Tafsir Surah Yusuf 77-79; Strategi Nabi Yusuf Agar Tetap Bersama Bunyamin

0
47

BincangSyariah.ComSurah Yusuf 77-79 ini berbicara mengenai dialog antara Nabi Yusuf yang sudah menjadi raja Mesir dengan saudara-saudara tirinya, dan saudara kandungnya, Bunyamin. (Baca: Tafsir Surah Yusuf 69-76; Nabi Yusuf Menjadi Raja Mesir)

Terkait kisah ini, Allah Swt. bercerita dalam Al-Qur’an:

قَالُوا إِنْ يَسْرِقْ فَقَدْ سَرَقَ أَخٌ لَهُ مِنْ قَبْلُ فَأَسَرَّهَا يُوسُفُ فِي نَفْسِهِ وَلَمْ يُبْدِهَا لَهُمْ قَالَ أَنْتُمْ شَرٌّ مَكَانًا وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا تَصِفُونَ. قَالُوا يَا أَيُّهَا الْعَزِيزُ إِنَّ لَهُ أَبًا شَيْخًا كَبِيرًا فَخُذْ أَحَدَنَا مَكَانَهُ إِنَّا نَرَاكَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ. قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ أَنْ نَأْخُذَ إِلَّا مَنْ وَجَدْنَا مَتَاعَنَا عِنْدَهُ إِنَّا إِذًا لَظَالِمُونَ

Artinya:

Mereka berkata: “Jika ia mencuri, maka sesungguhnya telah pernah mencuri pula saudaranya sebelum itu”. Maka Yusuf menyembunyikan kejengkelan itu pada dirinya dan tidak menampakanya kepada mereka. Dia berkata (dalam hatinya): “Kamu lebih buruk kedudukanmu (sifat-sifatmu) dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu terangkan itu” (77) 

Mereka berkata: “Wahai al-Aziz, sesungguhnya ia mempunyai ayah yang sudah lanjut usia, lantaran itu ambillah salah seorang diantara kami sebagai gantinya, sesungguhnya kami melihat kamu termasuk orang-orang yang berbuat baik”(78)

Berkata Yusuf: “Aku memohon perlindungan kepada Allah daripada menahan seorang, kecuali orang yang kami ketemukan harta benda kami padanya, jika kami berbuat demikian, maka benar-benarlah kami orang-orang yang zalim”(79)

Imam al-Razi dalam karyanya Mafatihu al-Ghaib menyampaikan beberapa kemungkinan maksud dari kalimat kamu termasuk orang-orang yang berbuat baik. Penyampaian tersebut sebagai berikut:

Pertama, Yusuf adalah seorang yang berbuat baik bila dia mengabulkan permohonan mereka. Kedua, Yusuf adalah seorang yang berbuat baik kepada mereka sebab dia telah memuliakan, memberikan imbalan dan banyak tujuan mereka yang telah dikabulkanya serta barang yang dipakai untuk membeli makanan telah dia kembalikan kepada mereka.

Baca Juga :  Tafsir Surah Al-Nisa ayat 58 tentang Perintah Menunaikan Amanat

Ketiga, pada saat negeri Mesir dilanda paceklik dan masyarakat tidak memiliki apapun yang dapat digunakan untuk membeli makanan, mereka menjual dirinya sehingga mayoritas penduduk Mesir adalah budak. Kemudian Yusuf memerdekakan mereka semua. Oleh karenanya saudara-saudara Yusuf mengatakan bahwa Yusuf adalah seorang yang telah berbuat baik kepada masyarakat umum, dan mereka berharapagar Yusuf berbuat baik pula kepada satu orang ini (Bunyamin) dengan memerdekakanya.

Pada saat saudara-saudara Yusuf melihat piala (tempat minum) dikeluarkan dari karung Bunyamin, mereka berkata: “Bila Bunyamin mencuri, berarti sauadaranya (yaitu) Yusuf pernah mencuri sebelumnya, mereka berdua satu ibu”.

Dalam versi lain disampaikan: Bahwa pada saat piala (tempat minum) yang hilang ditemukan berada dalam karung Bunyamin dan Yusuf mengeluarkanya dari dalam karung tersebut, semua saudara-saudara Yusuf menundukan kepala dan berkata: “Ini merupakan kejadian yang menakjubkan, Rahil melahirkan dua anak. Hai anak Rahil, kalian sebuah bencana untuk kami.”

Bunyamin menyahut: “Kalian menyebabkan banyak bencana untuk kami, kalian pergi dengan membawa saudaraku dan menyia-nyiakannya dalam hutan berantara lalu kalian berkata seperti itu padaku”. Mereka kembali berkata: “Bagaimana bisa piala tersebut keluar dari tempatmu?”. Dia menjawab: “Telah meletakanya seorang yang meletakan barang-barang pada tempat kalian”.

