Tujuan Diciptakannya Telinga Menurut Imam Ghazali

0
898

BincangSyariah.Com – Imam Ghazali dalam Bidayatul Hidayah menjelaskan bahwa telinga merupakan pintu masuk utama agara hidayah bisa sampai ke hati.

Dalam kitab yang beliau dedikasikan bagi orang-orang yang berharap mendapat hidayah tersebut, Imam Ghazali menegaskan bahwa bukan hanya mata yang bisa buta dari melihat hidayah, begitu pula telinga bisa tuli sehingga ia tidak bisa mendengar hidayah yang disampaikan padanya. Hal tersebut karena telinganya sudah terbiasa mendengar hal-hal yang buruk dan tercela.

Karena itu, jelas Imam Ghazali, adapun telinga maka peliharalah ia agar tidak mendengar bidah, gibah, perkataan keji, batil, atau kejelekan orang.

Telinga tersebut diciptakan untuk manusia agar bisa mendengar kalam Allah Swt, sunah Rasulullah Saw, dan kata hikmah para wali serta agar bisa mempergunakannya untuk bisa menggapai surga yang penuh kenikmatan, kekal abadi di sisi Tuhan Penguasa alam semesta.

Jika seorang muslim mempergunakan telinga tersebut pada sesuatu yang dibenci Allah, seperti menggunjingkan aib orang lain,  maka telinga akan menjadi beban atau musuh baginya. Begitu pula ia akan berbalik arah dari yang seharusnya bisa mengantarkannya menuju kesuksesan, menjadi mengantarkan menuju kehancuran. Ini benar-benar merupakan kerugian.

Imam Ghazali menegaskan jangan pernah mengira bahwa dosa bergunjing atau mendengarkan hal-hal tercela dan batil hanya dibebankan kepada si pembicara, sedangkan si pende­ngar terbebas dari dosa. Karena, dalam sebuah riwayat disebut­kan pendengar adalah sekutu bagi yang berbicara. Sebab Ia adalah salah satu pihak dari dua orang yang sedang  bergunjing, karena bergunjing tidak akan terjadi jika tidak ada pendengarnya.

Wallahu’alam.

Baca Juga :  Sebab Datang dan Hilangnya Hidayah Menurut Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here