Tiga Golongan yang Didoakan Malaikat untuk Mendapat Ampunan

0
2031

BincangSyariah.Com – Malaikat termasuk hamba-hamba Allah yang senantiasa taat dan tidak pernah melakukan maksiat. Mereka hanya melakukan perintah dan tugas yang diberikan oleh Allah kepada mereka. Dan di antara sebagian tugas malaikat adalah mendoakan hamba-hamba Allah dari kalangan manusia. Ada tiga golongan dari kalangan manusia yang didoakan malaikat untuk mendapat ampunan.

Pertama, orang yang tidur dalam keadaan suci dari hadas kecil maupun hadas besar. Jika seseorang tidur dalam keadaan suci, maka pada waktu bangun dia didoakan malaikat untuk mendapat ampunan. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

مَنْ بَاتَ طَاهِرًا بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلَانٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا

Barangsiapa tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun kecuali malaikat berdoa; ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena dia telah tidur dalam keadaan suci.’

Kedua, orang yang menunggu shalat berjemaah berikutnya setelah melakukan shalat berjemaah. Dia tidak langsung pulang setelah melakukan shalat berjemaah, namun dia menunggu shalat berjemaah berikutnya tiba. Dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

مَا قَعَدَ أَحَدُكُمْ يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ فِي صَلَاةٍ، مَا لَمْ يُحْدِثْ، تَدْعُو لَهُ الْمَلَائِكَةُ: اللهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، اللهُمَّ ارْحَمْهُ

Tidaklah salah seorang di antara kalian duduk menunggu waktu shalat dalam shalat, selama dia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya; ‘Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah sayangilah dia.’

Ketiga, orang yang melakukan shalat Subuh dan Ashar berjemaah. Disebutkan dalam hadis riwayat Imam Ahmad dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

Baca Juga :  Benarkah Sosok Malaikat itu Menyeramkan? Ini Kisahnya di Masa Nabi

تَجْتَمِعُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلَائِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ وَصَلَاةِ الْعَصْرِ ، فَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ ، فَتَصْعَدُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ، وَتَثْبُتُ مَلَائِكَةُ النَّهَارِ ، وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلَاةِ الْعَصْرِ ، فَيَصْعَدُ مَلَائِكَةُ النَّهَارِ، وَتَثْبُتُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ ، فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ: كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي ؟  فَيَقُولُونَ: أَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ، وَتَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ ، فَاغْفِرْ لَهُمْ يَوْمَ الدِّينِ

Para malaikat (yang menyertai hamba) di malam hari dan malaikat (yang menyertai hamba) di siang hari berkumpul pada waktu shalat Subuh dan Ashar. Maka mereka berkumpul pada waktu shalat Subuh, lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari naik ke langit, dan malaikat yang bertugas pada siang hari tetap tinggal.

Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat Ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari naik ke langit sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka; ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’ Mereka menjawab; ‘Kami mendatangi mereka, sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka, sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat.’

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here