Tafsir Surah al-Rahman Ayat 48-55; Gambaran Surga di Akhirat

1
1362

BincangSyariah.Com – Mereka yang memilki rasa takut mendapatkan balasan surga seperti pada tulisan sebelumnya. Surga tersebut digambarkan dengan beberapa sifat dalam firman-Nya :

ذَوَاتَا أَفْنَانٍ. فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَان

“Kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan. Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S.al-Rahman: 48-49)

Ayat di atas menyampaikan keberadaan surga yang didalamnya terdapat pepohonan yang berbuah. Dalam Hasyiyah al-Shawi disampaikan:

وهي فروع الشجر التي تشتمل على الورق و الثمار

“(Terdapat) ranting-ranting pohon yang memuat dedaunan dan buah-buahan”.

Abu Hayyan al-Andalusi dalam Al-Bahru al-Muhith menambahkan:

لأنها التي تورق وتثمر ، ومنها تمتد الظلال ، ومنها تجنى الثمار

“Sesungguhnya (ranting-ranting tersebut) berdaun dan berbuah, dari sinilah terasa teduh dan dapat memetik buah-buahan”.

Imam al-Razi dalam karyanya Mafatihu al-Ghaib memperjelas:

أن الجنات في الأصل ذوات أشجار والأشجار ذوات أغصان والأغصان ذوات أزهار وأثمار وهي لتنزه الناظر إلا أن جنة الدنيا لضرورة الحاجة وجنة الآخرة ليست كالدنيا فلا يكون فيها إلا ما فيه اللذة – إلى أن قال – فالجنة فيها أفنان عليها أوراق عجيبة وثمار طيبة من غير سوق غلاظ ويدل عليه أنه تعالى لم يصف الجنة إلا بما فيه اللذة

Sesungguhnya taman pada pasarnya terdapat pepohonan, pepohonan tersebut memiliki ranting-ranting dan pada ranting tersebut terdapat dedaunan dan buah-buahan, semua itu untuk bersenang-senang oleh yang melihatnya. Akan tetapi taman dunia sebagai kebutuhan, dan taman surga tidak seperti di dunia (untuk kebutuhan) melainkan sebagai bentuk kesenangan. Pada taman dalam surga terdapat ranting-ranting pohon dengan daunya yang menakjubkan serta buahnya yang lezat tanpa henti”.

Berikutnya Allah berfirman:

فِيهِمَا عَيْنَانِ تَجْرِيَانِ. فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

“Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir.  Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S.al-Rahman: 50-51)

Ayat tersebut kembali menyampaikan keberadaan surga, bahwa di dalamnya terdapat mata air yang mengalir dan menyirami pepohonan sehingga mengeluarkan berbagai macam buah. Imam ‘Athiyah menjabarkanya :

إحداهما من ماء غير آسن، والأخرى من خمر لذة للشاربين

“Salah satu (dari kedua mata air tersebut) merupakan air yang tidak berubah dan lainya adalah air khamr untuk bersenang-senang bagi para peminumnya” (Tafsir Ibnu Katsir).

Abu Hayyan al-Andalusi dalam al-Bahru al-Muhith menyampaikan:

وقيل : تجريان في الأعالي والأسافل من جبل من مسك

“Dikatakan (pendapat lain) bahwa kedua mata air tersebut mengalir pada bagian atas dan bawah dari gunung misik”.

Selain dua mata air tersebut, Allah berfirman :

فِيهِمَا مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجَانِ . فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَان

“Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam bauh-buahan yang berpasangan. Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S.al-Rahman :52-53)

Buah-buahan dalam surga berpasangan artinya terdapat dua macam yaitu basah dan kering. Kedua macam buah tersebut memiliki rasa yang lezat. Ibnu Abas berkata :

ما في الدنيا من شجرة حلوة ولا مرة إلا وهي في الجنة ، حتى شجر الحنظل ، إلا أنه حلو

“Segala macam buah yang manis dan pahit di dunia, akan terasa lezat saat di surga hingga buah labu yang pahit rasanya” (al-Bahru al-Muhith).

وقال ابن عباس: ليس في الدنيا مما في الآخرة إلا الأسماء، يعني: أن بين ذلك بَونًا عظيما، وفرقًا بينا في التفاضل

Ibnu Abas berkata “Di dunia dan akhirat tidak ada  yang sama kecuali nama, artinya nama yang sama untuk sesuatu (di dunia dan akhirat) memiliki perbedaan dan kelebihan” (Tafsir Ibnu Katsir).

Selanjutnya Allah SWT. berfirman:

مُتَّكِئِينَ عَلَى فُرُشٍ بَطَائِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ وَجَنَى الْجَنَّتَيْنِ دَان  .فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

“Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra. Dan buah-buahan kedua surga itu dapat dipetik dari dekat. Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S.al-Rahman : 54-55)

Mereka yang berada pada surga bersandar diatas permadani yang dalamnya berasal dari sutra tebal dan bagian luar dari sutra tipis. Permadani tersebut diperjelas kembali oleh para ulama, seperti penyampaian Tafsir Ibnu Katsir sebagai berikut :

وقال مالك بن دينار: بطائنها من إستبرق، وظواهرها من نور.وقال سفيان الثوري -أو شريك-: بطائنها من إستبرق وظواهرها من نور جامد.وقال القاسم بن محمد: بطائنها من إستبرق، وظواهرها من الرحمة

Malik bin Dinar berkata “Bagian dalamnya dari sutra tebal dan luarnya dari cahaya”. Sufyan al-Tsauri berpendapat “Bagian dalamnya dari sutra tebal dan luarnya dari cahaya yang jamid (padat)”. Al-Qasim bin Muhammad berkata “Bagian dalamnya dari sutra tebal sedangkan luarnya dari rahmat (kasih sayang)”.

