Tafsir Surat Ali Imran Ayat 159; Kasih Sayang Nabi Muhammad saw.

0
22

BincangSyariah.Com Rabiul Awal menjadi salah satu perayaan terbesar umat Islam seluruh dunia. Dipenghujung bulan maulid ini umat muslim masih sibuk berlomba-lomba merayakan hari kelahiran baginda Nabi Muhammad saw. Sayangnya, baru-baru ini umat Islam sedang dilanda krisis rohani, ihwal karikatur Nabi Muhammad saw dan pemenggalan seorang murid terhadap gurunya. Dua kasus ini lah yang kemudian menyulut api dikalangan mayoritas umat islam seluruh dunia hingga mengkampanyekan boikot besar-besaran. (Baca: Bagaimana Memahami Konteks Hukuman Bagi Para Penista Nabi?)

Sekalian memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad saw, ingatlah bahwa senjata terbaik melawan provokasi semacam itu adalah dengan mempelajari sejarah Nabi itu sendiri, lantas memperkenalkannya ke khalayak luar. Bagaimana figur Nabi sebagai pemimpin? Bagaimana sifat yang dimilikinya?

Untuk menjawab pertanyaan semacam itu mari kita membaca tafsir surat Ali Imran ayat 159 berikut ini.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (159)

“Maka dengan rahmat Allah swt engkau lemah lembut kepada mereka (umatmu). Sekiranya engkau pemarah dan berhati kasar niscaya mereka akan lari dari padamu. Maka maafkanlah mereka, dan mohonkan ampunan bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan (urusan duniawi). Kemudian apabila engku telah mantap, bertawakkalaah kapada Allah swt. Sungguh Allah swt menyukai orang-orang yang bertawakkal” (Qs Ali Imran ayat 159)

Firman Allah swt satu ini mengajarkan kita betapa adi luhungnya budi pekerti Nabi terhadap umatnya. Nabi mengajarkan kita untuk selalu bersikap lemah lembut kepada siapapun, memaafkan dan meminta maaf, mengajak kita untuk selalu elegan dan menerima serta legowo dengan pandangan orang lain. (Baca: Sikap Nabi pada Yahudi yang Menghinanya)

Baca Juga :  Al-Kilabi, Punggawa Ahlu Sunnah sebelum Abu Hasan al-Asy’ari

Wahbah Zuhali dalam bukunya Tafsir Munir menegaskan, Surat Ali Imran Ayat 159 ini berbicara dalam konteks interaksi Nabi dengan para sahabat yakni dengan lemah lembut, saling memaafkan, bermusyawarah dan menasihati agar selalu berbuat baik. “Sebab kasih sayang dan petunjuk-Nya, Allah menjadikan Nabi Muhammad saw sebagai seorang hamba yang elegant dalam berinteraksi dengan sesama, menerima segala bentuk pendapat, bertutur secara santun dan ramah.”

Oleh karena itu, tidak heran jika Nabi sebagai pemimpin sangat dipatuhi sebab kasih sayang-bukan karena terpaksa-oleh umatnya. Pemimpin yang menganjurkan dan menjalankan anjurannya itu, pemimpin yang melarang sekaligus menjauhi larangan itu.

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ (3)

Allah sangatlah membenci orang-orang yang tidak melakukan apa-apa yang dikatakannya (QS. As-saf ayat 3)

Nabi menganjurkan umatnya amar ma’ruf nahi munkar, maka tidak henti-hentinya Nabi melakukan kebaikan, menegakkan kebenaran, memerangi kezaliman dan membantu kaum lemah. Nabi tidak tahan melihat penderitaan orang lain maka Nabi pun selalu menyuruh sahabatnya saling membantu sesama, menyantuni anak yatim dan tidak merendahkan martabat orang lain.

Sedangkan ibnu Asyur dalam kitabnya Ruh al-Ma’ani menafsiri lafad fabima rahmatin dengan sangat unik, secara eksplisit Nabi memang lemah lembut. Tapi sekaligus menunjukkan watak Nabi yang tegas di balik kelembutannya. Barangkali lebih tepatnya “lemah lembut” di sini dapat dipahami sebagai ketabahan hati atas segala cobaan disertai sikap tegas dalam menyelesaikan masalah itu.

Terakhir sekalian memperingati maulid Nabi di akhir bulan semi rohani saat ini, ketimbang larut dengan kegaduhan yang terjadi di Prancis ataupun menambah kegaduhan yang sedang bergulir. Lebih baik kita perbanyak wawasan kita tentang sejarah Nabi, belajar dari kehidupan Nabi, bershalawat, mengikuti laku Nabi sembari merenungi dan mengkampanyekan strategi dakwah Nabi berikut ini.

Baca Juga :  Akibat Tobat Palsu, Orang Ini Meninggal Mengenaskan

يسرا ولا تعسرا بشرا ولا تنفرا

“Permudahlah dan jangan mempersulit. Berilah sesuatu yang menggembirakan dan jangan buat mereka lari” (HR Bukhari).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here