Tidak Semua Lagu Arab Merupakan Shalawat

0
1004

BincangSyariah.Com – Bahasa Arab sebagai alat komunikasi yang menjadi wasilah dalil-dalil Alquran maupun hadis dalam menyampaikan pesan-pesan kewahyuan, telah menjadi suatu kewajiban untuk diimani umat muslim pada umumnya.

Pasalnya, belakangan ini pemahaman tersebut banyak bergeser karena bahasa Arab ini kini telah ramai bergulir di sektor industri bisnis kaus dengan sablon bertuliskan bahasa Arab, padahal itu hanya sebatas tulisan alih bahasa nama pesanan seseorang ke dalam bahasa Arab, bukan ayat Alquran atau sabda-sabda kenabian.

Peristiwa ini ramai terjadi, ironisnya menganggap bahwa kaos itu suci karena tertulis lafaz-lafaz berbahasa Arab, sampai dilarang memasuki kamar mandi menggunakan kaos tersebut. Mereka mengultuskan semua tulisan bernuansa Arab tanpa kompromi. Apakah sikap seperti ini dibenarkan?

Fenomena ini kerap menjamur di kalangan masyarakat muslim awam. Seperti halnya belakangan ini yang menganggap bahwa semua lagu atau nyanyian berbahasa Arab pun dianggap sebagai shalawat yang harus dihafal, dilantunkan agar mendapatkan pahala dan syafaatnya. Padahal sejatinya lagu tersebut isinya adalah curahan hati, sanjungan kepada pujaan hati, atau cerita-cerita tentang kehidupan layaknya lagu-lagu karya Ariel Noah, Kaka Slank, Virgoun dll.

Berdasarkan hal itu, ada contoh lagu berbahasa yang sedang hits dilantunkan dengan merdu akan tetapi tidak terdapat sama sekali unsur shalawat sedikitpun, seperti “Deen Assalam”. Judul lagu ini artinya yaitu “Agama Perdamaian” di mana lagu ini berisi tentang motivasi kepada umat muslim khususnya agar senantiasa menyebarkan perkataan manis, perdamaian, kasih sayang. Selain itu juga, seperti lagu “Albi Nadak” karya Fares Leek yang mencurahkan perasaan hatinya melalui sebuah lagu, atau “Kun Anta” yang berbicara jati diri pribadi karya Humood Alkhuder dan lain-lain.

Baca Juga :  Rukun Islam dalam Tokoh Wayang Kulit Pandawa Lima

Maka dari itu, kesalahan yang telah menjalar ini baiknya kita bersama-sama meluruskan pemahaman kepada khalayak agar tidak keliru maupun tertukar dalam memahami persoalan-persoalan remeh temeh tetapi akibatnya fatal.

Sebagaimana penjelasan di atas, agar kita bisa memilah dan membedakan mana itu yang hanya sebatas lagu berbahasa Arab biasa dan mana itu lagu berbahasa Arab yang mengandung unsur shalawat.

Seperti firman Allah swt.

“إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا” سورة الأحزاب، الآية 56

Ayat tersebut menunjukan bahwa kalimat shalawat itu dengan gamblang menyebut nama Muhammad Saw. atau kalimat lain seperti, Allahumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad, wa’ala Aali Sayyidina Muhammad.

Akhir kata, semoga kita senantiasa menjadi hamba yang istiqamah mencari kebenaran dan menyebarkannya serta termasuk dari golongan yang mendapatkan syafaat dari baginda Muhammad Saw. karena setia khidmat membaca shalawat setiap detak jantung, denyut nadi, maupun helai nafas.

Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here