Tiga Perbedaan Antara Azan dan Iqamat

0
9760

BincangSyariah.Com – Azan merupakan seruan bahwa telah masuk waktunya salat. Sementara iqamat adalah seruan bahwa salat akan segera dilaksanakan. Berikut ini merupakan tiga perbedaan antara azan dan iqamat.

Pertama. Bacaan lafal azan diulangi dua kali, sementara iqamat cuman sekali. Dasarnya adalah hadis riwayat Anas bin Malik, ia berkata:

أُمِرَ بِلَالٌ أَنْ يَشْفَعَ الْأَذَانَ وَأَنْ يُوتِرَ الْإِقَامَةَ. رواه البخاري ومسلم.

Bilal diperintahkan (oleh Nabi saw.) untuk menggenapkan azan dan mengganjilkan (bacaan) iqamat. (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Jadi, bacaan azan itu dua kali-dua kali, dan iqamat satu kali-satu kali kecuali pada lafal takbir dan qad qaamatis salaah, itu diulang dua kali.

Adapun lafal iqamat lengkap sebagaimana hadis sahih riwayat imam Al-Bukhari, Muslim dan imam hadis lainnya adalah

الله أكبر الله أكبر، أشهد أن لا إله إلا الله، أشهد أن محمداً رسول الله، حيَّ على الصلاة، حيّ على الفلاح، قد قامت الصلاة، قد قامت الصلاة، الله أكبر الله أكبر، لا إله إلا الله.

Allahu Akbar, Allahu Akbar. Asyhadu An Laa Ilaaha Illa Allah, Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah. Hayya Alas Shalah. Hayya Alal Falaah. Qad Qaamatis Shalaah. Qad Qaamatis Shalaah. Allahu Akbar Allahu Akbar. Laa Ilaaha Illa Allaah.

Allah Maha Besar. Allah Maha Besar. Saya bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah. Saya bersaksi bahwasannya Muhammad adalah utusan Allah. Mari dirikanlah salat. Mari menuju kemenangan. Salat telah didirikan. Salat telah didirikan. Allah Maha Besar. Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah.

Kedua. Pelan-pelan saat mengumandangkan azan. Tetapi hendaknya dipercepat ketika iqamat. Hal ini disebabkan karena azan itu diserukan untuk orang-orang yang belum hadir. Sehingga dikumandangkan dengan pelan-pelan. Sedangkan iqamat itu dikumandangkan untuk orang-orang yang sudah hadir di tempat, sehingga dilafalkan dengan cepat.

Baca Juga :  Gaya Hidup Masyarakat Muslim Kekinian

Ketiga. Bagi orang yang memiliki tanggungan salat qada’ yang terlewat. Sehingga ia ingin menunaikannya di waktu salat berikutnya. Maka, azan yang ia kumandangkan cukup satu saja untuk dua salatan, salat qada’ (tidak pada waktunya) dan salat ada’(tepat pada waktunya) atau pada kasus menjama’ salat. Namun, ia mengumandangkan iqamat setiap akan melaksanakan salat. Hal ini berdasarkan hadis di dalam Sahih Muslim dengan redaksi yang panjang, bahwa Nabi saw. ketika di Muzdalifah menjama’ salat Maghrib dan Isya’ dengan dikumandangkan satu azan dan dua iqamat.

Demikianlah tiga perbedaan mendasar antara azan dan iqamat sebagaimana yang telah diterangkan dalam kitab Al-Fiqh Al-Manhaji Ala Madzhab Al-Imam Asy-Syafii. Yakni pertama azan bacaannya diulangi dua kali, dua kali. Sementara iqamat satu kali satu kali. Kedua, azan dikumandangkan dengan pelan-pelan. Sementara iqamat dengan cepat. Ketiga. Jika melaksanakan dua fardu dalam satu waktu, baik karena menjama’ atau mengqada’ salat, maka dikumandangkan cukup satu azan saja dan dua iqamat untuk masing-masing salat. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here