Tiga Adab Saat Tidur

0
246

BincangSyariah.Com –  Dalam kitab Bidayah al-Hidayah, al-Imam al-Ghazali berkata bahwa keadaan tidur serupa dengan keaadan mati. Hanya saja bagi orang yang tidur, Allah mengembalikan jiwa atau ruh ke dalam jasad pada saat sudah terbangun. Sementara bagi orang mati, Allah menggenggam dan menahan jiwa atau ruh tersebut dan tidak mengembalikan kembali pada jasad.

Karena itu, Nabi Saw mengajarkan kepada kita beberapa adab pada saat tidur yang perlu diperhatikan kita semua sebagai umatnya. Hal ini agar ketika kematian menjemput secara tiba-tiba pada saat tidur, kita berada dalam keadaan kesucian hati dengan mengingat Allah. Setidaknya ada tiga adab yang diajarkan Nabi Saw pada saat tidur.

Pertama; tidur dengan berbaring pada rusuk sebelah kanan. Dalam hadis riwayat al-Imam al-Bukhari dan Muslim, Nabi Saw berkata kepada al-Barra’ bin Azib;

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَأْ وُضُوءَكَ للصَلاةِ، ثُمَّ اضْطَّجِعْ على شِقِّكَ الأَيْمَنِ

“Jika engkau akan menuju pembaringanmu (tempat tidurmu), maka berwudhulah seperti engkau berwudhu untuk menunaikan shalat, kemudian berbaringlah dirusukmu sebelah kanan.”
Sedangkan tidur dengan posisi tengkurap sangat dilarang oleh Nabi Saw. Dalam hadis riwayat Abu Daud dari Abu Dzar, dia berkata;

مَرَّ بِىَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- وَأَنَا مُضْطَجِعٌ عَلَى بَطْنِى فَرَكَضَنِى بِرِجْلِهِ وَقَالَ : يَا جُنَيْدِبُ إِنَّمَا هَذِهِ ضِجْعَةُ أَهْلِ النَّارِ.

“Nabi Saw lewat di hadapanku dan ketika itu aku sedang tidur tengkurap. Beliau menggerak-gerakkanku dengan kakinya. Beliau pun bersabda, ‘Wahai Junaidib, tidur seperti itu seperti berbaringnya penduduk neraka.”

Kedua; meletakkan tangan di bawah pipi kanan. Dalam hadis riwayat al-Imam al-Bukhari dari Hudzaifah, dia berkata;

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ مِنْ اللَّيْلِ وَضَعَ يَدَهُ تَحْتَ خَدِّهِ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا وَإِذَا اسْتَيْقَظَ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Baca Juga :  Tentang Sejarah Perayaan Maulid Nabi

Apabila Nabi Saw hendak tidur di malam hari, beliau meletakkan tangannya di bawah pipi, kemudian beliau mengucapkan: Bismika amutu wa ahya (Dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup). Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: Al Hamdulillahilladzii ahyana ba’da ma amatana wa ilaihin nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).”

Ketiga; membaca doa dari Nabi Saw. Di antara doa dari Nabi Saw sebagai berikut;

اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ

“Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup. Ya Allah, aku tundukkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu, karena rasa takut dan penuh harap kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari hukuman-Mu kecuali kepada-Mu. Ya Allah, aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan, dan kepada nabi-Mu yang telah Engkau utus.”

Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here