Tafsir Surat Al-Fajr [89] ayat 15-17 : Manusia dalam Ujian Kesenangan dan Kesempitan

1
1233

BincangSyariah.Com – Kesenangan dan kesempitan (kesedihan) adalah dua wajah ujian Allah pada manusia. yang dari kedua ujian itu tentunya Allah ingin melihat siapa yang paling bersyukur, dan bersabar. Sayang terkadang manusia salah menilai. Ketika kesenangan diberikan, mereka memuji Allah, kemudian ketika himpitan diberikan, mereka berburuk sangka pada Allah.

فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ . وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ . كَلَّا بَلْ لَا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ

“Maka, adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu memuliakannya, dan memberinya kesenangan, maka ia berkata, ‘Tuhanku telah memuliakanku’. Dan apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka ia berkata, ‘Tuhanku menghinaku’. Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim.” (QS. Al-Fajr: 15-17)

Ibnu Katsir menafsirkan ayat tersebut, bahwa sesungguhnya Allah mengingkari penyataan orang-orang yang memandang bahwa ketika diluaskan rezeki, maka itu adalah kemuliaan. Sesungguhnya terkadang diluaskan rezeki sebagai bentuk ujian Allah pada hambanya. Apakah ia masih dalam sebuah ketaatan atau malah akan menjadikannya lupa pada-Nya.

Begitupun, ketika seseorang berada dalam terhimpitnya rezeki bukan berarti Allah ingin menghinakannya. Akan tetapi sebuah ujian apakah ia akan senantiasa bersabar atau tidak. Sesungguhnya, Allah melepangkan rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki dan menyempitkan rezeki kepada siapa saja yang Ia hendaki.

Al-Qurthubi menjelaskan, bahwa sifat dalam ayat 15 dan 16 tersebut adalah sifat orang kafir yang tidak beriman pada hari bangkit, mereka hanya memandang kenikmatan adalah sesuatu yang ada pada banyaknya harta. Sedangkan kehinaan adalah sedikitnya harta. Berbeda dengan konsep seorang mukmin, kenikmatan adalah seseorang yang berada pada ketaatan pada Allah baik dalam keadaan banyak harta atau terhimpitnya harta.

Baca Juga :  Apa Makna Khannas dalam Al-Qur'an?

Inti dari ayat-ayat tersebut, mengingatkan kembali pada kita bahwa sejatinya segala bentuk ujian baik itu berupa kenikmatan dan keterhimpitan untuk dijalani dengan ketaatan kepada Allah. dengan konsep syukur dan kesabaran.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here