Tafsir Surah Yusuf 99-100; Mimpi Yusuf Menjadi Kenyataan

1
14

BincangSyariah.Com – Surah Yusuf 99-100 ini menjelaskan mengenai kenyataan tafsiran mimpi Nabi Yusuf. Yusuf meminta kepada saudaranya untuk menghadirkan keluarganya dari negeri Kan’an ke tanah Mesir agar mereka semua tinggal bersama di Mesir. Ya’qub beserta keluarga besarnya datang ke kerajaan untuk memenuhi undangan Yusuf. Terkait hal ini, Allah Swt. bercerita:

فَلَمَّا دَخَلُوا عَلَى يُوسُفَ آوَى إِلَيْهِ أَبَوَيْهِ وَقَالَ ادْخُلُوا مِصْرَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ

وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوا لَهُ سُجَّدًا وَقَالَ يَا أَبَتِ هَذَا تَأْوِيلُ رُؤْيَايَ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّي حَقًّا وَقَدْ أَحْسَنَ بِي إِذْ أَخْرَجَنِي مِنَ السِّجْنِ وَجَاءَ بِكُمْ مِنَ الْبَدْوِ مِنْ بَعْدِ أَنْ نَزَغَ الشَّيْطَانُ بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِي إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

Maka tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf. Yusuf merangkul ibu bapanya dan dia berkata: “Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman” (99).

Dan dia menaikkan kedua ibu bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. dan berkata Yusuf: “Wahai ayahku inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui Lagi maha Bijaksana” (100).

Kandungan Tafsir Surah Yusuf 99-100

Imam al-Razi dalam karyanya Mafatihu al-Ghaib menyampaikan perselisihan ulama dalam memahami maksud kalimat ibu bapanya. Dalam penyampaianya, maksud kalimat tersebut menurut sebagian ulama adalah ayah dan ibu Yusuf yang telah dihidupkan kembali dan dibangkitkan dari kuburnya oleh Allah Swt. dihidupkan kembali hingga bersujud kepada Yusuf sebagai bentuk pembenaran atas mimpi Yusuf.

Baca Juga :  Tafsir Surah Yusuf 25-29; Pembelaan Nabi Yusuf atas Tuduhan Perbuatan Mesum

Dalam pandangan ulama lainya adalah ayah dan bibi Yusuf. Ibu Yusuf meninggal dunia dalam keadaan nifas setelah melahirkan Bunyamin, kemudian Ya’qub menikahi bibi Yusuf. Dalam al-Qur’an, Allah Swt. menyebutnya dengan bahasa ibu sebab kedudukannya sebagaimana seorang ibu yang telah merawat dan mendidik.

Arti dari kata masuklah adalah menetaplah dalam riwayat Ibnu Abas dalam penyampaian al-Razi. Dalam pandangan al-Razi, dalam keadaan aman yang dimaksud adalah jiwa, harta dan keluarga mereka aman dari hal yang telah mereka hawatirkan. Dan dalam penyampaianya bahwa sebagian ulama mengarahkan aman dari paceklik dan kesengsaraan yang menimpa mereka, sedangkan sebagian ulama lainya memahami aman dari hukuman Yusuf atas kesalahan mereka yang telah berlalu.

Wahbah al-Zuhail dalam karyanya al-Tafsir al-Munir menyampaikan arti sujud pada kalimat sujud kepada Yusuf. Dalam penyampaianya, sujud tersebut adalah membungkukan badan. Lain halnya dengan al-Zuhaili, al-Razi memahaminya dengan arti sujud.  Dan  sujud tersebut adalah bentuk syukur atas nikmat-Nya. (Baca: Tafsir Surah Yusuf 93-98; Penderitaan Nabi Ya’qub Berakhir)

Pada saat Yusuf mendengar kabar akan keberadaan Ya’qub beserta keluarga besarnya telah mendekati tanah Mesir, dia beserta para pejabat kerajaan, pembesar tanah Mesir dan prajurit kerajaan berangkat menjemput mereka.

