Tradisi Unik Jamaah Haji yang Baru Pulang Tidak boleh Keluar Rumah Selama 40 Hari

0
1336

BincangSyariah.Com – Di beberapa daerah di Indonesia, khususnya di Jawa, ada sebuah kepercayaan yang menyebutkan bahwa jamaah haji yang baru pulang ke tanah air tidak boleh keluar rumah selama 40 hari. Kepercayaan ini masih dipegang hingga kini meski sebagian besar diantara masyarakat tidak memahami apa tujuan dari tradisi ini. Mereka hanya memahami bahwa hal itu tidak diperbolehkan, itu saja. Konon, jika mereka keluar rumah sebelum 40 hari, maka akan membuat hajinya menjadi batal.

Dalam penelusuran literatur fikih klasik, ternyata ditemukan sebuah referensi yang menyebutkan tentang hal itu, meski secara spesifik tidak sampai menegaskan larangan keluar rumah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hasyiyah al-Jamal, juz II, h. 553:

وَيُنْدَبُ لِلْحَاجِّ الدُّعَاءُ لِغَيْرِهِ بِالْمَغْفِرَةِ وَإِنْ لَمْ يَسْأَلْهُ وَلِغَيْرِهِ سُؤَالُهُ الدُّعَاءَ بِهَا وَفِي الْحَدِيثِ «إذَا لَقِيت الْحَاجَّ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَصَافِحْهُ وَمُرْهُ أَنْ يَدْعُوَ لَك فَإِنَّهُ مَغْفُورٌ لَهُ» قَالَ الْعَلَّامَةُ الْمُنَاوِيُّ ظَاهِرُهُ أَنَّ طَلَبَ الِاسْتِغْفَارِ مِنْهُ مُؤَقَّتٌ بِمَا قَبْلَ الدُّخُولِ فَإِنْ دَخَلَ فَاتَ لَكِنْ ذَكَرَ بَعْضُهُمْ أَنَّهُ يَمْتَدُّ أَرْبَعِينَ يَوْمًا مِنْ مَقْدِمِهِ وَفِي الْإِحْيَاءِ عَنْ عُمَرَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – أَنَّ ذَلِكَ يَمْتَدُّ بَقِيَّةَ الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمِ وَصَفَرٍ وَعِشْرِينَ يَوْمًا مِنْ رَبِيعٍ الْأَوَّلِ.

“Dan disunnahkan bagi seorang haji untuk mendoakan ampunan bagi orang lain, meskipun orang tersebut tidak minta didoakan, dan sebaiknya orang lain meminta didoakan ampunan pada haji. Didalam hadits disebutkan: “Jika kalian menemui seorang haji, sampaikan salam padanya, berjabatan tanganlah dengannya, dan minta agar dia mendoakanmu, karena dia sedang berada dalam kondisi diampuni dosa-dosanya”. Imam al-Manawi berkata: “Jelasnya, permintaan agar mendoakan ampunan dari seorang haji itu memiliki batasan waktu yakni sebelum dia masuk ke dalam rumah. Jika dia sudah masuk rumah, maka tidak ada anjuran lagi”. Namun sebagian ulama lain menyebutkan bahwa batasan waktunya hingga 40 hari sejak kedatangannya. Sementara dalam Kitab Ihya, menukil dari pernyataan Sahabat Umar RA, batasan waktunya memanjang hingga sisa bulan dzul hijjah, muharram, safar, dan hari kedua puluh di bulan Rabiul Awal”.

Dari pemaparan diatas bisa kita pahami bahwa ada kesunnahan bagi seorang haji yang baru pulang untuk mendoakan orang lain, dan sebaliknya orang lain meminta doa kepada haji dengan durasi yang batasannya menuruit satu pendapat adalah hingga ia masuk rumah. Pendapat lain menyebutkan hingga 40 hari, dan pendapat terakhir menyebutkan hingga tanggal 20 Rabiul Awal.

Baca Juga :  Abi Syuja’: Penulis Kitab Taqrib yang Terlupakan

Dari kesunnahan tersebut kemudian dipahami oleh masyarakat Indonesia bahwa sebaiknya seorang jamaah haji yang baru pulang jangan keluar dari rumah hingga 40 hari, karena sangat mungkin hingga 40 hari tersebut akan banyak sekali tamu yang berdatangan untuk meminta doa kepadanya.

Namun demikian, substansi kesunnahannya bukanlah pada keluar rumahnya atau tidak, namun pada kesunnahan untuk mendoakan dan meminta doa. Sehingga sebenarnya tidak ada larangan sama sekali bagi jamaah haji yang baru pulang untuk keluar rumah apalagi kalau keluar rumahnya dengan tujuan untuk sholat berjamaah di Masjid atau mencari nafkah demi keluarganya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here