Tidak Banyak yang Tahu, Surah An-Nashr adalah Pesan Tanda Akhir Hayat Rasulullah

4
1121

BincangSyariah.Com – Surah an-Nashr turun berkenaan dengan peristiwa Fathu Makkah, ini dapat dilihat dari kata ‘al-Fath’ yang ditafsiri oleh beberapa mufasir seperti at-Tabari, Ibn Katsir dan Ibn Abbas dengan ‘Fathu Makkah’. Peristiwa Fathu Makkah dikenal sebagai momen kemenangan umat Islam. Sejak saat itu umat Islam merdeka, bebas kembali ke Makkah tanpa dihalang-halangi oleh Kafir Quraisy dan yang terpenting adalah Nabi Muhammad dan para pengikutnya bisa beribadah dan menyebarkan Islam dengan leluasa. Di tengah keriuhan dan gegap gempita umat Islam terkait kemenangan Islam yang juga disinggung dalam surat tersebut, ternyata ada kesedihan yang terselip di dalamnya. Dan tidak banyak yang tahu tentang itu, kecuali Ibnu Abbas.

Ia bernama Abdullah. Kebiasaan orang Arab yang selalu menyertakan nasab keluarga di belakang nama seseorang membuatnya lebih dikenal dengan Ibnu Abbas (putranya Abbas). Ya, dia adalah putra dari Abbas bin Abdul Mutthalib yang tak lain adalah paman Nabi Muhammad.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu adalah sahabat Nabi yang termasuk dalam daftar perawi hadis terbanyak. Keistimewaannya dibanding sahabat lainnya adalah ia secara khusus didoakan oleh Nabi Muhammad “Allahumma faqqihhu fid din wa ‘allimhu at-ta’wil” (ya Allah berilah ia pemahaman terhadap urusan agama dan berilah ia pengetahuan tentang ta’wil -menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an yang sulit dipahami-). Dari doa itu, salah satu fadhilah-nya adalah ia menjadi mufasir yang sangat diperhitungkan dari kalangan sahabat. Bahkan Umar bin Khattab pun mengakui kapasitas keilmuannya, padahal ia masih tergolong sahabat yang berusia muda.

Kedalaman ilmu tafsir Ibnu Abbas terlihat ketika ia menafsirkan surah An-Nashr. Ketika kebanyakan orang memaknai dan memahami surat tersebut sebagai kabar kemenangan umat Islam, penaklukkan kota Makkah dan ajakan untuk bertasbih serta beristighfar, tidak demikian dengan Ibnu Abbas. Ia melihat berita kesedihan dalam surah ini. Ia memberi tahu para sahabat yang lain bahwa melalui surat ini, Allah menitipkan kabar duka yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang masa. Duka ini adalah duka umat Islam semua dan bahkan seluruh makhluk di dunia. Menurutnya akan wafat seseorang yang sangat istimewa, begitu dimuliakan dan dicinta oleh semua makhluk-Nya, Rasulullah Muhammad SAW.

Baca Juga :  Ini Hikmah Manusia Diberi Ujian dan Cobaan

Perintah untuk bertasbih dan beristighfar di akhir surah an-Nashr ini tidak lain adalah pesan cinta Allah kepada kekasih-Nya untuk memperbanyak tasbih dan istighfar di akhir masa hidupnya. Dan seperti biasa, hal itu Rasulullah lakukan tidak hanya untuk dirinya sendiri, sang kekasih itu sangat paham dengan apa yang diinginkan oleh Kekasihnya bahwa memperbanyak istighfar dan tasbih itu untuk memberi teladan pada umatnya.

Selain Ibnu Abbas, satu orang lagi yang mengetahui pesan rahasia di surah an-Nashr yaitu Siti Fatimah. Sang Ayah membisikkan pada putrinya ketika itu bahwa Allah menyuratinya dengan bentuk surah an-Nashr tentang ajalnya yang sudah dekat. Sang putri kemudian langsung menangis, namun kemudian sang ayah membisiki putrinya lagi, “sabarlah, karena kamu lah keluargaku yang pertama akan bertemu denganku nanti,” raut wajah Siti Fatimah langsung berubah bahagia.

Semoga di akhirat nanti, kita juga bisa dipertemukan dengan Nabi Muhammad SAW. Al-fatihah.

Tulisan ini adalah hasil kerjasama BincangSyariah.Com dengan Center of Research for Islamic Studies Foundation Surabaya

lakum dinukum

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here