Tips Memuliakan Kitab Ala Ta’lim Muta’allim

1
5146

BincangSyariah.Com – Termasuk arti memuliakan ilmu adalah dengan memuliakan kitab. Atau lembaran-lembaran yang mengandung ilmu-ilmu yang para santri biasanya pelajari dari ustad dan kiainya.

Karena itu mengangungkan atau menghormati kitab yang sedang dipelajari, menurut Syaikh Burhanuddin dalam kitabnya Ta’lim Muta’allim, termasuk bagian dari adab yang harus dilakukan seorang santri saat menuntut ilmu. Di antara adab-adab memuliakan kitab ala Ta’lim Muta’allim adalah

Pertama. Berwudhu sebelum memulai mengaji ilmu.

Sebaiknya santri jika hendak mengambil kitabnya itu selalu dalam keadaan suci. Diceritakan dalam kitab yang menjadi pedoman adab menuntut ilmu bagi para santri ini, bahwa suati hari Imam Al-Khulwaniy pernah berkata :

إنما نلت هذا العلم بالتعظيم، فإنى ما أخذت الكاغد إلا بطهارة

“Hanya saya dapati ilmu ilmuku ini adalah dengan mengagungkan. Sungguh, saya tidak akan mengambil kertas belajarku kecuali dalam keadaan suci.”

Begitu pula bagaimana Imam As-sarkhasiy memperlakukan kitab dengan sangat hotmat. Seperti pada suatu malam beliau mengulang kembali pelajaran-pelajarnnya yang terdahulu, kebetulan waktu itu beliau terkena sakit perut, jadi sering kentut. Sehingga beliau sampai melakukan 17 kali berwudlu dalam satu malam tersebut, karena mempertahankan supaya belajar dalam keadaan suci.

Demikianlah sebab ilmu itu cahaya, wudupun cahaya. Dan cahaya ilmu akan semakin cemerlang bila di barengi cahaya berwudhu.

Kedua, jangan meletakkan sesuatu di atas kitab

Jangan sampai menaruh sesuatu di atas kitab, seperti meletakkan kitab tafsir di atas kitab-kitab lain. Jangan pula membentangkan kaki ke arah kitab apalagi sampao meletakkan kaki di atasnya.

Menurut cerita Syaikh Burhanuddin dalam kitabnya, pernah ada seorang ulama yang mengtakan ada seoranag ahli fikih yang meletakan botol tinta di atas kitab. Ulama itu berkata :“Tidak bermanfaat ilmumu.”
Kalau yang demikian itu tidak dimaksud meremehkan, maka tidak mengapalah. Namun lebih baiknya disingkiri saja.”

Baca Juga :  Speaker Masjid yang Bidah Dalalah dan Intoleran

Ketiga, hendaknya menulis catatan yang rapih di atas kitab

Termasuk pula arti mengagungkan, hendaknya menulis kitab sebaik mungkin. Jangan kabur, jangan pula membuat catatan penyela/penjelas yang membuat tulisan kitab tidak jelas lagi, kecuali terpaksa harus dibuat begitu.
Abu hanifah pernah mengetahui seorang yang tidak jelas tulisannya, lalu beliau berujar:

لا تقرمط خطك، إن عشت تندم وإن مت تشتم

“Jangan kau bikin tulisanmu tidak jelas, sedang kau kalau ada umur panjang akan hidup menyesal, dan jika mati akan dimaki.”

Maksudnya, jika nanti engkau semakin tua dan matamu rabun, maka tulisan yang tidak rapi dan tidak jelas akan sulit dilihat sehingga engkau akan menyesali perbuatanmu sendiri itu.

Keempat. Tidak memakai warna merah untuk memaknai kitab.

Sebaiknya pula jangan ada warna merah di dalam kitab, karena hal itu perbuatan kaum filsafat bukan ulama salaf. Lebih dari itu ada di antara guru-guru kita yang tidak suka memakai kendaraan yang berwarna merah.

Kelima. Buatlah kitab menjadi format persegi

Zaman dahulu mungkin bentuk kitab bermacam-macam. Karenanya Syaikh Burhanuddin menyarankan agar membuat firmat kitab menjadi persegi, hal itu untuk memudahkan saat akan mengulang pelajaran. Beliau berkata:

وينبغى أن يكون تقطيع الكتاب مربعا، فإنه تقطيع أبى حنيفة رحمه الله تعالى، وهو أيسر على الرفع والوضع والمطالعة

“Sebaiknya format kitab itu persegi empat, sebagaimana format itu pulalah kitab-kitab Abu Hanifah. Dengan format tersebut, akan lebih memudahkan jika dibawa, diletakkan dan mengulang pelajaran kembali.”

1 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Sebagai pencari ilmu tentunya selain membaca kita dituntut untuk meghafal apa yang telah kita pelajari. Selain dengan cara mengamalkannya langsung dalam kehidupan sehari-hari dan senantiasa berdoa memohon kepada Allah agar dikuatkan hapalannya ada beberapa cara untuk menguatkan hafalan menurut penuturan Syekh Zarnuji yang terkenal dengan karyanya Ta’limul Muta’allim. […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here