Tan Malaka: Nabi Muhammad Sebarkan Islam Bukan dengan Mitos

2
132

BincangSyariah.Com – Perjuangan kemerdekaan Indonesia tak bisa lepas dari sosok penting namun kontroversial, Tan Malaka. Dalam perjuangannya melawan kaum penjajah, Ia gemar berpindah-pindah tempat demi menghindari kaum Hindia Belanda, Ia juga sering keluar masuk penjara. Hal tersebut adalah resiko hidup yang telah ia pilih,

Tan Malaka sangat suka membaca dan menulis. Dari kegemaran membaca itulah ia kemudian banyak mendapat pengetahuan baru dan menjadi pedoman dalam perjuangannya. Ia menempuh perjalanan jauh hingga ke China untuk mencari ilmu. Semangat tokoh ini dalam mendapatkan ilmu pengetahuan tak diragukan lagi.

Perjuangan dan pemikiran Tan Malaka menunjukkan kuatya karakter dalam diri tokoh ini. Apalagi aktivis kiri ini dengan jujur mengakui bahwa dirinya sangat kuat dipengaruhi oleh ajaran-ajaran Islam. Dalam Madilog, ia menulis bahwa Islam adalah sumber hidup dan inspirasi bagi pemikirannya.

Bagi Tan Malaka, Islam adalah agama monoteis yang paling konsisten, konsekuen dan rasional dibandingkan dengan agama monoteis lain seperti halnya Yahudi dan Nasrani. Pernyataan tersebut dikutip dalam buku Agama Itu Bukan Candu: Tesis-tesis Feuerbach, Karl Marx, dan Tan Malaka (2005) karya Eko Prasetyo Dharmawan. (Baca: Hari Santri Nasional dan Pengakuan Peran Masyarakat Sipil)

Ia menambahkan, apabila dilihat dari segi historisnya, Islam jauh dari hal-hal yang berbau mitos. Perjalanan dakwah Nabi Muhammad dalam menyebarkan agama Islam jauh dari unsur keajaiban. Tidak seperti halnya yang dialami oleh Nabi Musa dengan kekuatan tongkatnya yang bisa membelah lautan atau Nabi Isa dengan kekuatan membangkitkan kematian.

Menurut Tan Malaka, Nabi Muhammad jauh lebih membumi. Kehadirannya nyata terlibat dalam aktivitas masyarakat sehari-hari. Dalam perjalanan hidupnya, Nabi Muhammad adalah seorang penggembala kambing yang hidup serba paspasan. Selain itu, ia juga seorang propagandis, panglima perang, dan pemuka masyarakat yang mengajak umatnya untuk bejuang melawan kebathilan.

Baca Juga :  Tafsir Surah Al-Nisa ayat 58 tentang Perintah Menunaikan Amanat

Dalam buku Pemikiran politik Tan Malaka: kajian terhadap perjuangan “Sang kiri nasionalis” : jalan penghubung memahami madilog Safrizal Rambe (2003), dikutip pula bahwa hal yang penting dari Islam menurut Tan Malaka adalah Islam memberikan kemajuan bagi bangsa Eropa.

Lewat Islamlah limu pengetahuan bisa menjembatani dari Yunani —Romawi ke Eropa sekarang. Sebab Eropa pada saat itu dikenal sebagai abad kegelapan, yaitu ketika bcrlakunya zaman skolastik Kristen di mana dominasi dogma mengalahkan akal.

Tan Malaka pernah menjelaskan bahwa sungguh bukanlah suatu kesalahan bila seorang mungkin miskin atau mengadopsi ideologi revolusioner dan radikal dalam sebuah perjuangan melawan kejahatan imperialism dan kolonialisme. Itulah sebabnya di zaman kolonial pernah muncul fenomena Haji Komunis yakni Haji Misbach, seoang Muslim yang taat agama namun dalam perjuangan anti kolonialismc berpihak pada ideologi Marxisme.

Hamka, melalui pengantarnya dalam buku Islam dalam Tinjauan Madilog (1984) menuliskan bahwa Tan Malaka adalah seorang pcmimpin Islam atau setidaknya dia bukanlah “komunis tulen” yang memusuhi keberadaan Tuhan dan agama. Dari sini, kita bisa memetakan bahwa Tan Malaka adalah seorang Muslim yang bcrparadigma kekirian. Hal ini dikenal dengan istilah aliran Islam Kiri.

Pemikiran Tan Malaka tentang Islam adalah bukti faktual bahwa ia adalah seorang pejuang komunis yang tidak anti Islam. Pemikiran tentang Islam, pengaruh Islam dan ajaran Nabi Muhammad menunjukkan keperpihakannya yang sangat jelas terhadap agama Islam.

Keberpihakan Tan Malaka terhadap Islam berasal dari pengakuan yang tulus. Pengakuan yang didasarkan pada komitmennya terhadap kebenaran Islam, bukan sebuah pengakuan praktis yang melihat Islam sebagai sebuah kekuatan politik yang bisa dijadikan basis kekuatan nasional menghadapi kolonialisme dan imperialisme.

Baca Juga :  Sejarah Pertama Kali Terjadi Pemalsuan Hadis

Selain sebagai seorang Marxis yang konsisten, Tan Malaka juga seorang Muslim yang taat dalam menjalankan perintah agama. Baginya, lslam adalah agama yang rasional, membebaskan umat manusia dari sikap apatis dan dogmatis. Selain itu, Islam baginya adalah agama yang sangat berpihak terhadap kaum lemah dan tertindas.[]

2 KOMENTAR

  1. Okelah kalau dibilang Tan Malaka adalah sosialis bukan komunis atheis. Tapi apakah anda yakin kalau beliau seorang yang taat beragama? Anda udah melihat langsung atau sumbernya dari mana? Karena banyak sumber juga yang menyebutkan sebaliknya. Sama seperti Muso dan Aidit, banyak yg bilang mereka santri dan tetap religius di akhir hayatnya meski PKI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here