Tiga Macam Orang dalam Bermusyawarah

1
1439

BincangSyariah.Com – Musyawarah sangatlah penting dalam memutuskan suatu perkara. Bahkan hal ini pun diperintahkan oleh Allah swt. di dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 159. “Wa syaawirhum fil amr/ dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.”

Di dalam kitab Ta’limul Muta’allim Thariqatut Ta’lim karya imam Az-Zarnuji disebutkan bahwa ada tiga macam orang dalam bermusyawarah.

رجل ونصف رجل، ولا شيئ فالرجل: من له رأي صائب ويشاور ونصف رجل: من له رأي صائب لكن لا يشاور، أو يشاور ولكن لا رأي له، ولا شيئ: من لا رأي له ولا يشاور.

Orang yang sempurna, setengah, dan tidak bernilai. Orang yang sempurna adalah orang yang memiliki pendapat yang benar dan ia mau bermusyawarah.

Orang yang setengah adalah orang yang memiliki pendapat yang benar tetapi ia tidak mau bermusyawarah atau orang yang bermusyawarah tetapi ia tidak memiliki pendapat.

Sementara itu, orang yang tidak bernilai adalah orang yang tidak memiliki pendapat dan ia tidak mau bermusyawarah.

Setidaknya dengan hanya ikut berkumpul dalam rapat atau musyawarah hal itu menunjukkan bahwa kita masih menghargai perkumpulan itu dan apa yang dibicarakannya, meskipun kita tidak memiliki kontribusi lebih dalam berpendapat.

Lebih baiknya lagi jika kita tidak hanya ikut rapat, musyawarah atau rembug bareng tetapi juga sudah responsif dengan apa yang sedang dirapatkan dengan memberikan ide-ide yang segar.

Namun, sangat parah sekali jika kita sudah tidak memiliki pendapat atau ide segar dalam menuntaskan suatu masalah, tidak juga mau berpartisipasi dalam musyawarah dengan ikut berkumpul bersama.

Demikianlah tiga macam orang dalam bermusyawarah, orang yang sempurna, setengah, dan tidak bernilai. Wa Allahu a’lam bis shawab.

Baca Juga :  Ciri Wali Abdal Menurut Kiai Sholeh Darat

1 KOMENTAR

  1. […] Menurut Ibnu hajar dalam Fathul Bari, kisah di atas mengandung banyak pelajaran, di antaranya, sunah menghibur orang lain yang sedang mengalami sesuatu yang menakutkan, dengan mengatakan bahwa sesuatu itu adalah sesuatu yang mudah dan tidak berat. Juga mengajarkan, bagi orang yang sedang tertimpa sesuatu diperbolehkan menceritakan kepada orang lain yang bisa memberikan nasehat dan pendapat yang baik. (Baca: Tiga Macam Orang dalam Bermusyawarah) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here