Kenapa Delapan Zulhijjah disebut Hari Tarwiyah?

0
965

BincangSyariah.Com – Selain Hari Raya Idulfitri, umat Islam juga merayakan Iduladha setiap tanggal 10 Zulhijjah. Satu hari sebelumnya dikenal dengan hari Arafah. Yakni hari kesembilan Zulhijjah. Dimana orang-orang yang melaksanakan haji pada hari itu sedang berada di Arafah. Sedangkan pada tanggal kedelapan Zulhijjah disebut juga dengan hari tarwiyah. Mengapa disebut tarwiyah? Berikut ulasannya.

Pada hari tarwiyah orang-orang yang sedang melaksanakan haji itu berangkat ke Mina. Mereka menginap di Mina sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Mereka melaksanakan shalat lima waktu di sana; mulai dari salat zuhur, asar, magrib dan isya, sampai subuh pada paginya hari Arafah (hari kesembilan bulan Zulhijjah).

Berdasarkan keterangan yang dikemukakan dalam laman Darul Ifta’ Al Misriyyah. ada beberapa pendapat mengapa hari kedelapan Zulhijjah disebut juga dengan yaumut tarwiyah (hari menyegarkan diri).

Menurut imam Al Babirti di dalam kitab Al Inayah Syarh Al Hidayah, hari tersebut dinamakan hari tarwiyah karena orang-orang yang haji itu melihat air di waktu itu yang sebelumnya tidak mereka temui.

Ada pula yang mengatakan bahwa itu disebut hari tarwiyah karena orang-orang melihat air untuk menghilangkan rasa haus pada hari itu, mereka pun dapat membawa air tersebut sebagai bekal menyegarkan diri (dari sengatan teriknya matahari di padang pasir saat kehausan) untuk pergi ke Mina dan Arafah.

Sedangkan menurut Imam Al Aini di dalam kitab Al Binayah Syarh Al Hidayah mengatakan bahwa disebut hari tarwiyah adalah karena berkaitan dengan kisah Nabi Ibrahim yang mendapatkan perintah dari Allah untuk menyembelih anaknya, Ismail A.S.

Nabi Ibrahim A.S. bermimpi di malam kedelapan Zulhijjah seakan-akan ada yang mengatakan kepadanya: “Sungguh Allah Swt. memerintahkanmu untuk menyembelih anakmu.” Di pagi harinya beliau berpikir tentang mimpi itu, benarkan itu perintah dari Allah Swt., atau merupakan siasa setan yang hendak mengecoh?” Berdasarkan mimpi yang dilihat Nabi Ibrahim A.S. di malam hari kedelapan Zulhijjah tersebut, maka hari itu dinamakan hari tarwiyah.

Baca Juga :  Abdullah Yusuf Ali dan Tafsir Rujukan di Barat

Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.