat Maghrib dan keluarga Aghlabiyah. Hiasan yang terdapat dalam mimbar merupakan perpaduan antara seni Baghdad dan Kairouan. Mimbar ini termasuk salah satu mimbar tertua di dunia Islam yang masih ada sampai sekarang. Mimbar tersebut terkenal dengan keindahan bentuk serta dekorasinya.

Baca Juga :  Tauhid Menurut Abu Hasan Al Asy'ari

Ketujuh, penampungan air dan jam matahari. Di halaman masjid terdapat dua jam matahari, dulu jam ini digunakan untuk menentukan waktu solat dengan memanfaatkan sinar matahari. Selain itu terdapat juga penampungan air berfungsi untuk menyimpan air terutama saat musim hujan agar dapat dimanfaatkan untuk keperluan masyarakat.

1 KOMENTAR

  1. […] Selain itu, ia juga ditugaskan untuk membuat strategi perang. Pada tahun 50 H, ia datang kembali ke Afrika dengan pasukan yang lebih banyak dan berhasil mengalahkan pasukan musuh terdiri dari suku Barbar yang bekerjasama dengan pasukan Romawi. Agar dapat menguasai wilayah Magribi yang begitu luas, ia mendirikan pos pusat berupa sebuah kota yang kemudian diberi nama Kairouan. (Arsitektur Masjid Agung Uqbah bin Nafi) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here