Tafsir Surah Yusuf 63-66; Rasa Berat Hati Ya’qub Melepaskan Bunyamin

1
81

BincangSyariah.Com – Nabi Yusuf terpisah dari ayahnya, Nabi Ya’qub, akibat ulah saudara-saudaranya yang iri padanya. Perpisahan itu terasa begitu berat, sehingga perpisahan tersebut tidak akan mudah hilang dari ingatan. Pada akhirnya Allah mempertemukan keduanya kembali. Sebelum itu, Nabi Yusuf menysaratkan ingin bertemu saudara kandungnya bernama Bunyamin. Terkait kisah ini, Allah Swt. berfirman:

فَلَمَّا رَجَعُوا إِلَى أَبِيهِمْ قَالُوا يَا أَبَانَا مُنِعَ مِنَّا الْكَيْلُ فَأَرْسِلْ مَعَنَا أَخَانَا نَكْتَلْ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

قَالَ هَلْ آمَنُكُمْ عَلَيْهِ إِلَّا كَمَا أَمِنْتُكُمْ عَلَى أَخِيهِ مِنْ قَبْلُ فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

وَلَمَّا فَتَحُوا مَتَاعَهُمْ وَجَدُوا بِضَاعَتَهُمْ رُدَّتْ إِلَيْهِمْ قَالُوا يَا أَبَانَا مَا نَبْغِي هَذِهِ بِضَاعَتُنَا رُدَّتْ إِلَيْنَا وَنَمِيرُ أَهْلَنَا وَنَحْفَظُ أَخَانَا وَنَزْدَادُ كَيْلَ بَعِيرٍ ذَلِكَ كَيْلٌ يَسِيرٌ

قَالَ لَنْ أُرْسِلَهُ مَعَكُمْ حَتَّى تُؤْتُونِ مَوْثِقًا مِنَ اللَّهِ لَتَأْتُنَّنِي بِهِ إِلَّا أَنْ يُحَاطَ بِكُمْ فَلَمَّا آتَوْهُ مَوْثِقَهُمْ قَالَ اللَّهُ عَلَى مَا نَقُولُ وَكِيلٌ

Fa lammā raja’ū ilā abīhim qāl yā abānā muni’a minnal-kailu fa arsil ma’anā akhānā naktal wa innā lah laḥāfiẓụn. (Baca: Tafsir Surah Yusuf 58-62; Nabi Yusuf Bertemu Kembali dengan Keluarganya)

Qāla hal āmanukum ‘alaihi illā kamā amintukum ‘alā akhīhi ming qabl, fallāhu khairun āfiaw wa huwa ar-amur-rāimīn.

Wa lammā fataḥụ matā’ahum wajad biā’atahum ruddat ilaihim, qāl yā abānā mā nabgī, hāżihī biā’atunā ruddat ilainā wa namīru ahlanā wa nafau akhānā wa nazdādu kaila ba’īr, żālika kailuy yasīr.

Qāla lan ursilah ma’akum attā tu`tni mauiqam minallāhi lata`tunnanī bihī illā ay yuāa bikum, fa lammā ātauhu mauiqahum qālallāhu ‘alā mā naqlu wakīl

Artinya:

Baca Juga :  Cuaca Mekkah Mendadak Teduh Saat Mbah Moen Wafat, Ini Kesaksian Pengasuh Pesantren Al-Rabbani Cikeas

Tatkala kembali kepada ayah mereka (Ya‘qub), mereka berkata: “Wahai ayah, kami tidak akan mendapatkan sukatan (gandum) lagi, (jika tidak membawa saudara kami), sebab itu biarkanlah saudara kami pergi bersama-sama kami supaya kami mendapatkan sukatan, dan sesungguhnya kami benar-benar akan menjaganya” (63)

Ya’qub berkata: “Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, kecuali seperti aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu?” Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.(64)

Tatkala mereka membuka barang-barangnya, mereka menemukan kembali barang-barang (penukaran) mereka, dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata: “Wahai ayah, apa lagi yang kita inginkan. Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita, dan kami akan dapat memberi makan keluarga kami, dan kami akan dapat memelihara saudara kami, dan kami akan mendapat tambahan sukatan (gandum) seberat beban seekor unta. Itu adalah sukatan yang mudah (bagi raja Mesir).(65)

Ya’qub berkata: “Aku sekali-kali tidak akan melepaskannya (pergi) bersama-sama kamu, sebelum kamu memberikan kepadaku janji yang teguh atas nama Allah, bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu dikepung musuh” Tatkala mereka memberikan janji mereka, maka Ya’qub berkata: “Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan (ini)”.(66)

Imam al-Razi dalam karyanya Mafatihul Ghaib menyampaikan bahwa yang dikehendaki dari barang-barang pada kalimat mereka membuka barang-barangnya ialah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan, dan dapat pula diartikan dengan makanan yang mereka bawa serta bisa diarahkan pada makna tempat atau wadah makanan.

