Tafsir Surah al-Rahman Ayat 1-4; Anugerah Tuhan untuk Nabi Muhammad

1
1315

BincangSyariah.Com – Tiga kata dari beberapa permulaan surah atau disebut mafatihus suwar, yaitu ha dan mim, al-ro’, dan nun ketika disatukan akan membentuk salah satu asma Allah yaitu al-Rahman. Asma tersebut dijadikan salah satu nama surah yaitu surah al-Rahman dengan diawali ayat:

الرَّحْمَنُ

“(Tuhan) Yang Maha Pemurah” (Q.S. al-Rahman ayat 01)

Al-Razi dalam Mafatihul Ghaib memahami keberadaan salah satu asma Allah dalam awal surah ini mencakup arti rahman sabiq dan lahiq, dengan pengertian:

Pertama, Rahman Sabiq. Artinya keberadaan sifat kasih sayang Allah, yang dengan sifat tersebut menciptakan makhluk se alam raya.

Kedua,  Rahman Lahiq. Artinya kasih sayang Tuhan kepada makhluk-Nya setelah mereka diciptakan, sehingga mereka dikarunia kecerdasan, kesehatan, rezeki dan lain sebagaianya.

Selanjutnya Allah berfirman sebagai ayat kedua dari surah al-Rahman:

عَلَّمَ الْقُرْءَانَ

“Yang telah mengajarkan Al-Qur’an” (Q.S. al-Rahman ayat 02)

Al-Razi dalam Mafatihul Ghaib menyampaikan adanya beberapa pemahaman para ulama atas ayat di atas, sebagai berikut:

Pertama, Allah mengajarkan Al-Qur’an kepada Muhammad, sebagai bukti dan penolakan terhadap perkataan orang-orang kafir yang tertuang dalam sebuah ayat:

إِنَّمَا يُعَلِّمُه الْبَشَرُ

“Sesungguhnya Al-Qur’an diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)” (Q.S. al-Nahl ayat 103)

Atau mengajarkan Al-Qur’an kepada jibril dan para malaikat lainya, kemudian menurunkanya kepada Muhammad. Pemahaman ini didukung oleh sebuah ayat :

نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الاْمِينُ عَلَى قَلْبِكَ

“Al-Qur’an dibawa turun oleh al-Ruh al-Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad)” (Q.S. al-Syu’ara 193-194)

Atau mengajarkanya kepada umat manusia, agar mereka bisa merasakan begitu luasnya nikmat tuhan.

Kedua, Allah menjadikan Al-Qur’an sebagai tanda kenabian dan mukjizat. Pendapat ini menjadikan adanya keserasian (munasabah) antara awal surah sebelumnya yang menjelaskan mukjizat yang berupa kekuasaan yaitu membelah rembulan dengan awal surah ini yang menyampaikan mukjizat yang penuh dengan kasih sayang yaitu Al-Qur’an. Sebagaimana penjelasan dalam muqaddimah. (Baca: Pengantar Tafsir Surah al-Rahman; Sabab Nuzul dan Manfaat Membacanya)

Baca Juga :  Tafsir Surah al-Rahman Ayat 31-36 ; Manusia dan Jin Tak Dapat Lari dari Balasan di Hari Kiamat

Berikutnya Allah berfirman:

خَلَقَ الإِنسَانَ .عَلَّمَهُ الْبَيَانَ

“ Dia menciptakan manusia. Mengajarinya pandai berbicara” (Q.S. al-Rahman ayat 03-04)

Imam al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya menyampaikan pemahaman yang luas dari para ulama terkait ayat tersebut sebagai berikut:

Pertama, Ibnu Abbas dan Ibnu Kisan menyatakan bahwa manusia yang diciptakan ialah Muhammad. Dan dia diajarai al-Bayan yang berarti pemahaman dan penjelasan antara halal haram dan jalan kebenaran dan kesesatan. Serta hal-hal yang sudah, sedang dan yang akan terjadi. Sebab Mumammad menjelaskan tentang orang-orang terdahulu dan akhir serta hari kiamat. Penjelasan hamper senada dalam Hasyiyah al-Shawi:

هو محمد صلى الله عليه وسلم لأنه الإنسان الكامل و المراد بالبيان علم ماكان ومايكون وما هو كائن

(Arti) insan adalah Muhammad Saw., sebab dia adalah manusia sempurna, dan al-Bayan ialah Tuhan yang mengajarinya sesuatu yang sudah, akan dan sedang terjadi.

Kedua, Qatadah berpendapat bahwa insan yang dimaksud adalah Nabi Adam dan al-Bayan berarti nama segala sesuatu yang ada dan yang akan wujud sehingga adam mampu berdialog dengan berbagai bahasa. Dalam Hasyiyah al-Shawi disebutkan :

فكان يتكلم بسبعمائة لغة أفضلها العربية

Maka Adam mampu berbicara dengan tujuh ratus bahasa, paling utama adalah bahasa Arab”.

Ketiga, pendapat ini menyatakan arti insan yang diciptakan adalah manusia dan mereka diajari atau diberi kemampuan berbicara dan pemahaman (al-Bayan) sehingga dapat dibedakan antara manusia dan binatang. Sedangkan al-Rabi berkata :

هو ما ينفعه وما يضره

(al-Bayan) yang diajarkan kepada manusia adalah kemampuan mereka menimbang antara hal yang bermanfaat dan berbahaya.

Demikian dari ayat-ayat di atas dapat memberikan pengertian keberadaan Al-Qur’an hinga sampai saat ini serta kemampuan manusia berada pada jalan yang benar, semua itu berawal dan merupakan salah satu dari anugerah Tuhan yang penuh kasih sayang kepada makhluk-Nya. Wallahu A’lam

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here