Tafsir Surah as-Rum Ayat 41: Kerusakan Lingkungan di Darat dan Laut Akibat Perbuatan Manusia.

0
21

BincangSyariah.Com – Surah as-Rum pada ayat 41: menerangkan tentang kerusakan lingkungan yang terjadi di darat dan laut akibat perbuatan manusia.

Allah berfirman:

ظَهَرَ الۡفَسَادُ فِى الۡبَرِّ وَالۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ اَيۡدِى النَّاسِ لِيُذِيۡقَهُمۡ بَعۡضَ الَّذِىۡ عَمِلُوۡا لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُوۡنَ

Zaharal fasaadu fil barri wal bahri bimaa kasabat aydinnaasi li yuziiqahum ba’dal lazii ‘amiluu la’allahum yarji’uun

Artinya: Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena tangan manusia, sehingga Allahmencicipkan kepada mereka mereka  sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Dalam Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an (2017), M. Quraish Shihab menjelaskan tentang penafsiran Surah ar-Rum ayat 41, bahwa telah tampak kerusakan di darat ,seperti; kekeringan dan paceklik. Begitu juga di laut—terjadi kerusakan ekologi—seperti kekurangan hasil laut dan tenggelam, ikan dan terumbu karang yang rusak. Kerusakan ini diakibatkan oleh tangan manusia yang durhaka. Kerusakan itu membuat Allah menurunkan bencana sebagai akibat perbuatan dosa dan pelanggaran yang mereka lakukan agar mereka kembali ke jalan Allah.

Terkait kata fasad (الۡفَسَادُ) dalam ayat di atas, ulama kontemporer menyebut penafsirannya adalah kerusakan lingkungan. Hal itu dikarenakan adanya kata darat (بَرِّ) al-bar dan ( بَحۡرِ ) al-bhar. Salah satu mufasir modern Ibn A’syur dalam kitab tafsir yang berjudul al-Tahrir wa al-Tanwir, mengatakan kata fasad bemakna keadaan laut dan darat yang rusak akibat ulat manusia.

Secara garis besar dalam pandangan Ibn A’syur, alam raya telah diciptakan oleh Allah dalam satu sistem yang sangat serasi dan sesuai dengan kehidupan manusia. Sayang, manusia melakukan kegiatan buruk dan berbuat binasa sehingga terjadi kepincangan  dan ketidakseimbangan di dalam  sistem alam semesta.

Sebagaimana dalam al-tahrir wa al- tanwir karya Ibn A’syur,  juz X halaman 111-112, ia berkata;

ويجوز ان يكون المعنى ان الله تعالى خلق العالم على نظام محكم ملاؤم صالح للناس فاحدث الانسان فيه اعمالا سيئة مفسدة

Artinya: Makna ayat (baca; Q.S. ar-Rum; 41) bahwa Allah adalah pencipta alam dengan susunan hukum alam yang sesuai bagi kehidupan manusia, tetapi manusia membuat kerusakan yang merugikan.

Lantas Ibn A’syur mengutip firman Allah dalam Q.S. at-Tin; 4-6, :

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ. ثُمَّ رَدَدْنٰهُ اَسْفَلَ سَافِلِيْنَۙ. اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍۗ

Laqad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim. Thumma ra dad naahu asfala saafiliin. Ill-lal laziina aamanuu wa ‘amilus saalihaati; falahum ajrun ghairu mamnuun

Artinya: Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya.

Quraish Shihab menyatakan dosa dan pelanggaran yang dibuat manusia mengakibatkan sistem balancing kehidupan jadi tak terkontrol. Semakin marak kerusakan ekosistem laut dan darat, akan semakin besar pula dampak negatifnya bagi keberlangsungan hidup manusia. Bukankah Allah menciptakan semua makhluk saling terkait. Dalam keterkaitan itu lahir keserasian dan keseimbangan.

Nah, bila terjadi dis-harmonisasi alam semesta, maka akan timbul kerusakan, yang kecil atau besar. Kerusakan itu akan berdampak bagi kehidupan ekologi yang ada di alam semesta. Itu akan menimpa yang merusak, bahakn lebih sial lagi,yang tak merusak pun ikut terseret.

Alam semesta ini dibangun dengan sistem kausalitas (sebab-akibat), saling berkaitan antara satu dengan yang lain. Apabila salah satu tak berfuungsi, maka akan berakibat negatif pada keseimbangan alam raya. Lebih lanjut, ketidakberfungsian sebab-akibat akan melahirkan krisis dalam kehidupan manusia. Akibat krisis akan menimbulkan bencana alam; banjir, air bah, gempa bumi, longsor.  Kerusakan itu semua tanda-tanda yang diberikan Allah untuk manusia agar segera kembali ke jalan.

Demikianlah tafsir surah as-Rum ayat 41 yang menjelaskan kerusakan lingkungan di darat dan laut akibat perbuatan manusia.

(Baca: Tafsir Surah As-Sajadah Ayat 1-2: Kebenaran Al-Qur’an Sebagai Kitab Suci)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here