Tafsir Surah Al-Mulk Ayat 13-14: Allah Mengetahui Segala Rahasia Manusia

0
2129

BincangSyariah.Com – Dalam kehidupan sehari-hari manusia seringkali merahasiakan sesuatu. Merahasiakan dari keluarga, karib kerabat, teman, atasan maupun bawahannya. Rahasia dapat diartikan sesuatu yang belum dapat atau sukar diketahui dan dipahami oleh orang. Tidak ada yang salah dengan rahasia. Namun, siapa sangka segala yang kita rahasiakan baik benar atau salah pasti diketahui Allah swt. Kita tidak luput dari pengawasanNya, sekecil apapun yang terbesit dalam hati kita pasti diketahuiNya sebagaimana firmanNya dalam Q.S. al-Mulk [67]: 13-14,

وَأَسِرُّوا قَوْلَكُمْ أَوِ اجْهَرُوا بِهِ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ (13) أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ (14

Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Apakah (pantas) Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan Dia Mahahalus lagi Maha Mengetahui. (Q.S. al-Mulk [67]: 13-14) (Baca: Tafsir Surah Al-Mulk Ayat 10-12: Ketika Penyesalan Manusia Tiada Gunanya)

Tafsir Surah Al-Mulk Ayat 13-14

Menurut riwayat Ibn ‘Abbas dalam Tafsir Kemenag RI, ia mengatakan bahwa pada satu waktu ketika orang-orang musyrik mempergunjingkan dan mencaci-maki Nabi Muhammad saw, maka Allah menurunkan kepada beliau segala perkataan yang dibicarakan mereka (orang musyrik) itu. Sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain, “Rendahkanlah suaramu agar perkaatanmu tidak didengar oleh Tuhan Muhammad.”

Maka turunlah ayat di atas yang antara lain menjelaskan bahwa tidak ada suatu apapun yang luput dari pengetahuan Allah. Ayat ini pula menegaskan bahwa Dia Maha Mengetahui segala yang dirahasiakan dan dinyataka oleh hambaNya baik berupa perkataan, perbuatan, dan segala yang dirasakan oleh hati dan panca indera. Sesungguhnya pengtahuan Allah tak mengenal ruang dan waktu bahkan yang tersembunyi sekalipun Ia pasti dapat mengetahuinya.

Baca Juga :  Empat Tips Agar Umat Muslim Bisa Bangkit Versi Khairuddin Pasha at-Tunisi

Jalaluddin al-Mahalli dan al-Suyuthi dalam Tafsir Jalalain menafsirkan ayat di atas bahwa Allah swt bahkan mengetahui segala yang terbesit dan yang akan dibesitkan dalam kalbu dan fikiran manusia. Penafsiran serupa juga disampaikan oleh Ibnu Katsir dengan redaksi khatara fil qulub (yang terbesit dalam kalbu), yakni segala sesuatu yang terbesit, terdetik dan tersimpan dalam hati manusia. Lalu ayat selanjutnya menandaskan apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui?

Pendapat lain berkata, “Apakah Allah tidak mengetahui makhlukNya”? Makna yang pertama lebih utama, karena dalam firman berikutnya disebutkan wahuwa lathiful khabir (Dia Mahahalus lagi Maha Mengetahui). Sedangkan Quraish Shihab meanfsirkan bahwa tak peduli engkau menyembunyikan atau menyatakan secara terang-terangan perkataanmu, keduanya sama saja menurut Allah. Sebab Dia Maha Mengetahui segala yang tersembunyi dalam dada.

Segala Rahasia Kita Pasti Diketahui Allah Swt

Dari ayat ini pula dapat diambil kesimpulan bahwa semua doa yang dipanjatkan kepada Allah, baik dengan suara keras, berbisik, lemah-lembut maupun dengan gerakan hati saja akan diketahui Allah. Dia mengetahui apa yang telah, sedang dan hendak atau ingin kita katakan.Jangankan yang sudah jelas tampak, yang tersembunyi pun Ia pasti mengetahui.

Karena itu, hati-hati tatkala kita hendak bertindak dan bersikap. Jika kita mampu mengelabui manusia misalnya memanipulasi jumlah anggaran, berbohong kepada anak istri kita, keluarga kita, akan tetapi tidak bagi Allah, jangan coba-coba untuk mengelabui-Nya. Sebab segala gerak-gerik kita tidak luput dari pengawasan-Nya. Maka dari itu sudah seharusnya kita merasa sebagai ODP (orang dalam pantauan Allah) selalu diawasi, Ia bukan hanya Maha Mengetahui, tapi Maha Mendengar, Mengawasi, Maha Teliti, tidak ada yang tersembunyi bagiNya baik di langit maupun yang ada di bumi. Wallahu A’lam []

Baca Juga :  Sisi Sufistik Ki Hadjar Dewantara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here