Tingkatan Menangis Mengingat Allah Menurut Ulama Sufi

1
24

BincangSyariah.Com – Menangis mengingat Allah merupakan hal yang dianjurkan dalam ilmu tasawuf. Syekh Ahmad Ar-Rifai Al-Kabir, dalam salah satu karyanya menjabarkan tentang macam-macam tangisan. Hal itu termaktub dalam kitab Halatu Ahli Al-Haqiqati Ma’allahi Ta’ala (juz 1 Hlm. 149)

واعلم أن البكاءَ بكاءُ العين، وبكاءُ القلب وبكاء السر، فأما بكاءُ العين فهو لأهل المعرفة من المنيبين. وأما بكاء القلب فهو لأهل المعرفة من المريدين. وأما بكاء السر فهو لأهل المعرفة من المحبين

Ketahuilah! Tangisan itu beraneka macam, ada tangisan mata, tangisan hati, dan tangisan sir (tersembunyi). Adapun tangisan mata bagi ahli makrifat ialah sebagian dari orang yang kembali pada Allah (taubat). Adapun tangisan hati bagi ahli makrifat ialah sebagian dari orang yang hendak mendekatkan diri (pada Allah SWT). Adapun tangisan sir (rahasia) bagi ahli makrifat ialah sebagian dari orang yang mencintai (Allah SWT).

Masih di halaman yang sama beliau juga menjabarkan macam-macam derajat menangis mengingat Allah.

درجات البكاء والبكاء على خمسة أوجه:   بكاءُ الحياء, مثل بكاء آدم، وبكاء الخطيئة، مثل بكاء داود، وبكاء الخوف مثل بكاء يحيى بن زكريا، وبكاء الفقد، مثل بكاء يعقوب، وبكاء الهيبة، مثل بكاء سائر الأنبياء، وهو قوله تعالى: إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَٰنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا

Tingkatan tangisan itu ada lima macam: tangisan malu, seperti tangisan Nabi Adam, tangisan kesalahan, seperti tangisan Nabi Daud, tangisan takut, seperti tangisan Nabi Yahya, tangisan kehilangan, seperti tangisan Nabi Ya’qub, tangisan segan, seperti tangisan para semua para Nabi pada umumnya, tangisan tersebut seperti firman Allah Swt, “Apabila dibacakan kepada mereka ayat Allah Yang Maha Pengasih, maka mereka tersungkur sujud seraya menangis.”

Nabi Adam merasa malu kepada Allah Swt, karena ia melanggar larangan-Nya, sehingga ia larut dalam tangisan yang berkepanjangan. Nabi Adam memohon ampunan kepada Allah atas kesalahannya. bahkan selama tiga ratus tahun ia tidak melihat ke langit karena malu kepada Allah.

Nabi Daud pernah didatangi dua orang yang berselisih, keduanya meminta kebijakan pada Nabi Daud, atas masalah yang mereka hadapi, namun keputusan Nabi Daud keliru, sehingga Allah menegurnya, akhirnya Nabi Daud menyesal dan bersujud selama empat puluh hari tampa mengangkat kepalanya, rumput-rumput di sekitar tempat sujud Nabi Daud tumbuh saking lamanya bersujud, meminta ampunan kepada Allah.

Nabi Yahya adalah seorang Nabi yang senang menyendiri. Ia senang beribadah kepada Allah, terkadang dalam waktu menyendiri ia makan dedaunan dan minum air sungai, ia selalu menangis karena takut kepada ancaman Allah, sehingga matanya bengkak, pipinya selalu basah dengan air mata. Nabi  Ya’kub puluhan tahun berpisah dengan belahan jiwanya yaitu Nabi Yusuf putra yang paling disayanginya, Nabi Ya’kub sering menangis menahan gelojak rindu ingin bertemu dengan putranya, air mata berjatuhan di pipinya dan bola matanya yang hitam berubah menjadi putih.

Para Nabi dan para kekasih Allah banyak menangis karena disebabkan segan dengan kharisma tuhannya, seperti ketika dilantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, mereka banyak menangis dan bersujud, kepada Allah Swt. Oleh karena itu kita sebagai hamba yang lemah perbanyaklah menangis karena takut kepada Allah dan perbanyaklah bersujud. Wallahu A’lam Bissawab.

100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here