Imam al-Qurthubi dalam karyanya Tafsir al-Qurthubi menampilkan perselisihan pendapat para ulama dalam memahami maksud dari kamu dikepung musuh. Dalam penyampaianya, Mujahid berpendapat: Kalian mati atau rusak dan Qatadah mengartikannya: Kalian terkalahkan.

Baca Juga :  Kisah Nabi Menerima Wasiat Harta dari Seorang Pendeta Yahudi

Pada saat saudara-saudara Yusuf telah kembali kepada ayahnya (Ya‘qub), mereka berkata “Sungguh raja tidak akan memberikan sukatan lagi jika kami tidak membawa Bunyamin kepadanya, maka biarkanlah dia pergi bersama kami maka kami akan mendapatkan sukatan sesuai jumlah kami. Dan kami akan menjaganya dari segala hal yang tidak disukai dan keburukan selama pergi hingga kembali, janganlah engkau hawatir maka dia akan kembali kepadamu”.

Ya’qub menjawabnya “kalian tidak akan memperlakukan Bunyamin kecuali sebagaimana perlakuan kalian kepada saudaranya (Yusuf), kalian melenyapkanya dariku dan mengahalang-halangi antara aku dan dia. Kalian telah (berlaku) melampaui batas kepada Yusuf, maka bagaimana aku akan memmpercayai kalian atas saudaranya?”.

Ya’qub kembali berkata “Sungguh aku percaya dan berpasrah serta menyerahkan urusanku kepada-Nya, Dia paling menyayangiku dan akan memberikan belaskasihan atas umur tua dan kelemahanku serta kerekatanku dengan anakku. Dan aku berharap kepada Allah Swt. akan menjaganya dan mengembalikannya kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Penyayang diantara para penyayang”.

Dari perkataaanya, memberikan maksud bahwa dia memberikan izin kepada saudara-saudara Yusuf untuk membawa Bunyamin kehadapanya. Para ahli Tafsir memahami alasan Ya’qub mengizinkanya karena beberapa hal, diantaranya:

Pertama; Mereka (saudara-saudara Yusuf) sudah beranjak besar dan dewasa serta bertujuan baik.

Kedua; Ya‘qub menyaksikan bahwa antara mereka dan Bunyamin tidak terjadi kedengkian, lain halnya antara mereka dengan Yusuf.

Ketiga; Musim paceklik yang melanda mendorong untuk memberinya izin agar mendapatkan makanan.

Keempat; Ada kemungkinan bahwa Tuhan memberikan wahyu kepada Ya’qub dan akan menjaga serta mengembalikan Bunyamin kepadanya.

Pada saat saudara-saudar Yusuf membuka barang-barang dan wadah makanan mereka, di dalamnya mereka menemukan alat tukar telah dikembalikan oleh raja dan mereka berkata “Wahai ayah kami, apa yang kami inginkan lagi atas kebaikan raja kepada kami sebagaimana apa yang telah kami sampaikan kepadamu. Ini (alat tukar) kami telah dikembalikan dan ketika pergi membawa Bunyamin maka kami akan mendapatkan tambahan sukatan seberat beban seekor unta sebab kehadirannya”.

Baca Juga :  Baca Surah Yusuf Saat Hamil, Anaknya Bisa Tampan?

Saudara-saudara Yusuf mengatakan bahwa mereka akan menjaga Bunyamin agar Ya’qub tidak hawatir terhadapnya. Dengan demikian Ya’qub kembali teringat kisah masa kecil Yusuf bersama mereka.

Oleh karenanya dia tidak akan mengizinkan Bunyamin dibawa pergi oleh mereka sebelum janji dan sumpah mereka lantunkan agar Bunyamin dibawanya kembali ke hadapan Ya’qub kecuali benar-benar mereka tidak mampu menyelamatkannya.

Setelah mereka mengucapkan sumpahnya, Ya’qub menyatakan bahwa Tuhan menyaksikan semua ini dan dia berpasrah serta menyerahkan semua urusanya kepada-Nya.

Wallahu A’lam.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here