Tafsir Surah al-Nahl Ayat 14: Mensyukuri Eksistensi Laut

0
51

BincangSyariah.Com – Laut merupakan salah satu bentuk ciptaan Allah Swt. Eksistensi laut amatlah penting bagi kehidupan umat manusia. Dari laut, manusia dapat mengenal berbagai jenis hewan dan  tumbuhan yang ada. Tentu ada yang dapat dikonsumsi dan ada pula yang tidak. Manusia pun mengenal jenis perhiasan yang berasal dari makhluk yang ada di laut seperti adanya mutiara yang berasal dari cangkang kerang. Selain itu laut dapat pula berfungsi sebagai mata pencarian hidup manusia dengan adanya perkapalan baik untuk bisnis kargo, perniagaan maupun sarana transportasi. Allah Swt. menjelaskan keberadaan laut dalam al-Qur`an, salah satunya ayat berikut

وَهُوَ الَّذِيْ سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوْا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَّتَسْتَخْرِجُوْا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُوْنَهَاۚ وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيْهِ وَلِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya:

Dan Dialah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) darinya, dan (dari lautan itu) kamu mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai. Kamu (juga) melihat perahu berlayar padanya, dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur. (Qs. An-Nahl 16) : 4)

Menurut Imam ibn Jarir al-Tabari, ayat berbicara mengenai nikmat Allah kepada makhluk-Nya berupa menundukkan segala hal yang ada di lautan bagi manusia. Laut dapat diartikan dengan laut dengan airnya yang asin maupun sungai yang airnya tawar. Kedua tempat tersebut diberikan Allah Swt. kepada manusia agar dapat digunakan dengan sebaik mungkin. Sebagaimana laut yang airnya asin, maka dalam tempat tersebut terdapat berbagai jenis makhluk baik berupa hewan seperti ikan, karang, ganggang laut, dan kerang. Lalu di sungai yang airnya tawar terdapat berbagai makhluk seperti ikan, buaya, tumbuh-tumbuhan dan lain-lain. Tentunya dari beberapa hal tersebut dapat digunakan oleh manusia dalam rangka mencari penghidupan.

Baca Juga :  Tafsir as-Sulamy: Eksotisme Tafsir Bercorak Tasawuf

Manusia dapat mengambil manfaat dari lautan tersebut seperti mengonsumsi daging segar berupa ikan.  Lalu dapat pula membudidayakan makhluk hidup di laut seperti mutiara (al-Lu`lu`) yang keluar dari cangkang kerang juga permata (al-Marjan). Keduanya memiliki fungsi sebagai aksesoris juga perhiasan yang memiliki estetika tinggi.

Begitu pula dengan di air tawar seperti sungai. Manusia pun dapat memanfaatkan apa pun yang ada di sungai untuk kehidupan. Sebagai contoh di Indonesia terdapat tumbuhan eceng gondok. Memang tanaman berbahaya bagi ikan-ikan di sungai, namun jika dapat membudidayakan dengan baik, eceng gondok bermanfaat bagi keseharian seperti adanya kerajinan kursi yang terbuat dari eceng gondok. Selain itu ada pula yang memakan ikan dari sungai seperti mujair dan lele.

Masih menurut al-Tabari dalam ayat ini terdapat redaksi Mawakhir yang merupakan bentuk jamak dari kata Makhir. Redaksi ini dalam bahasa Arab bermakna suara arah angin. Tetapi jika dikaitkan dengan ayat ini, maka berarti suara perahu yang berlayar di lautan mengikuti arus air dan arah angin. Semua ini diciptkan Allah Swt. agar manusia dapat mencari penghidupan dengan memanfaatkan hasil dari laut. Sehingga tujuan akhir dari hal ini agar manusia dapat mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya (Muhammad ibn Jarir al-Tabari, Jami’ al-Bayan ‘An Ta`wil Ay al-Qur`an, Jilid 4, hal. 507).

Imam ibn Katsir berpendapat mengenai ayat di atas bahwa Allah Swt. menjadikan laut sebagai sarana transportasi bagi umat manusia. Sebagaimana dalam sejarah umat manusia bahwa Nabi Nuh As. Merupakan orang pertama yang menggunakan kapal sebagai sarana untuk menyelamatkan umatnya dari bencana banjir bandang. Lalu generasi demi generasi mulai menadikan laut sebagai sarana transportasi yang menghubungkan lintas wilayah dan benua.

Baca Juga :  Apakah Anjing dan Babi Laut Haram Dimakan?

Dengan ini Allah Swt. menundukkan laut untuk hamba-Nya agar dapat dijadikan sarana penghidupan serta dapat mencari karunia juga saling membantu antara satu bangsa dengan bangsa lain serta hal ini bertujuan agar manusia dapat mensyukuri salah satu nikmat Allah bagi umat manusia. (Ismail ibn ‘Umar ibn Kathir al Dimashq, Tafsir al-Qur`an al-‘Azim, Jilid 4, hal. 562)

Menurut Sayyid Muhammad Husayn Tabataba’i berkenaan dengan ayat di atas bahwa laut merupakan salah satu bentuk nikmat Allah kepada umat manusia selain langit, bumi, gunung, jalan-jalan di darat. Adapun tujuan dari penciptaan laut bagi umat manusia selain dapat menggunakan hasil laut untuk dikonsumsi maupun memproduksi perhiasan, laut dapat pula digunakan sebagai sarana transportasi yakni dengan adanya jalur perdagangan laut dengan menggunakan kapal.

Selain itu, ada pula perahu layar yang digunakan oleh nelayan untuk mencari nafkah juga kapal pesiar yang berkeliling dari satu Negara ke Negara lain. Semua bertujuan untuk menacari karunia dan rezeki Allah. Maka salah satu bentuk syukur kepada Allah secara nyata adalah memanfaatkan laut dan menjaga laut untuk kemaslahatan umat manusia. (Sayyid Muhammad Husayn Tabataba’i, al-Mizan Fi Tafsir al-Qur`an, Juz 12, hal. 216).

Setelah membahas mengenai pesan Allah kepada hamba-Nya dalam surah al-Nahl ayat 14, dapat dipahami bahwa laut merupakan salah satu karunia Allah terbesar di muka bumi. Oleh karena itu, sebagai anak bangsa Indonesia hendaknya memiliki kepekaan dengan tidak mengotori dan merusak makhluk-makhluk Allah yang ada di laut seperti merusak karang juga menangkap ikan dengan cara yang tidak baik. Laut juga sarana perdagangan antara satu wilayah dengan wilayah bahkan satu Negara dengan Negara lain lintas benua.

Baca Juga :  Cuplikan Haji Orang Indonesia Dulu dan Kini [2]: Kisah Bangkrutnya Usaha Kapal Laut Haji

Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt. sejatinya kita harus menjaga nikmat Allah ini dari serbuan tangan-tangan jahil manusia. Semoga pesan ayat ini juga lagu yang mengingatkan kita sebagai bangsa maritim menjadikan kita lebih bersyukur atas nikmat-Nya dan waspda dalam menjaga eksistensinya. Wallahu A’lam Bisshowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here