Perkataan mereka bertujuan untuk mencela perbuatan saudaranya yaitu Yusuf dan memberitahu raja bahwa hal itu bukanlah tindakan yang asing baginya serta menegaskan keberadaan mereka tidak sama dengan dua saudaranya itu yang telah melakukan pencurian sebab mereka dari ibu yang berbeda.

Ulama berselisih pendapat dalam memahami pencurian yang diarahkan kepada Yusuf oleh saudara-saudaranya sebagai berikut:

Pertama, Sa’id bin Jubair menyampaikan bahwa kakek Yusuf dari pihak ibu adalah seorang penyembah berhala dan berhala tersebut terbuat dari emas dan perak, Yusuf mencuri berhala tersebut dan menghancurkanya agar kakeknya meninggalkan penyembahan terhadap berhala.

Baca Juga :  Tafsir Surah Yusuf 63-66; Rasa Berat Hati Ya’qub Melepaskan Bunyamin

Kedua, sebagian ulama berpendapat bahwa Yusuf pernah mencuri makanan milik ayahnya dan dia berikan kepada orang-orang fakir.

Ketiga, dalam sebagian pendapat dikisahkan: Anak Ishak tertua, dia mewarisi ikat pinggang milik ayahnya. Dia merawat Yusuf semenjak Ya’qub menjadi ayahnya.

Dengan berjalanya waktu Ya’qub diselimuti kerinduan terhadap Yusuf. Oleh karenanya dia mendatangi kakaknya yang merawat Yusuf dan berkata: “Hai saudaraku, serahkan Yusuf kepadaku. Demi Allah aku tidak mampu berpisah denganya”.

Dia menjawab: “Biarkan dia bersamaku beberapa hari, agar aku bisa melihat dan bersamanya”. Lalu Ya’qub pergi dari rumah kakanya. Dengan bergegas kakak tertua Ya’qub meletakan ikat pinggang Ishak di bawah pakaian Yusuf dan berseru bahwa ikat pinggang tersebut telah hilang.

Kemudian orang-orang mencarinya dan menemukan ikat pingang tersebut bersama Yusuf. pada saat ya’qub kembali mendatangi kakaknya, dia mendapatkan kabar tersebut. oleh karenanya  Ya’qub meninggalkan Yusuf sebagai budak di sisi kakaknya sebagai hukuman hingga kakak Ya’qub meninggal dunia.

Keempat, ulama lain menyatakan bahwa pencurian yang diarahkan kepada Yusuf hanyalah sebuah kedustaan dan pembohongan dari saudara-saudaranya. Hal ini dilandasi oleh rasa kemarahan kepada Yusuf yang telah menyelimuti hati mereka.

Setelah saudara-saudara Yusuf mencelanya, Yusuf dalam hatinya bergumam: “Kedudukan dan derajat kalian lebih buruk daripada persangkaan mencuri kepadanya, sebab kalian telah mencuri saudara kalian sendiri dan membuangnya dalam sumur agar dia binasa. Allah Maha Mengetahui atas apa yang telah kalian sampaian”.

Kemudian mereka memohon dan meminta belaskasihan Yusuf agar dia memaafkan atau menahan salah satu dari mereka sebagai ganti Bunyamin. Namun Yusuf menolak permintaan mereka dan tetap bersikukuh untuk menahan seseorang yang telah ditemukan piala tersebut dalam karungnya, sebab bila dia menahan orang lain yang tidak ada piala dalam karungnya atau menyakiti seseorang sebab kesalahan yang diperbuat orang lain maka dia termasuk seorang yang zalim.

Baca Juga :  Tafsir Surah Yusuf 80-86; Nabi Ya‘qub Bersedih Bunyamin Ditahan

Wahbah al-Zuhaili dalam karyanya al-Tafsir al-Munir menyampaikan tujuan dari perkataan Yusuf dalam menolak permohonan mereka adalah memperjelas bahwa Allah Swt. telah memerintahkannya untuk menahan Bunyamin demi kemashlahatan dan bila dia menahan selainnya berarti dia adalah seorang yang zalim dan melakukan penyimpangan terhadap wahyu yang diterimanya.

Wahbah al-Zuhaili kembali menyampaikan hal terkait ayat-ayat di atas, di antaranya:

Pertama, keberadaan sepuluh anak-anak Ya’qub di masa kecil dan dewasa tidaklah berubah, hati mereka semua telah diselimuti kedengkian dan rasa hasud kepada Bunyamin dan Yusuf.

Kedua, pada hakikatnya bahwa pencurian yang dilakukan Yusuf merupakan tindakan yang tidak dikenai hukum, karena hal itu dilakukanya semasa kecil dan anak kecil (belum dewasa) tidak dikenakai hukum.

Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here