Terowongan Silaturahim Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta

0
44

BincangSyariah.Com – Terowongan silaturahim yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta akan segera dibangun. Hal ini disampaikan oleh Wakil Kepala Bidang Penyelenggara Peribadatan Masjid Istiqlal, Abu Hurairah.

Ia menegaskan bahwa terowongan terowongan tak hanya berfungsi sebagai simbol kerukunan antar umat Islam dan Nasrani. Terowongan tersebut juga dibangun sebagai fasilitas untuk memudahkan jemaah.

Ia menyatakan, “kan banyak yang bilang itu terowongan enggak perlu, kerukunan katanya cukup dari hati. Enggak, memang itu fasilitas,” seperti dilansir Kompas.com.

Ia melanjutkan bahwa selama ini banyak jemaah Katedral yang memarkirkan kendaraan di Masjid Istiqlal saat ibadah. Oleh sebab itu, karena fasilitas parkiran di Gereja Katedral terbatas.

Nantinya, melalui terowongan ini, jemaah Katedral yang memarkirkan kendaraan di Istiqlal tidak perlu lagi menyeberang jalan.

Terowongan silaturahmi tersebut direncanakan akan memiliki panjang 33 M dengan kedalaman 7 meter. Terowongan silaturahmi juga akan dibuat secantik dan semenarik mungkin.

Imam Besar Istiqlal ingin tidak hanya lubang seperti lubang tikus. Pak Imam Besar berpesan ke arsiteknya agar dibuat menarik sehingga orang tertarik untuk lewat terowongan.

Selain terowongan silaturahim, akan dibangun juga plaza yang menghubungkan Istiqlal dengan Monumen Nasional. Plaza tersebut akan tersambung dari sisi selatan Istiqlal ke pintu Monas yang dekat stasiun Gambir.

Pembangunan terowongan silaturahmi dan plaza tersebut masih dalam tahap pengkajian, namun sudah disetujui Presiden Joko Widodo. Pada Februari 2020, Jokowi sempat mengungkapkan rencana pembangunan terowongan bawah tanah antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.

Hal tersebut ia sampaikan Jokowi di sela peninjauan renovasi Masjid Istiqlal. Pada saat itu, Jokowi mengatakan bahwa terowongan tersebut sekaligus menyimbolkan adanya silaturahim antara jemaah di Masjid Istiqlal dengan umat di Gereja Katedral.

Keberadaan terowongan tersebut menunjukkan bahwa kedua kelompok pemeluk agama tidak saling berseberangan. Sebelumnya, renovasi di Masjid Istiqlal juga baru saja rampung dan diresmikan Presiden Jokowi.

Renovasi tersebut adalah yang pertama kali dilakukan sejak masjid itu dibangun 42 tahun silam. Anggaran renovasi mencapai Rp 511 Miliar, seluruhnya diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Renovasi meliputi penataan taman dan pekarangan masjid, pembangunan basement, interior masjid, sistem kelistrikan, sistem suara, hingga pemasangan CCTV.[]

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here