Ya’qub berjalan bersama keluarga sambil bersandar kepada Yahudza dan bertemu rombongan Yusuf yang menjemput mereka.  Dalam pertemuannya dengan rombongan Yusuf, Ya’qub bertanya kepada anaknya (Yahudza) “Hai Yauhdza, apakah ini Fir’aun (raja) Mesir?” Yahudza menjawab “Bukan, ini adalah anakmu Yusuf”. Yusuf bergegas akan mengawali salam kepada Ya’qub, namun Ya’qub melarang dan mengambil alih untuk mengucapkan salam kepada Yusuf.

Sewaktu mereka semua telah memasuki kemegahan area kerajaan, Yusuf memeluk ayah dan ibunya. Dalam versi lain, ketika rombongan Yusuf pertama kali bertemu dengan rombongan Ya’qub sebelum memasuki area raja, mereka semua singgah dan istirahat pada rumah perkemahan. Yusuf memasuki perkemahan tempat Ya’qub istirahat dan memeluk ayah dan ibunya.

Baca Juga :  Tafsir Surah Yusuf 63-66; Rasa Berat Hati Ya’qub Melepaskan Bunyamin

Dalam keadaanya memeluk ayah dan ibu, Yusuf berkata “Masuklah Tanah Mesir dan insya Allah kalian dalam keadaan aman”. Dalam versi lain “Insya Allah kalian akan masuk tanah Mesir dan dalam keadaan aman”.

Setelah mereka semua sampai kerajaan, Yusuf mempersilahkan ayah ibunya untuk menduduki singgasana yang telah disiapkannya sebagai bentuk penghormatan kepada mereka berdua.

Pada saat ayah dan ibu Yusuf duduk disinggasana, mereka berdua beserta keluarga besarnya membungkukan diri ke arah Yusuf sebagai bentuk penghormatan dan memuliakan kepadanya.

Dalam versi lain, dengan menghadap ke arah Yusuf, mereka semua serentak bersujud kepada Allah Swt. sebagai bentuk syukur atas nikmat-Nya karena mereka semua telah dipertemukan kembali dengan Yusuf setelah bertahun-tahun berpisah.

Menurut ulama lainya, bahwa sebenarnya Ya’qub mengetahui keberadaan hati anak-anaknya yang masih terselimuti kegelapan atas Yusuf. Oleh karenanya Ya’qub memberikan teladan kepada anak-anaknya untuk bersujud ke hadapan Yusuf agar kegelapan hati mereka terhadap Yusuf sirna. Dan di sisi lain, Tuhan memerintahkan Ya’qub bersujud ke hadapan Yusuf.

Pada akhirnya Ya’qub melakukan sujud ke hadapan Yusuf dan diikuti oleh anak-anaknya. Pada hakikatnya, Yusuf tidak rela melihat mereka semua bersujud ke hadapanya namun dia mengetahui bahwa semua itu adalah perintah Tuhan yang pasti mengandung hikmah yang tidak seorangpun mengetahuinya kecuali diri-Nya.

Sebagian ulama lainya lagi menyampaikan bahwa Yusuf, ayah dan ibunya tetap dalam keadaan duduk di singgasana, saudara-saudara beserta keluarga besarnya dan semua yang berada dalam ruangan kerajaan bersujud kepada Yusuf.

Dalam suasana tersebut (mereka semua bersujud ke hadapanya), kulit Yusuf bergetar dan mengerut  seraya berkata “Wahai ayahku inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui Lagi maha Bijaksana” (QS.Yusuf: 100).

Baca Juga :  Tafsir Surah Yusuf 102-108; Kegigihan Nabi Muhammad Mengajak Umatnya

Para ulama berselisih pendapat dalam memahami masa antara mimpi Yusuf dengan terbuktinya mimpi tersebut. Dalam perselisihanya, ada yang mengatakan empat puluh, tujuh puluh dan bahkan ada yang berpendapat delapan puluh tahun.

Wallahu A’lam.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here