Tafsir Yasin [36]: 68, Menjadi Bayi Setelah Menua

0
382

BincangSyariah.Com– Seringkali kita mendengar atau kita amati bersama bahwa orang yang sudah lanjut usia akan kembali kepada sifat kekanak-kanakannya. Mereka akan menjadi pelupa bahkan pikun dan mau dituruti segala kemauannya layaknya anak kecil. Hal tersebut tertulis dalam al-Quran di antaranya dalam surah Yasin ayat ke 68;

وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ أَفَلَا يَعْقِلُونَ

“Dan Barangsiapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalika dia kepada awal kejadian(nya). Maka mengapa mereka tidak mengerti?”

Ibnu Katsir di dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa Allah mengabarkan kepada anak cucu Adam apabila ia dipanjangkan umurnya maka Allah akan kembalikan mereka ke dalam keadaan lemah setelah kuat dan tidak bersemangat setelah bergairah sebagaimana firman Allah;

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ

“Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.” (QS. Ar-Rum[30]: 54)

Ayat yang senada juga berbunyi sebagaimana berikut;

وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا

“Dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya.” (QS. Al-Hajj[22]: 5)

Maksud dari ayat di atas adalah bahwa Allah ingin mengabarkan kepada umatnya bahwa dunia sebagai tempat tinggal ini merupakan tempat tinggal yang akan hilang dan berpindah bukan tempat tinggal yang kekal dan tetap oleh karenanya Allah berfirman

Baca Juga :  Begini Cara Nabi Berobat Ketika Demam

أَفَلَا يَعْقِلُونَ

“Maka mengapa mereka tidak mengerti?” (QS. Yasin[36]: 68)

Allah menginginkan umatnya berpikir sejak proses permulaan mereka diciptakan lalu dewasa hingga menua agar tahu bahwa mereka diciptakan untuk tempat tinggal yang lain, yang tidak akan hilang, tidak akan berpindah serta tidak bisa menghindar darinya yaitu alam akhirat.

As-Syinqithi juga menjelaskan dalam tafsir Adwhaul Bayan bahwa pada mulanya Allah menciptakan manusia dalam keadaan jasad yang lemah, tidak berakal dan tidak berilmu. Kemudia Allah menjadikan mereka bertambah serta berpindah dari suatu keadaan kepada keadaan lain hingga sempurna kekuatannya, berakal serta berilmu. Dan ketika sudah sampai pada puncak artinya mereka sudah menua Allah kembalikan lagi kepada keadaan semula yaitu keadaan yang serupa dengan bayi dari segi lemah fisiknya, kurang akalnya serta berkurang ilmunya.

Wallahu Ta’ala A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here