Tempat Ayah Nabi Muhammad Dimakamkan

0
107

BincangSyariah.Com – Abdullah bin Abdul Muthalib adalah ayah dari Nabi Muhammad  Saw. Ia adalah putra bungsu dari Abdul Muththalib. Abdullah, Abu Thalib, Zubair dan lima orang anak perempuan Abdul Muththalib berasal dari ibu yang sama. Ibu mereka bernama Fatimah binti Amru bin ‘Aidz Al-Makhzumiyah. (Baca: Sejarah Ringkas Masa Pengasuhan Nabi Muhammad Saat Masih Kecil)

Muhammad bin Yusuf Al-Shalihi Al-Syami dalam kitab Subul Al-Huda wa Al-Rasyad fi Sirati Khair Al-Ibad menyebutkan sebuah riwayat bahwa ayah Nabi Saw, Abdullah, meninggal di kota Yastrib di perkampungan paman ayahnya dari suku Bani ‘Adi bin Al-Najjar di sebuah rumah yang dikenal dengan sebutan Dar Al-Nabighah, dan di rumah itu pula ayah Nabi Muhammad dimakamkan.

Disebutkan bahwa sebab meninggalnya Abdullah, ayah Nabi Saw, di kota Yatsrib adalah karena sakit dalam perjalanan pulang ke Mekkah. Sebelumnya, dia dan kafilah dagang Qurasy pergi ke Syam dan Gaza untuk berdagang. Setelah satu bulan berdagang, dia bersama rombongannya pulang ke Mekkah namun di tengah perjalanan, dia jatuh sakit di kota Yatsrib. Dia meminta kepada kafilah dagang Quraisy untuk beristirahat di rumah Bani ‘Adi bin Al-Najjar dan terbaring sakit di rumah tersebut selama satu bulan.

Pada saat Abdullah istirahat di rumah Bani ‘Adi bin Al-Najjar, kafilah dagang Quraisy tetap melanjutkan perjalanan ke kota Mekkah, dan mengabarkan kepada Abdul Muththalib mengenai kondisi Abdullah yang kritis.

Mendengar berita tersebut, Abdul Muththalib mengutus puteranya yang paling tua, yaitu Al-Harits untuk melihat kondisi Abdullah. Namun setibanya Al-Harits di Yastrib, Abdullah telah meninggal dunia dan telah dimakamkan di sana.

Menurut kebanyakan para ulama, usia Abdullah pada saat wafat berusia dua puluh lima (25) tahun. Beliau tidak pernah menikah dengan gadis lain selain Aminah, begitu juga dengan Aminah tidak pernah menikah dengan pria lain selain Abdullah. Ini sebagaimana disebutkan Muhammad bin Yusuf Al-Shalihi Al-Syami dalam kitab Subul Al-Huda wa Al-Rasyad fi Sirati Khair Al-Ibad berikut;

Baca Juga :  Pandangan Ibnu Arabi Mengenai Doktrin Trinitas yang Kudus (Bagian I)

ولعبد الله بن عبد المطلب يوم توفي خمس وعشرون سنة.قال الواقدي: وهذا أثبت الأقاويل في وفاة عبد الله وسنه. وقال الحافظ العلائي وابن حجر إن عمره كان يوم توفي ثماني عشرة سنة قال الواقدي: ولم يتزوج عبد الله قط غير آمنة.وآمنة لم تتزوج قط غير عبد الله.

Abdullah bin Abdul Muththalib wafat pada usia dua puluh lima tahun. Imam Al-Waqidi berkata; Ini adalah pendapat yang paling valid dalam masalah kewafatan dan usia Abdullah. Imam  Al-‘Alai dan Ibnu Hajar berkata; Usia Abdullah pada saat wafat berusia delapan belas tahun. Imam Al-Waqidi berkata; Abdullah tidak menikah sama sekali kecuali Aminah, dan Aminah tidak menikah kecuali Abdullah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here