Tiga Golongan Pencari ilmu, Nomor Dua dan Tiga Akan Celaka di Hari Kiamat

0
1691

BincangSyariah.Com – Ilmu merupakan salah satu sumber yang akan membawa kebaikan dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat bagi pemiliknya. Terdapat beberapa ayat dan hadis Nabi yang menjelaskan tentang keutamaan orang yang berilmu. Bahkan dalam suatu ayat Allah membarengkan persaksian malaikat dengan orang yang berilmu untuk menunjukkan keutamaan orang yang berilmu.

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ

“Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang meneggakkan keadilan.”

Di dalam kitab Thalibul ‘Ilm baina Amanatit Tahammul wa Masuliyatil Ada’ disebutkan bahwa seorang yang mencari ilmu butuh terhadap dua hal yaitu kecerdasan dan kebersihan jiwa. Berdasarkan hal tersebut, maka thalibul ‘ilm terbagi menjadi tiga golongan:

Pertama, orang yang diberi kecerdasan dan pemahaman yang disertai dengan kebersihan jiwa dan niat yang baik. Kecerdasan tersebut akan membuatnya bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu dan berusaha untuk mendapatkannya, sedang kebersihan dan kesucian jiwa akan mengantarkannya mengamalkan ilmu dan mempraktikkannya.

Kedua, orang yang diberi kecerdasan akan tetapi tidak dianugerahi kebersihan jiwa. Dengan kecerdasannya ia mampu untuk menghafal ilmu dan memperolehnya akan tetapi ketiadaan kebersihan jiwa menghalanginya untuk mengamalkan ilmu yang ia peroleh. Sehingga ilmu tersebut menututnya, bukan bermanfaat baginya di hari kiamat kelak.

Golongan yang ketiga adalah orang yang terhalang mendapatkan keduanya. Ia tidak mempunyai kecerdasan untuk bisa memperoleh ilmu dan tidak pula mempunyai kebersihan jiwa untuk menerapkan ilmu.

Tiga golongan tersebut terangkum dalam hadis Nabi saw sebagaimana yang diriwayatkan oleh imam Muslim;

ان مثل ما بعثني الله به من الهدى والعلم كمثل غيث أصاب أرضا فكانت منها طائفة طيبة قبلت الماء فأنبتت الكلأ والعشب الكثير وكان منها أجادب أمسكت الماء فنفع الله بها الناس فشربوا منها وسقوا ورعوا وأصاب طائفة منها أخرى انما هي قيعان لا تمسك ماء ولا تنبت كلأ فذلك مثل من فقه في دين الله ونفعه الله بما بعثني الله به فعلم وعلم ومثل من لم يرفع بذلك رأسا ولم يقبل هدى الله الذي أرسلت به (رواه مسلم).

“Sesungguhnya perumpamaan Allah mengutusku dengan petunjuk dan ilmu seperti hujan yang membasahi bumi, terdapat suatu bagian yang menerima air sehingga mampu menumbuhkan rumput yang banyak dan terdapat pula tanah-tanah gundul yang mampu menahan air akan tetapi tidak bisa menumbuhkan rumput sehingga Allah memberikan manfaat kepada manusia dengan hal tersebut, mereka bisa minum, mengairi serta memberi minum hewan dari tanah gundul itu dan bagian yang lain adalah lembah di mana ia tidak bisa menahan air tidak pula menumbuhkan rumput.

Hal tersebut serupa dengan orang yang Allah beri pemahaman tentang agama dan Allah memberikan manfaat dengannya sehingga ia tahu dan mau memberi tahu (mengajarkan) dan seumpama orang yang tidak mau mengangkat kepalanya dan tidak mau menerima petunjuk Allah yang karenanya aku diutus.”

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here