Tiga Tipe Manusia Menurut Khalifah Al-Makmun, Tipe Nomor Tiga Menyebalkan

0
1403

BincangSyariah.Com – Salah satu khalifah yang masuk dalam hitungan masa keemasan Islam adalah khalifah al-Makmun, putra dari khalifah Harun al Rasyid. Masa di mana gerakan penerjemahan sangat digalakkan dan mulai bermunculan hasil karya para ilmuwan yang karyanya diberi imbalan dengan gaji atau emas yang setara dengan berat karya mereka. Minat baca masyarakat yang cukup tinggi turut membuat perkembangan ilmu pengetahuan mencapai puncaknya.

Salah satu karya khalifah al-Makmun adalah A’lam al-Khulafa al-Abbasiyyin, di mana beliau sempat menjelaskan tiga tipe manusia. Dari situ banyak orang yang akhirnya mengerti dan paham akan jenis manusia yang berbeda-beda, sehingga tidak mengejutkan jika dipertemukan dengan jenis manusia terburuk pun. Di dalamnya disebutkan:

الناس ثلاث: رجل منهم مثل الغداء لا بد منه ومنهم كا الدواء يحتاج إليه في حال المرض ومنهم كاالداء مكروه على كل حال

Manusia itu ada tiga jenis. Ada yang seperti makanan, yang selalu dibutuhkan oleh orang lain. Ada yang seperti obat, diperlukan oleh orang lain saat sakit. Ada pula yang seperti penyakit, selalu dibenci oleh orang lain.

Tipe manusia yang pertama adalah manusia yang terus dibutuhkan oleh manusia lainnya. Dalam pernyataan khalifah al-Makmun di atas, beliau membuat permisalan dengan makanan, ya layaknya makanan yang akan terus dibutuhkan makhluk hidup untuk bertahan hidup. Begitupun dengan manusia jenis pertama ini, ia adalah sosok yang dibutuhkan dan memberi manfaat untuk orang di sekitarnya. Yang demikian terbilang sebagai manusia yang bermanfaat dan kelak akan dimudahkan oleh-Nya. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ الله عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ, ةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ الله عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Baca Juga :  Peran Cina dalam Menyebarkan Islam di Nusantara

Barang siapa yang memudah kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang dalam kesulitan niscaya akan Allah memudahkan baginya di dunia dan akhirat” (HR. Muslim).

Tipe manusia yang kedua adalah manusia yang dibutuhkan pada saat-saat tertentu. Bak sebuah obat, tidak diminum setiap malam dalam sebulan, melainkan diminum kala sakit saja. Begitupun dengan manusia, ada juga tipe manusia yang hanya ada di saat butuh dan perlu. Setelah itu, ia bisa mengabaikan hingga waktu yang tidak ditentukan kemudian datang lagi karena sedang butuh lagi. Tipe manusia yang kedua ini kadang menyebalkan, namun begitulah tabiat obat yang harus diminum meski terasa pahit. Meski menyebalkan, manusia jenis ini harus dihadapi dengan elegan.

Adapun tipe manusia yang ketiga atau terakhir adalah manusia yang selalu dibenci oleh manusia lainnya. Kadang, meski telah banyak mengeluarkan berbagai macam cara agar orang lain menyukai, pasti masih ada beberapa orang yang membenci. Mungkin orang lain sudah terlanjur menilainya sebagai penyakit, hingga apapun kondisinya ia akan tetap menjadi sosok yang serba salah dan terus dibenci. Namun jika ada seseorang yang kadang berperan menjadi manusia yang jenis ketiga ini, yang bahkan dalam kondisi benar pun masih tetap dibenci, cukup kuatkan mental dan hadapi dengan senyuman.

Tiga jenis manusia yang disebutkan di atas akan dijumpai dalam kehidupan dan akan terus mewarnai hari-hari selanjutnya. Oleh karena itu, semoga sedikit pemaparan tersebut bisa menjadi bekal untuk menjadi manusia yang baik dan tegar menghadapi beberapa tipe manusia yang kadang menyebalkan dan juga menyenangkan.

Baca Juga :  Gus Dur dan Radikalisme

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here