Tiga Tantangan dalam Kehidupan Beragama

2
22

BincangSyariah.Com – Ada tiga tantangan dalam kehidupan beragama, terutama dalam agama Islam.

Tiga tantangan dalam kehidupan beragama tersebut adalah radikalisme agama, ektstremisme agama dan pluralisme agama yang diajarkan secara tidak tepat.

Pertama, radikalisme agama.

Radikalisme agama adalah sikap tidak toleran, fanatik, eksklusif, dan revolusioner. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), radikalisme memiliki tiga arti.

Radikalisme dicatat sebagai paham atau aliran yang radikal dalam politik, atau sikap ekstrem dalam aliran politik.

Radikalisme juga diartikan sebagai paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis.

Kedua, ekstremisme agama.

Istilah ekstremisme agama biasanya muncul setelah seseorang menjadi radikal atau telah melewati proses radikalisasi dan memiliki paham radikalisme terlebih dahulu.

Ekstremisme agama biasanya dibarengi dengan tindakan kekerasan yang pada gilirannya akan menuju ke tindakan terorisme yang akibatnya akan mengganggu kehidupan manusia.

Ketiga, pluralisme agama yang diajarkan secara tidak tepat.

Ada dua kata atau istilah atau term yang sangat berbeda yang sering disalahartikan oleh sebagian orang. Ada pluralisme dan ada pluralitas.

Berbeda jauh dengan pluralisme agama, pluralitas adalah kondisi keberagaman. Sementara pluralisme berasal dari akar kata plural yang bermakna jamak atau lebih dari satu.

Maka, pluralisme bisa diartikan sebagai hal yang mengatakan jamak atau lebih dari satu. Secara filosofis, pluralisme bermakna sebagai doktrin bahwa subtansi atau hakiki satu atau monoisme, tidak dua atau dualisme, akan tetapi banyak yakni jamak.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pluralisme adalah keadaan masyarakat yang majemuk dan bersangkutan dengan sistem sosial dan politik.

Sementara itu, kata pluralitas memiliki makna banyak macam, perbedaan, dan keanekaragaman. Pluralitas mengungkapkan fakta bahwa ada banyak sekali keberagaman. Pluralitas keagamaan menegaskan fakta bahwa ada aneka agama dan orientasi keagamaan.

Radikalisme agama, ekstremisme agama dan pluralisme agama yang diajarkan dengan tidak tepat adalah tiga tantangan dalam kehidupan beragama yang tidak hanya sering dijumpai di ruang publik, tapi juga di ruang privat.

Untuk itu, apabila mendapati tiga tantangan ini mampir dalam kehidupan, mari saling bergandengan tangan untuk melawan ketiganya. Tiga hal tersebut mesti diperangi oleh umat beragama.[] (Baca: Jangan Pisahkan Akhlak dari Agama; Catatan Atas Buku Fenomena Beragama)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here