Taha Husein: Keterbatasan Fisik Tak Menjadi Penghalang

2
10

BincangSyariah.Com – Taha Husein adalah tokoh pemikir Islam modern. Ia lahir pada 14 November 1889 di sebuah kota kecil bernama Maghragha yang letaknya dekat hilir sungai Nil. Semenjak usia dua tahun, ia sudah menderita keterbatasan fisik yakni mata yang buta lantaran penyakit Opthalmian.

Meskipun memiliki mata yang buta, ia tetap memiliki cita-cita yang kuat untuk melanjutkan studinya. Dalam tradisi orang-orang di Mesir, kebutaan bukan sebuah penghalang bagi seseorang untuk melanjutkan pendidikan. Ada banyak contoh orang buta yang berhasil menjadi tokoh penting di Mesir.

Usai mendapatkan beasiswa di al-Azhar saat masih berusia 13 tahun, yakni pada 1902, Taha Husein memutuskan untuk meninggalkan al-Azhar dan pindah ke Universitas Cairo. Berada di Universitas yang baru membuat Taha mulai berkenalan dengan alam pikiran Barat.

Ia belajar pemikiran-pemikiran Barat melalui beberapa orientalis. Para orientalis tersbeut kemudian menjadi guru besarnya, diantaranya adalah Prof. Nallino, Prof. Enno Littman dan Prof. Santilana.

Charles C. Adams dalam Islam and Modernism in Egypt (1933) mengisahkan bahwa disamping belajar bahasa Prancis, pada 1904 Taha juga berhasil menyelesaikan studinya dengan gelar Doctor of Filosophy. Taha berhasil mempertahankan disertasinya dengan judul Zikra Abi al- Ala.

Taha Husein kemudian berkesempatan untuk melanjutkan studi di Sarbone University, Paris pada 1914. Di sana ia pun mengawini Suzanne Brusseau pada 1917. Suzanne adalah sosok yang sangat mendukung suaminya dalam usaha ekstranya untuk menuntut pengetahuan.

Taha Husain pun berhasil mendapatkan gelar Doctor untuk yang kedua kalinya setelah berhasil menyelesaikan disertasinya berjudul The Philosophy of Ibn Khaldun: Introduction and Critism pada 1918.

Usai merampungkan pendidikannya di Paris, Taha Husein memutuskan untuk kembali ke Mesir. Ia lalu ditunjuk menjadi dosen sejarah di Universitas Cairo pada 1917. Selain sebagai dosen, ia juga aktif menulis. Pada 1929, ia kemudian ditunjuk menjadi redaktur koran al-Syiasat.

Pada 1930, ia menduduki jabatan sebagai Dekan Fakultas Sastra di Universitas Cairo. Pada 1942, ia berhasil menjadi Rektor Universitas Iskandariyah. Pada 1950-1952, ia pun menjadi Menteri Pendidikan. Pada 1973, ia meninggal dunia.

Baca Juga :  Tafsir Surah Yusuf 99-100; Mimpi Yusuf Menjadi Kenyataan

Gagasan sekularisasi di Mesir yang digagas oleh Taha Husein membuat heboh dan menimbulkan reaksi keras di kalangan ulama Mesir. Reaksi tersebut kebanyakan berasal dari kalangan Masyasyikh dan pembaru tradisionalis, seperti Rasyid Ridha.

Ide sekularisasinya bahkan membahana ke seluruh penjuru dunia hingga sampai ke Indonesia. Banyal intelektual Islam yang mendukung ide sekularisasi di dunia Islam, tapi ada juga beberapa intelektual Islam yang menolak atau menentangnya.

Sekularisasi adalah pengakuan wewenang ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam membina kehidupan duniawi. Berbeda dengan sekularisasi, sekularisme memiliki pengertian bahwa paham keduniawian bertentangan dengan hampir seluruh agama dunia.

Sekularisasi tidak memiliki maksud untuk menerapkan sekularisme dan mengubah kaum Muslimin menjadi kaum sekularis. Sekularisasi justru ada untuk menduniakan sebongkah nilai yang sudah semestinya bersifat duniawi dan melepaskan umat Islam dari kecenderungan untuk mengukhrawikannya. (Baca: Nurcholish Madjid: Intelektual dengan Gagasan “Islam Yes, Partai Islam No!”)

Dalam upaya untuk membumikan gagasan-gagasannya yang cemerlang, Taha Husein senantiasa menulis tentang ide sekularisasi di koran-koran dan dalam bentuk buku. Ia juga menuliskannya lewat lembaga pendidikan saat menjadi Menteri Pendidikan. Gagasan sekularisasinya berkaitan erat dengan kebudayaan, pendidikan, politik, dan agama.

Gagasannya dalam bidang kebudayaan sudah diabadikan melalui sebuah karya dengan judul Mustagbal al-Syaqafat fi Nisr (Masa Depan Kebudayaan di Mesir). Buku tersebut membahas tentang Mesir yang dijelaskan oleh Taha sebagai negara Barat yang berada dalam batasan-batasan orientasi budaya.[]

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here