Tafsir Surah al-Rahman Ayat 31-36 ; Manusia dan Jin Tak Dapat Lari dari Balasan di Hari Kiamat

0
1376

BincangSyariah.Com – Allah telah menyampaikan bahwa Ia kuasa menciptakan manusia, langit, bumi dan seisinya, serta kehancuran dan kebinasaan semua yang ada di atas bumi berada di genggaman-Nya. Selanjutnya Ia mengabarkan tentang hal-hal yang berhubungan dengan akhirat. Allah Swt. berfirman:

سَنَفْرُغُ لَكُمْ أَيُّهَ الثَّقَلَانِ

“Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin” (Q.S.al-Rahman : 31) (Baca: Tafsir Surah al-Rahman Ayat 29-30; Tuhan Merasa Sibuk Kabulkan Doa Hamba-Nya?)

Ayat di atas memberikan isyarat akan adanya perhitungan kelak di hari kiamat atas segala sesuatu yang telah dilakukan hamba-Nya. Dalam arti ayat tersebut adalah sebuah peringatan dari Tuhan kepada hamba (manusia dan jin). Dijelaskkan dalam Tafsir al-Qurthubi:

إنما المعنى سنقصد لمجازاتكم أو محاسبتكم ، وهذا وعيد وتهديد لهم —وقيل : إن الله تعالى وعد على التقوى وأوعد على الفجور

Arti (ayat tersebut) ialah Aku (Allah) akan membalas dan menghisab kalian. Ini merupakan peringatan kepada mereka. Disampaikan (ulama lain) artinya (ayat tersebut) ialah sesungguhnya Allah menjanjikan kepada mereka yang bertaqwa dan mengancam meraka yang bermaksiat.

الزمخشري: ويجوز أن يراد ستنتهي الدنيا ويبلغ آخرها ، وتنتهي عند ذلك شؤون الخلق التي أرادها بقوله : كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ ، فلا يبقى إلا شأن واحد وهو جزاؤكم

“Imam al-Zamakhsyari berpendapat; (ayat tersebut) dapat diartikan bahwa keberadaan dunia akan berakhir dan di saat itulah tinggal pembalasan untuk kalian.” 

Di saat inilah ahli taat akan menuai balasan atas perbuatannya dan ahli maksiat akan menerima siksaan dari-Nya. Oleh karena itu Allah berfirman:

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S.al-Rahman : 32)

Berikutnya Allah Swt. berfirman:

Baca Juga :  Astrologi dalam Pandangan Ibnu Khaldun

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ. فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

“Wahai sekumpulan jin dan manusia, jika  kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S. al-Rahman: 33-34)

Ayat di atas menjelaskan bahwa kelak di hari kiamat manusia dan jin lari terbirit-birit untuk menyelamatkan diri dari takdir dan keputusan Tuhan atas segala sesuatu yang telah diperbuatnya. Namun apalah daya mereka tidak mampu untuk melakukanya kecuali dengan keputusan dari Tuhan. Dalam Tafsir Ibnu katsir disampaikan:

أينما ذهبتم أحيط بكم، وهذا في مقام المحشر، الملائكة محدقة بالخلائق، سبع صفوف من كل جانب، فلا يقدر أحد على الذهاب { إِلا بِسُلْطَانٍ } أي: إلا بأمر الله

“Di manapun kalian pergi (malaikat) menyelimuti kalian di padang mahsyar. Para malaikat mengelilingi para makhluk dengan membentuk tujuh barisan. Sehingga tidak satupun mampu melarikan diri kecuali dengan keputusan Tuhan.”

Abu Hayyan al-Andalusi dalam karyanya al-Bahru al-Muhith menyampaikan uraian lain yaitu (ayat tersebut) disampaikan (kepada mereka) di dunia. Uraian yang sama terdapat dalam Tafsir al-Qurthubi:

وعن الضحاك أيضا : إن استطعتم أن تهربوا من الموت فاهربوا. وقال ابن عباس : إن استطعتم أن تعلموا ما في السماوات وما في الأرض فأعلموه ، ولن تعلموه إلا بسلطان أي ببينة من الله تعالى

Dari al-Dhahhak artinya (ayat di atas) ialah bila kalian mampu berlari dari kematian maka larilah. Ibnu Abbas berpendapat “Bilamana kalian mampu mengetahui seisi langit dan bumi maka ketahuilah dan kalian tidak akan mampu kecuali dengan bukti dari Allah Swt.”

Selanjutnya Allah SWT. berfirman:

Baca Juga :  Ini Dua Tipe Orang yang Paling Dicintai Setan

يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِنْ نَارٍ وَنُحَاسٌ فَلَا تَنْتَصِرَانِ. فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

“Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya). Maka nikmat Tuhan kamu yang mana yang kamu dustakan?” (Q.S. al-Rahman: 35-36)

Ayat di atas merupakan penegasan dan akibat atas perbuatan manusia dan jin yang bertekad lari di hari kiamat, artinya bila mereka keluar lari di hari itu (kiamat) maka nyala api (Syuwadz) dan cairan tembaga (Nuhas) akan menghantamnya sehingga mereka tidak akan bisa menembus dan tidak dapat menyelamatkan diri.

Terdapat keterangan dalam Al-Bahr al-Muhith mengenai pengertian ayat tersebut dari Ibnu Abbas sebagai berikut:

قال ابن عباس : إذا خرجوا من قبورهم ، ساقهم شواظ إلى المحشر

Ibnu Abbas berkata “Ketika mereka keluar dari kubur maka nyala api akan menggiring mereka ke padang mahsyar.”

دليل على أنّ الجنّ مكلفون مخاطبون مأمورون منهيون مثابون معاقبون كالإنس سواء مؤمنهم كمؤمنهم وكافرهم ككافرهم

“(Ayat ini) sebagai dalil bahwa jin termasuk hamba Tuhan yang diperintah, dilarang, dibalas (mendapat pahala), dan disiksa seperti halnya manusia, mukmin dan kafir (dari golongan jin) sama dengan mukmin dan kafir (dari golongan manusia)” (Tafsir al-Siraj al-Munir).

Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here