Bersandarnya mereka dalam meni’mati apa yang ada, dipersilahkan dengan berbagai posisi baik dengan cara tidur miring maupun duduk dengan kaki bersila. Meni’mati makanan dengan posisi tersebut merupakan larangan dari agama semasa di dunia dan diperbolehkan kelak di akhirat.

فالتوكؤ في الدنيا مذموم وفي الاخرة غير مذموم لارتفاع التكليف

Posisi tawakku’ (tidur miring, duduk bersila dan berbagai posisi yang dapat menarik dan menyebabkan banyaknya makan) adalah perbuatan tercela di dunia. Dalam akhirat (posisi tersebut) tidaklah tercela sebab telah hilangnya taklif (tuntutan agama)” (Hasyiyah al-Shawi).

Dalam meni’mati buah-buahan dengan berbagai posisi yang mereka pilih, maka buah tersebut akan mendekat kepadanya.

بل تنحط إليه من أغصانها

“Bahkan (buah tersebut) mengerumuni (mendekat) kepadanya” (Tafsir Ibnu Katsir).

Dalam Tafsir al-Thabari disampaikan bahwa nabi SAW. bersabda :

وَالَّذي نَفسِي بيَدِهِ، لا يَقْطَعُ رَجُلٌ ثَمَرة مِنَ الجَنَّةِ، فَتَصِلُ إلى فِيهِ حتى يُبَدّلَ الله مَكانَها خَيْرا منْها

“Demi dzat yang menguasaiku, tidaklah seorang laki-laki memutus ( memetik) buah dalam surga kecuali buah tersebut (mendekat) sampai mulutnya. Sehingga Allah mengganti tempat buah (yang dipetik) dengan buah yang lebih baik”.

Demikian, keindahan dan isi surga dunia sangatlah berbeda dengan surga kelak di akhirat. Seperti yang disampaikan Ahmad al-Syirbini dalam karyanya Tafsir al-Siraj al-Munir :

قال الرازي : جنة الآخرة مخالفة لجنة الدنيا من ثلاثة أوجه : أحدها : أنّ الثمرة على رؤوس الشجر في الدنيا بعيدة على الإنسان المتكىء وفي الجنة هو متكىء والثمرة تتدلى إليه ؛ وثانيها : أنّ الإنسان في الدنيا يسعى إلى الثمرة ويتحرك إليها وفي الآخرة هي تدنو إليهم وتدور عليهم ؛ وثالثها أنّ الإنسان في الدنيا إذا قرب من ثمرة شجرة بعد عن غيرها وثمار الجنة كلها تدنوا إليهم في وقت واحد ومكان واحد.

Imam al-Razi berkata “Surga akhirat berbeda dengan surga dunia dari tiga sisi. Pertama ; Buah yang terdapat pada ranting pohon terhitung jauh dari posisi orang yang bersandar (muttaki’), dalam surga dengan posisi bersandar buah tersebut mendekat. Kedua ; sdi dunia bagi seseorang yang akan memetik buah hendaklah bergerak mendekatinya, di akhirat buahlah yang mendekati dan mengitarinya. Ketiga ; ketika seseorang dekat dengan satu buah yang terdapat pada pohon maka dia jauh dari buah lainya, sedangkan buah-buahan di surga mendekat kepadanya dalam satu waktu dan tempat”.

Sebagai penutup, terdapat satu hal penting yang disampaikan al-Razi dalam Mafatihu al-Ghaib:

أن العجائب كلها من خواص الجنة فكان أشجارها دائرة عليهم ساترة إليهم وهم ساكنون على خلاف ما كان في الدنيا وجناتها – إلى أن قال –  فأهل الجنة إن تحركوا تحركوا لا لحاجة وطلب وإن سكنوا سكنوا لا لاستراحة بعد التعب ثم إن الولي قد تصير له الدنيا أنموذجاً من الجنة فإنه يكون ساكناً في بيته ويأتيه الرزق متحركاً إليه دائراً حواليه يدلك عليه قوله تعالى كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِندَهَا رِزْقًا  (آل عمران 37

“Sesungguhnya segala keajaiban tersebut merupakan ciri khas dari surga, maka buah pohonya mengitari mereka dan mereka hanya berdiam. (Hal ini) berbeda dengan apa yang ada pada surga dunia. Penduduk surga bergerak bukan karena kebutuhan serta berdiam bukan untuk istirahat kecapean. Kemudian seorang wali (kekasih tuhan) terkadang menjadikan dunia sebagai contoh atau sampel dari (kehidupan) surga. Sehingga dia (seorang wali) berdiam dirumahnya sedangkan rezeki mendekat sendiri serta mengitari kepadanya. Allah SWT. berfirman “Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan disisisnya” (Ali Imran :37).

Wallahu A’lam.

1 KOMENTAR

  1. Bismillahirrahmanirrahim pohon dan buah di surga itu amal ibadah manusia selama di dunia pohon itu ketakwaan kita kpd Allah SWT buah itu kebaikan kita dan amalan kita seperti bersedekah infak zakat dan perbuatan baik lainnya selama di dunia .mata air surga itu ilmu yg bermanfaat kita selama di dunia juga istri yg Sholeha ,anak anak yg Sholeh keturunan keturunan kita yg sholeh.untuk itu mari kita sama sama berusaha mendekatkan diri kpd Allah ,bertakwa kpd Allah dgn setakwa takwanya selalu minta ampunannya selalu memohon ridho Nya jgn tertipu oleh syeitan smoga kita selalu mendapatkan ampunan Allah dan Allah meridhoi kita masuk ke dalam golongan orang orang yg beriman dan selalu mendapat hidayah Nya .amin ya Allah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here